Wujudkan Civitas Akademik Sehat Dan Edukatif, SMANSA Maumere Gelar Vaksinasi Bagi 750 Peserta Didik

0
Kepsek SMAN 1 Maumere, Jonas Teta, Ketika Memantau Pelaksanaan Vaksinasi Bagi Peserta Didiknya di Sekolah Tersebut, Sabtu (02/10/2021)

MAUMERE-GAHARU NEWS.com – Dalam rangka mewujudkan Civitas Akademik yang sehat dan edukatif dengan Vaksinasi Covid-19, lembaga pendidikan SMA Negeri 1 Maumere menggelar Vaksinasi kepada 750 peserta didiknya. Kegiatan ini berlangsung, Sabtu (02/10/2021) bertempat di SMA Negeri 1 Maumere.

Kepala SMA Negeri 1 Maumere, Johanes Jonas Teta mengatakan, kegiatan vaksinasi ini dilakukan atas inisiatif pihak sekolah dengan menghubungi Polres Sikka. Awalnya stok Vaksin di Polres Sikka tidak ada, sehingga saat itu pihak Polres langsung membantu melakukan koordinasi untuk mendatangkan vaksin.
“Awalnya kami menghubungi Polres Sikka.

Karena pada saat itu stok vaksin di Polres Sikka untuk sementara tidak ada, sehingga Polres Sikka membantu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan kemudian dengan Muhamadiyah dalam kaitan untuk mendapatkan vaksin, karena saat ini stok yang ada hanya di Muhamadiyah,” jelas Jonas Teta.

Johanes Jonas Teta – Kepala SMAN 1 Maumere

Jonas mengakui bahwa, total jumlah peserta didik sebenarnya 1200, namun sebagiannya sudah melakukan vaksinasi secara mandiri, sehingga saat ini pihaknya hanya bisa melaksanakan vaksin kepada 750 peserta didik yang tersisa.
Lebih lanjut Jonas mengatakan, kegiatan vaksinasi ini dilakukan oleh tenaga medis yang sudah dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan yakni dari Puskesmas Nita, Puskesmas Magepanda dan juga dari Polres Sikka. Menurutnya kegiatan vaksinasi tersebut berjalan dengan aman meskipun sempat ada gangguan sinyal.

Ia mengatakan bahwa secara teknis pihaknya berkoordinasi dengan Polres Sikka, tetapi keberadaan vaksin ini diakui Jonas diperoleh dari Muhamadiyah. Untuk itu, sebagai Kepala Sekolah Jonas menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersama-sama menyukseskan kegiatan vaksinasi tersebut.

Jonas Teta pun berharap agar dengan sudah tervaksinasi semua baik guru/pegawai pihaknya tidak lagi menggelar tatap muka dengan sistem shift lagi, dan dibolehkan untuk melakukan tatap muka penuh atau normal, sehingga guru dan siswa tidak disusahkan. Diakuinya bahwa pihaknya meragukan hasil dari pada sistem shif ini.

“Kita berharap ketika kita sudah divaksinasi semua, ketika kita minta ijin untuk tatap muka normal atau full bisa diijinkan oleh pemerintah,” ungkap Jonas Teta. *(FD-GN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here