Stanislaus Adil: Pengelolaan Keuangan Sekolah Sudah Sesuai Prosedur

0
Drs. Stanislaus Adil - Kepala SMKS St. Gabriel Maumere

Maumere,GaharuNews.com – Kepala SMKS St. Gabriel Maumere, Drs. Stanislaus Adil dengan tegas menyatakan bahwa segala kebijakan pengelolaan keuangan pada SMKS St. Gabriel Maumere selalu melalui prosedur yang sesuai.

Hal ini disampaikan Stanis kepada media, Jumat (12/11/2021), ketika memberikan klarifikasi terkait pemberitaan pada salah satu media online nasional yang menyatakan bahwa dirinya dan Bendahara sekolah diduga telah melakukan tindakan penggelapan dana Komite Sekolah.

Dalam klarifikasinya, Stanis yang saat itu didampingi akuntan sekolah, Agustinus Rangga,S.Pd dan juga beberapa guru menyampaikan beberapa hal yang menjadi dasar pertimbangan dalam pengelolaan keuangan sekolah di SMKS St. Gabriel Maumere.

Dijelaskan Stanis, sebelum dana diterima dan digunakan didahului dengan pembentukan panitia/tim penyusunan RAPBS melalui Surat Keputusan Kepala Sekolah Nomor: 373/I.24.26/SMK.01/Skep/2021, tanggal 25 Agustus 2021.

Selanjutnya, panitia yang sudah terbentuk melakukan rapat untuk menganalisis data mengenai realisasi penggunaan anggaran tahun 2020-2021, melakukan evaluasi terhadap laporan realisasi penggunaan anggaran tahun 2021/2021 oleh bendahara sekolah, kemudian meminta penjelasan dari Bendahara Sekolah tentang kebenaran laporan realisasi tersebut, ujar Stanis.

Kemudian kata Stanis, setelah bendahara menyampaikan penjelasan tentang kebenaran laporan realisasi keuangan tersebut yang didukung dengan bukti transaksi dan semua dokumen administrasi keuangan maka panitia/tim menyatakan menerima laporan tersebut untuk diplenokan dihadapan dewan guru dan pegawai kemudian diteruskan ke Pengurus Yayasan Bina Sari Maumere.

Panitia/Tim melakukan rapat penyusunan RAPBS tahun berjalan yaitu tahun pelajaran 2021/2022 lanjutnya, kemudian setelah selesai RAPBS disusun, dilanjutkan dengan Rapat Pleno pembahasan RAPBS 2021/2022 bersama dewan guru dan pegawai.

Sebelum rapat pleno kata Stanis, pihak sekolah mengundang pengurus Yayasan Bina Sari dan komite sekolah untuk menghadiri rapat pleno namun pengurus yayasan menolak untuk hadir dengan alasan rapat pleno hanya dilakukan pada tingkat sekolah.

Tetapi lanjutnya, pengurus yayasan meminta agar setelah rapat pleno, panitia/tim melaporkan dan memberikan penjelasan kepada pengurus Yayasan tentang hasil pleno laporan realisasi penggunaan dana tahun anggaran 2020/2021 dan pembahasan RAPBS tahun anggaran 2021/2022, jelas Stanis Adil.

Setelah panitia/tim melaporkan dan menjelaskan laporan realisasi anggaran tahun 2020/2021, yayasan menerima dengan catatan bahwa dana pembangunan tidak boleh dinyatakan realisasi karena pembangunan belum dilaksanakan, tetapi pihak sekolah menjelaskan bahwa pembangunan belum bisa dilaksanakan karena pandemic Covid-19, namun uang pembangunan tersimpan pada Rekening BNI Cabang Maumere, sebesar Rp. 750.000.000.

Menurutnya, laporan realisasi RAPBS tahun 2020/2021 dan RAPBS 2021/2022 sudah diterima dan disahkan oleh pengurus yayasan, namun pihak sekolah merasa aneh karena saudara Bertolomeus Gajon yang adalah salah seorang pengurus yayasan Bina Sari melaporkan pihak sekolah ke Polres Sikka atas dugaan penggelapan dana Komite Sekolah sebesar Rp. 1,3 Milyard lebih. (FD-GN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here