Usai PKL, 23 Pelajar SMKN Talibura Dipulangkan

0
23 Pelajar SMKN 1 Talibura Berpose Bersama Para Pendamping dan Pembina Saat Pelepasan Usai PKL Di Aula Kantor Desa Bangkoor

Maumere,GaharuNews.com – Sebanyak 23 pelajar SMKN Talibura telah melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL)  di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT.

PKL yang berlangsung selama kurang lebih dua bulan itu tersebar pada dua kelompok tani yakni kelompok tani suka maju desa Nebe dan kelompok tani Rureo desa Talibura dibawah asuhan BPP Talibura.

Dalam rentang waktu itu para pelajar telah memadukan teori yang mereka terima di sekolah dengan kerja-kerja lapangan.

Para pelajar yang telah menyelesaikan PKL ini adalah jurusan Agri Bisnis Unggas. Mereka semua merupakan pelajar Kelas XI1 angkatan tahun ajaran 2021/2022.

Momentum pelepasan peserta PKL berlangsung di aula Desa Bangkoor, Jumad (08/11/2021).

Hadir dalam kegiatan itu, Wakil Kepala sekolah bidang kurikulum Martinus Atanasius, ketua program Agri Bisnis Ternak, Kepala Desa Bangkoor Rober Lewuk bersama staf, Kepala BPP Talibura Yoseph Tote bersama penyuluh pertanian, Ketua Kelompok Suka Maju Nong Lehan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Martinus Atanasius menjelaskan, program yang kini diluncurkan oleh pemerintah dengan pendidikan vokasi itu menginginkan pelajar SMK harus lebih banyak dimasyarakat untuk kelompok tani atau mereka berada di dunia kerja atau dunia industri (Iduka).

Sekarang pemerintah sudah membentuk rumah fokasi, ini sebagai sebuah jembatan bagi SMK dan idukata dalam implementasinya bagaimana menyelasarkan sesungguhnya kegiatan mulai dari penyelarasan kurikulum sampai pada beberapa kegiatan praktek sehingga tidak ada lagi berjalan masing-masing antara iduka atau pelaku usaha dengan pihak SMK.

“Kita berharap kedepannya mungkin daerah kita ada menjembatani sehingga suatu ketika SMK Talibura dalam rumusan kurikulumnya tidak berdiri sendiri tetapi melibatkan para penyuluh, pelaku usaha apa yang menjadi kebutuhan para pelajar kami kedepannya setelah mereka tamat sehingga materi atau kompetensi yang tidak relevansi dengan kebutuhan saat ini ditiadakan sehingga materi yang diasuh pelajar kita ini adalah beberapa dengan kebutuhan jaman atau kebutuhan dunia kerja saat ini sehingga ada keselarasan antara pihak penerima kerja atau pihak idukata, ” ujarnya.

Sehingga kedepan kami berharap adanya kerjasama kami libatkan para pelaku usaha dalam rumusan proses kurikulum pada tahun-tahun kedepannya sehingga sinkron antara dunia usaha dan dunia pendidikan.

Diharapkan juga kedepannya fokus kegiatan PKL SMK Talibura di sekitar wilayah kecamatan Talibura dan Waiblama.

Kepala BPP Talibura, Yosep Tote, mengingatkan kepada para pelajar bahwa ilmu yang sudah didapat selama praktek lapangan kembali kembangkan ditempat kalian berada.

Penyerahan Sertifikat PKL Oleh Kepala BPP Talibura, Yoseph Tote Kepada Perwakilan Pelajar SMKN 1 Talibura

Dikatakan bahwa BPP dan SMK Talibura berada di dua wilayah kecamatan tetapi setiap tahun PKL diluar wilayah Talibura dan Waiblama.

“Kami kecewa kenapa PKL harus keluar, sementara BPP ada di Talibura. Pesan kami kepada SMK kalau boleh ditahun-tahun berikut dalam kaitan dengan program PKL libatkan kami penyuluh dan pengusaha yang ada di kecamatan Talibura sehingga kita bangun kerjasama yang baik kedepannya, “ kata Yosep.

Ketua kelompok Tani Suka Maju, Nong Lehan memotivasi kepada para pelajar setelah tamat dari SMK harus  bisa menjadi peternak sukses. Ilmu yang kalian dapatkan disekolah dan selama PKL dua bulan dapat kalian terapkan di tempat kalian.

Menurutnya, pendidikan karakter harus diutamakan. Setelah tamat harus punya miniatur usaha skala kecil itu sudah melatih diri anda. Kalau mau menjadi peternak yang sukses harus mulai dari hal yang kecil.

Ia berharap kedepan tidak hanya PKL saja tetapi praktek harian atau mingguan itu bisa, selain praktek disekolah bisa turun praktek dikelompok-kelompok tani diwilayah Talibura dibawah asuhan BPP. (FD-GN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here