VOC pergi, datang KLHK” Blasius Janu minta Presiden jokowi Selamatkan Hutan Lindung Bowosie Manggarai Barat

0

Labuan Bajo, GaharuNews.Com-Blasius Janu Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat bereaksi keras terhadap penebangan pohon di Kawasan hutan Produksi Ngorang Bowosie yang dilakukan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehitanan (KLHK) yang bekerja sama dengan Badan Otorita Pariwisata (BOP) jangan kepentingan Pariwisata lalu merusak hutan, ini ibarat “VOC pergi, Datang KLHK” ungkapnya berapi – api. Jumat, 27 Agustus 2021

Kekesalan Anggota DPRD Manggarai Barat Fraksi Partai Hanura ini bukan tanpa alasan, saat ini 11 sumber mata air yang ada di kawasan hutan produksi Bowosie yang terletak di Satar Kodi, Desa Ngorang, Kecamatan Komodo telah kering, akibat dari penebangan dan pembangunan yang masif di daerah tersebut.

Blasius menuturkan bahwa “sejak tahun 60 puluhan (1960) kawasan hutan Bowosie ini benar benar dijaga kelestariannya, ada masyarakat yang menebang pohon di dalam kawasan hutan, langsung ditangkap, ada masyarakat yang menembak burung, langsung ditangkap, sekarang tiba tiba demi kepentingan pariwisata, pohon pohon yang tumbuh disekitar mata air, di lahan seluas 10 hektar telah di babat habis dengan alasan untuk peremajaan, penataan dan menanam pohon serta bunga bunga yang cantik di bukit bukit biar keliatan Labuan Bajo Lebih indah dipandang, Apa iya? Penataan wajah Labuan bajo harus dengan mengorbankan pohon pohon yang telah hidup puluhan tahun’, ujar Blasius Janu penuh tanda tanya.

Ia melanjutkan bahwa “kalau mau menata bukit bukit, di Labuan Bajo banyak bukit bukit yang gersang, kenapa bukan bukit bukit itu saja yang ditata? Tapi harus mengorbankan bukit di kawasan hutan produksi Bowosie? Saya berharap dengan sangat hormat agar saat ini Bapak Presiden Jokowi dapat segera mengunjungi kab. Manggarai Barat, melihat dan meninjau langsung sumber sumber mata air di kawasan Hutan Produksi Bowosie serta bertatap muka dengan ratusan kepala keluarga yang tinggal disekitar kawasan hutan tersebut, yang telah puluhan tahun sejak masih bergabung dengan kab. Manggarai hingga telah menjadi daerah otonom kab. Manggarai Barat terus berjuang untuk mendapatkan kepemilikan lahan” harap Blasius Janu.

Pembangunan yang masif di Kab. Manggarai Barat yang sangat masif jangan sampai meninggalkan entitas asli kab. Manggarai barat, harmonisasi kehidupan yang telah terjalin antara alam dan manusia sekian lama menjadi timpang, saat ini mata air sumber kehidupan mulai mengering bukan tidak mungkin dengan hilang nya kawasan hutan penyangga kota labuan bajo yang berada di lereng perbukitan, akan ada ancaman nyata banjir bandang di musim penghujan, bila curah hujan tinggi, karena sudah tidak ada lagi pohon pohon untuk menghadang laju air, pungkas Blasius Janu

Untuk diketahui :

• Pemerintah pusat mengalihfungsikan lahan seluas 400 hektare di kawasan Hutan Produksi Nggorang Bowosie kepada Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOP LBF) untuk dikelola menjadi kawasan pariwisata
• Kebijakan ini ditentang berbagai kalangan mengingat kawasan hutan ini memiliki sekitar 11 mata air yang dipergunakan untuk pengairan dan air bersih bagi berbagai wilayah termasuk memasok 65 persen kebutuhan air bersih bagi warga di Kota Labuan Bajo
• Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTT menjelaskan fasilitas wisata yang dibangun di kawasan ini meliputi 114,73 ha zona budaya, 62,81 ha zona rekreasi dan hiburan, 89,25 ha zona alam liar dan 132,43 ha zona petualangan.
• Wilayah Labuan Bajo dan sebagian besar kawasan hutan Bowosie merupakan kawasan batu gamping atau kawasan karst. Potensi air tanah di kawasan Labuan Bajo dan sekitarnya cekungan air tanahnya sangat tergantung dari suplai air yang didapat dari hutan Bowosie.(gr/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here