Terapkan E-KIR, Kelayakan Kendaraan Bermotor Tak Gunakan Lagi Buku KIR

0
Kabid Lalu Lintas Dishub Sikka, Hilarius Rangga Mesa menyerahkan SUKET sebagai pengganti SIM Card sementara kepada salah seorang pemilik kendaraan

MAUMERE-GAHARU NEWS.com – Dinas Perhubungan Sikka sejak 06 September 2021 mulai menerapkan pelayanan E-KIR (Elektronik KIR). Dengan adanya E-KIR ini maka Buku KIR bagi kendaraan angkutan barang dan penumpang yang selama ini digunakan tidak berlaku lagi.
Kepada media, Senin (06/09/2021), Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Sikka, Hiarius Rangga Mesa menjelaskan, saat ini buku KIR tidak bisa digunakan lagi. Sebagai gantinya kita gunakan E-KIR.

“Sekarang itu sudah ada perubahan dari buku KIR ke E-KIR. Dulunya kita manual dengan tulis tangan untuk menentukan layak atau tidak layak. Sekarang kita pakai aplikasi ini. Sehingga setelah adanya aplikasi ini, kita tidak menggunakan lagi yang manual,” jelas Hilla.
Lebih lanjut kata Hilla, setelah hari ini kita coba untuk menggunakan E-KIR maka secara otomatis buku KIR tidak lagi digunakan. “Kedepannya kita menggunakan SIM Card yang modelnya seperti ATM,” lanjutnya.
Namun menurut Hilla, bahwa saat ini Kementerian masih melakukan proses tender terhadap SIM Card, maka sambil menunggu, pihak Kementerian mengeluarkan yang namanya Surat Keterangan (SUKET), karena aplikasinya terkoneksi langsung dengan Kementerian.

(1). Kadis Perhubungan Sikka, Mauritius Minggo memantau proses pelayanan E-KIR
(2). Kabid Lalu Lintas Dishub Sikka, Hilarius Rangga Mesa menunjukkan SUKET pengganti SIM Card sementara

Dijelaskan Hilla, terkoneksinya aplikasi ini, karena atas rekomendasi Kementerian yang melakukan penilaian akreditasi dan kalibrasi alat-alat terhadap Aplikasi PKB (Pengujian Kendaraan Bermotor) kepada Dinas Perhubungan Sikka pada bulan Februari sampai dengan Maret 2021 sehingga Dinas Perhubungan Sikka mendapat Akreditasi B.
Ia menambahkan, untuk Provinsi NTT hanya ada 5 Kabupaten yang mendapatkan Akreditasi B termasuk Sikka. Untuk itu, Dinas Perhubungan Sikka bisa melayani wilayah Kabupaten se-daratan Flores.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sikka, Mauritius Minggo, menjelaskan bahwa E-KIR ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dengan menggunakan sistem atau aplikasi yang langsung terkoneksi dengan Kementerian.
“Sebenarnya pelayanan sama, tetapi kita lebih meningkatkan pelayanan dengan menggunakan sistem (Aplikasi), dan sistem ini terkoneksi dengan Kementerian,” kata Kadis Perhubungan yang sering disapa Us Minggo ini.
Terkait dengan alur atau prosesnya, Us Minggo menjelaskan, diawali dengan pendaftaran, kemudian cek fisik kendaraan untuk diisi dalam data, lalu pemilik kendaraan melakukan pembayaran, setelah itu dicek pengujian kendaraannya, setelah semua tahapan pengujian kendaraan kita lakukan, dan hasilnya akan keluar dalam data kita, setelah itu diprint dan diberikan kepada pemilik kendaraan berupa SIM Card, jelasnya.
Sehingga lanjut Us Minggo, dengan adanya SIM Card tersebut para pemilik kendaraan tidak lagi membawa buku KIR tetapi hanya dengan membawa SIM Card saja.
Ia berharap agar dengan adanya aplikasi ini pelayanan akan menjadi lebih baik, lebih cepat dan lebih akurat kepada masyarakat. Dan ini, kata Us Minggo, lebih transparan karena apapun hasilnya dari pengujian, datanya langsung terinput di Kementerian.
Selain itu, Us Minggo juga berharap bahwa setelah kegiatan perdana pelaksanaan E-KIR ini, masyarakat yang punya kendaraan memanfaatkannya dan wajib untuk datang melakukan pengujian kendaraan demi keselamatan kendaraannya.
Dari informasi yang diperoleh media ini, tarif atau biaya E-KIR yang harus dibayarkan saat melakukan Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) yakni, Biaya Administrasi, Rp.10.000; Tanda Uji, Rp.25.000; Jasa Pemeriksaan/Biaya Uji KIR untuk kendaraan Roda 4 dengan jenis Pick Up, Rp.150.000; Roda 4 Mini Bus, Rp.160.000; Roda 4 Micro Bus/Light Truck, Rp.170.000; Roda 6, Rp. 190.000; dan Roda 8 ke atas, Rp.225.000. *(FD-GN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here