Siwa S.E Persoalan BMI NTT adalah Pola Migrasi Non Prosedural dan Penguasaan Bahasa Pada Negara Penempatan.

0

Kupang, Gaharu News.Com_Masalah utama buruh migran Indonesia(BMI) asal NTT adalah pola Migrasi Non Prosedural dan juga penguasaan bahasa pada negara penempatan seperti Negara Jepang,Korea dan Jerman.

Hal ini disampaikan oleh Kepala UPT, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) NTT, Siwa.SE.Saat ditemui Gaharu News di ruang kerjanya, selasa (7/12/2021)

Siwa menjelaskan bahwa, untuk pekerja formal asal NTT selama ini, sudah dijalankan di beberapa negara penempatan seperti Jepang, Korea dan Jerman. Semua itu berjalan lancar.

Ia juga mengungkapkan bahwa, pekerja formal BMI asal NTT di negara penempatan biasanya 3 tahun namun, sebelum ditempatkan di negara tujuan BMI harus mendapatkan pelatihan di balai pelatihan selama 1 tahun
agar, dipersiapkan secara baik dan matang dalam bidangnya.

Untuk tahun 2021 tahun ini, dibuka untuk negara penempatan Jerman, namun mekanisme perekrutan tenaga kerja asal Indonesia langsung di wawancara oleh negara penempatan, tugas BP2MI hanya memfasilitasi BMI dan negara yang membutuhkan tenaga kerja.

“Kita juga tidak melupakan persoalan pekerja migran rumah tangga seperti, negara penempatan Malaysia. Dan untuk menjawab persoalan pekerjaan mereka, kami selalu melakukan sosialisasi di Desa-Desa dan kampus-kampus di NTT, karena kebanyakan yang bermasalah adalah pekerjaan migran yang berangkat secara non prosedural”. ujar Siwa.(gr/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here