Syukur Ultah GMIT JBKN, Ada umat Hindu di bagian Konsumsi

0
Yupik S.F Boimau, Anggota DPRD TTS bersama keluarga

Soe, GaharuNews.com-Indahnya toleransi itu nampak manakala umat yang berbeda agama saling mendukung dalam acara keagamaan.
Begitulah yang nampak kemarin, Jumad 1/10/2021 di Gereja Batu Karang Nonohonis ketika melaksanakan syukur atas Ulang tahun gereja yang ke-7, HUT GMIT ke-74 dan HUT Reformasi ke-504 serta pembukaan perayaan bulan keluarga.

Selepas acara formal yang dilaksanakan hingga pukul 12.00 WITA, jemaat dan undangan kemudian dipersilakan menuju meja hidangan untuk menikmati makan siang bersama.
Lalu disanalah nampak pemandangan yang agak unik, dan menjadi bahan kasak-kusuk jemaat yang antri di meja makan ; karena ada Ibu Yupik Sintiana Filda Boimau bersama suami, I Ketut Susiana yang notabene beragama Hindu, sedang sibuk mempersiapkan 1 meja untuk menjamu jemaat yang mengantri.

I Ketut Susiana mempersiapkan konsumsi

“Iya benar bu, Ibu Yupik dan Pak Ketut yang bantu siapkan 100 porsi bakso ikan untuk acara ini”, ujar Albinus Kase selaku Sekretaris JBKN ketika dikonfirmasi awak media ini.
Konon, katanya keterlibatan pasangan suami istri ini dalam berbagai kegiatan Jemaat batu karang Nonohonis sudah sering dilakukan karena kebetulan jarak rumah mereka dengan gereja terbilang dekat.

Ibu Yupik yang juga sebagai Anggota DPRD TTS asal Fraksi Hanura ini, ketika dimintai komentar terkait alasannya ikut mendukung kegiatan gerejawi, dengan santai menjawab bahwa bersama suaminya ikut ambil bagian karena yang namanya bertetangga sebaiknya kita saling mendukung baik dalam suka maupun duka.

Ketika awak Gaharu menggodanya, bahwa apakah ini ada muatan politis? dengan tegas alumni FKIP UKAW Kupang ini berkelit, dan mengatakan ”kita ikut dalam kegiatan di gereja ini bukan karena politik, tapi memang sudah dari dulu sebelum saya jadi Anggota DPRDpun kami sudah seperti keluarga bagi jemaat disini ; jadi kalau ada suka maupun duka, maka sebagai keluarga, saya bersama Pak Ketut pasti ambil bagian termasuk di gereja, ujarnya bersemangat.

Sementara itu, Pdt.B.J Kesaulya-Sahetapy, S.Ag Ketua Majelis Jemaat GMIT Batu Karang Nonohonis ketika diminta komentarnya per-telepon, terkait keterlibatan pasangan suami istri beragama beragama Hindu dalam acara di Gereja, mengatakan bahwa pihak gereja dan jemaat di JBKN sangat toleran sehingga hal ini dianggap biasa saja dan tidak ada masalah ; “ini kan soal toleransi saja… jemaat kita sangat toleran dan kita anggap biasa saja karena memang selama ini Pak Ketut dan Ibu sangat berbaur dengan baik, dan mereka sudah terlibat di gereja sini jauh sebelum Ibu menjadi Anggota DPRD, dan tidak ada masalah disini” ungkap Pendeta berdarah Ambon ini.

Perlu pembaca ketahui bahwa, Acara Ibadah pengucapan syukur Ulang Tahun kemaren dipimpin oleh Pdt. Yosafat Manu, MTh dan dihadiri oleh Wakil Bupati TTS, Jhoni Army Konay, SH.MH, Wakil Ketua DPRD TTS, Relygius Usfunan, SH, KMK Soe, Pdt. Eben Telnoni, STh, Pimpinan Bank NTT Cabang Soe, Staf Ahli Bupati Bidang Kesra dan ratusan jemaat serta tamu dan undangan. Sedangkan rangkaian kegiatan dalam rangka perayaan HUT GMIT JBK Nonohonis ini diisi dengan pameran pangan lokal dan potensi jemaat yang diikuti oleh 14 rayon dan beberapa Jemaat dari luar, lomba fashion show busana adat bagi PAR, lomba Khotbah bagi Taruna yang semuanya akan dilaksanakan selama 7 hari, terhitung dari tanggal 1 hingga tanggal 7 Oktober 2021 nanti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here