Vredy Kolloh segera Polisikan Marthen Soleman Konai jubir Esau Konai

0
Yafet Y. W. Rissi, SH, MSi, LLM,PhD (AFHEAD) pengacara Vredy Kolloh

Jakarta, GaharuNews.com – Pengacara Vredy Kollo, Yafet Y. W. Rissi, SH, MSi, LLM,PhD (AFHEAD) yang diwawancarai Gaharunews.com melalui sambungan telephon mengatakan segera akan melaporkan juru bicara (jubir) Esau Konay, Marthen Soleman Konay dengan dugaan telah menyebarkan berita bohong dan pencemaran nama baik terkait dengan Gugatan Vredy Kolloh kepada Gubernur NTT Perihal Kepemilikan Tanah Gedung Kwarda Pramuka NTT, senin, 9/11/2021

Menurut Yafet Rissy, Terkait dengan gugatan Vredy Kolloh kepada Gubernur NTT tidak ada sangkut paut dengan Keluarga Esau Konay dan ahli warisnya, lalu kenapa Marthen Soleman Konay Jubir keluarga Esau Konay yang seperti kebakaran jenggot memberikan pernyataan dan bahkan mempublikasi bahwa Vredy Kolloh tidak punya legal standing terhadap obyek yang menjadi Gugatan.

Yafet Rissy juga membantah Vredi Kolloh memalsukan dokumen terkait sengketa dengan UNDANA. Laporan keluarga Konay di Polda NTT telah dihentikan tahun 2019 ditingkat penyelidikan dengan alasan tidak cukup bukti. Lalu dimana pemalsuan dokumennya?

‘’kok aneh, gugatan ini adalah gugatan dari Vredy Kolloh selaku Ahli Waris dari Karel BS Kolloh terhadap Gubernur NTT kenapa Jubir Esau konay yang kebakaran jenggot?, kalau Marthen Soleman Konay merasa memiliki legal standing dan bukti bawa saja soal ini ke pengadilan bukan asal koar-koar di media, ungkap Yafet penuh tanda tanya.

Atas dasar itulah maka saya selaku kuasa hukum dari Vredy Kolloh akan segera melaporkan Marthen Soleman Konay yang mengaku sebagai Jubir Esau Konai, Karena telah menyebarkan Berita Bohong, Tegas Yafet Rissi

Yafet menerangkan bahwa, “Vredy Kolloh selaku ahli waris dari Karel B. S. Kolloh tidak pernah ada sengketa atau permasalahan apapun dengan Esau Konai, obyek Tanah yang digugat Vredy Kolloh adalah merupakan tanah milik keluarga Kolloh At uf (“At uf’’ adalah bahasa Timor yang artinya turun temurun) dan obyek tanah tersebut (@Tanah Gedung Pramuka dan SLB) adalah milik sah keluarga Kolloh At uf, jadi ini masalah keluarga Kolloh At uf dengan Gubernur NTT, bukan dengan keluarga Esau Konay”, Urai Yafet.

Lebih lanjut Yafet menerangkan bahwa sesuai dengan Surat dari Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Direktorat Reserse Kriminal Umum kepada saudara Ferdinand Konay Nomor B/519/X/2019/Ditreskrimum Perihal Perkembangan Hasil Penyidikan, pada poin 3 secara jelas menyebutkan bahwa Adapun Alasan Penghentian Penyidikan terhadap laporan saudara (@Ferdinand Konay) setelah dilakukan pemeriksaan terhadap para saksi terlapor serta bukti – bukti yang ada bahwa “Tidak Cukup Bukti” yang mendukung bahwa kasus tersebut adalah kasus “Pemalsuan”, dalam surat tersebut sudah sangat jelas bahwa Polda NTT dalam hal ini Ditreskrimum pada tahun 2019 telah menghentikan laporan tudingan dugaan Pemalsuan yang dilaporkan oleh Ferdinand Konay karena tidak cukup bukti, lantas kenapa sekarang Jubir Esau Konay berkoar- koar di media soal pemalsuan dan mempersoalkan mengenai legal standing?, sekali lagi saya tegaskan Gugatan Kami terhadap Gubernur NTT sudah masuk di pengadilan Negeri Kupang, soal legal standing gugatan adalah urusan pengadilan bukan urusan Jubir Esau Konay” tegas Yafet Y. W. Rissi, SH, MSi, LLM,PhD (AFHEAD)  pengacara yang memenangkan kasus gugatan sengketa pilkada kab. Sabu Raijua sehingga KPUD Sabu Raijua mendiskualifikasikan kemenangan pasangan Orient P Riwu Kore dan Thobias Ully.

Surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan terkait laporan dugaan pemalsuan dokumen

Kalau keluarga Esau Konay merasa bahwa tanah Gedung Kwarda Pramuka dan SLB adalah milik keluarga Esau konay, silahkan gugat ke pengadilan, bawa semua bukti asli kepengadilan, biar semua jelas di pengadilan.

“Ahli waris dari keluarga Kolloh At uf punya bukti sah kepemilikan lahan tanah di Gedung Pramuka dan SLB, karena itu menggugat Gubernur NTT yang hingga saat ini belum membayar ganti rugi tanah kepada keluarga Kolloh At uf” jelas Yafet Rissy serta kembali memastikan segera melaporkan juru bicara Esau Konay atas dasar menyebarkan berita bohong serta pencemaran nama baik. (IAGN)

 

Bersambung…..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here