Sanksi Tegas Ketua DPD Partai HANURA NTT Untuk Bernadus Nuel Wakil Ketua DPRD Manggarai Timur

0
Ketua DPD Partai HANURA Prov. NTT Drs.Refafi Gah, SH,MPd

Kupang,Gaharu News.Com – Ketua DPD Partai Hanura Provinsi NTT Refafi Gah memberikan Teguran Keras serta Surat Peringatan Pertama (SP1) Kepada Bernadus Nuel Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Timur dari Partai Hanura.

Sanksi tersebut diberikan terkait dengan beredarnya rekaman pembicaraan melalui sambungan Telephon antara Bernadus Nuel dan Saverius Jena diberbagai media online dan surat kabar. Hal tersebut ditegaskan Refafi saat diwawancarai media ini di Sekretariat DPD Partai Hanura Provinsi NTT, Senin (6/07/20) petang.
Menurut Refafi “hari ini saya telah memanggil dan mendengar secara langsung keterangan dari saudara Bernadus Nuel perihal sebab musabab terjadinya peristiwa tersebut, dan secara gentleman pula Bernadus Nuel menyadari keklilafannya dan meminta maaf atas peristiwa tersebut, Karena itu saya memberikan peringatan keras dan Surat Peringatan Pertama, ini pelajaran penting bagi Bernadus dan juga bagi 59 Anggota DPRD Dari Partai Hanura di NTT, sebagai Anggota DPRD agar selalu mengedepankan Tata Krama, etika moral dalam berkominikasi politik dengan masyarakat, gunakan Hati Nurani dalam melayani masyarakat” Pungkas Refafi Gah yang juga merupakan Ketua Fraksi Partai Hanura DPRD Provinsi NTT.

Bernadus Nuel saat diminta klarifikasinya oleh Ketua DPD Hanura NTT

Bernadus Nuel yang pada saat itu juga berada di Sekretariat DPD Partai Hanura NTT, ketika dimintai tanggapan perihal sanksi Dari DPD Partai Hanura NTT mengatakan bahwa “saya menyampaikan permohonan Maaf kepada DPP Partai Hanura, DPD Partai Hanura Provinsi NTT dan DPC Partai Hanura Manggarai Timur terkait masalah ini, pernyataan saya ada asap ada api ,ada sebab maka ada akibat, untuk kronologi lengkap kejadian, saya sudah jelaskan semuanya kepada DPD Partai Hanura Provinsi NTT, sebagai kader saya menerima sanksi yang diberikan oleh Bapak Ketua DPD Partai Hanura” ungkap Bernadus, seraya menambahkan “untuk kronologi masalah mungkin adik @wartawan langsung dengan DPD saja, saya sudah ceritakan semua ke DPD”.

Sekretaris DPD Partai Hanura Provinsi NTT Elias Koa saat diminta konfirmasi terkait kronologi kejadian, menjelaskan bahwa Pada hari ini Senin tanggal 06 Juli 2020 jam 2 siang telah berlangsung pertemuan atau Klarifikasi Saudara Bernadus Nuel terkait beredarnya rekaman pembicaraan melalui sambungan telepon di berbagai Media Online dan surat Kabar.

Adapun kronologis yang disampaikan sebagai berikut :
– Berawal dari pernyataan saudara Saverius Jena di media social Facebook yang menuduh PEMDA Kab. Manggarai Timur Korupsi BLT Untuk Mahasiswa.

– Ditanggapi oleh Saudara Bernadus Nuel dengan memberikan nomor kontak HP untuk dibicarakan melalui sambungan Telepon. Namun yang bersangkutan menjawab “tidak perlu anda menjelaskan lewat telpon cukup anda menjelaskan lewat Medsos (Facebook)”

– Saudara Bernadus Nuel mengatakan penjelasan melalui sambungan telpon dikarenakan saudara bernadus tidak mau mengotori tangan dengan takut salah ketik.

– Karena tawaran Saudara Bernadus untuk melakukan pembicaraan melalui sambungan telpon tidak diindahkan oleh sdr. Saverius Jena maka sdr, Bernadus memblokir Facebok yang bersangkutan.

– Selang 3 jam kemudian, tepatnya Pukul 19.00 WITA sdr. Saverius Jena melakukan panggilan telpon, yang ditanggapi dengan menelpon kembali sdr. Servas Jena Oleh Sdr. Bernadus Nuel.

– Dalam pembicaraan itu terkait BLT mahasiswa yang dituduhkan bahwa PEMDA Kab. Manggrai Timur Korupsi, sdr. Bernadus menjelaskan bahwa BLT Mahasiswa itu tidak serta merta dibagi begitu saja tetapi ada mekanisme dan proses yang harus dilengkapi oleh mahasiswa. Tetapi belum selesai penjelasan dari Sdr. Bernadus, yang bersangkutan langsung mengalihkan pembicaraan ke permasalahan pabrik semen dan batu gamping di Desa Satar Punda (Kampung Luwuk dan Lolok).

– Dari situlah sdr. Servas menuduh sdr. Bernadus jalan bersama Gubernur agar dapat meloloskan ijin tambang dan pabrik semen, dengan mengatakan “kamu sebagai Wakil Rakyat harus menolak tambang” dengan menggunakan bahasa kotor dan makian yang menyudutkan harga diri sdr. Bernadus sehingga secara spontan dibalas dengan makian juga oleh sdr. Bernadus.

– Sdr. Benadus sempat menjelaskan bahwa ijin tambang bukan kewenangan DPRD, manakala ijin atau tambang itu merugikan masyarakat maka disitulah pengawasan kami sebagai Anggota DPRD untuk menerima atau menolak.

– Setelah percekcokan melalui sambungan telpon itu maka beredar luas rekaman pembicaraan tersebut yang tidak utuh (sudah diedit). Dan terkesan menyudutkan sdr. Bernadus Nuel seperti yang beredar luas di Publik (Media Online, Media Sosial dan Youtube).

Demikian Penjelasan dan Kronologi singkat dari Sdr. Bernadus Nuel Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Timur
Dan atas Dasar Penjelasan Saudara Bernadus Nuel tersebut maka,DPD PARTAI HANURA PROVINSI NTT melalui Ketua DPD Partai HANURA Provinsi NTT Drs. Refafi Gah, SH, M.Pd menanggapinya dengan penegasan agar :

– Kedepannya sdr. Bernadus Nuel harus bisa memperbaiki komunikasi politik dan tata krama berkomunikasi dengan publik atau masyarakat. Komunikasi yang mengedepankan etika dan moral yang ⁸berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa serta menjunjung tinggi moral dan hati nurani dalam melayani masyarakat. Bahwa menjadi pemimpin itu dibatasi waktu hanya setiap 5 tahun. Oleh karena itu hubungan dengan masyarakat tidak dibatasi sehingga perlu dijaga secara etika dan bermoral untuk menjaga nama baik Partai ke depan yakni Hati Nurani Rakyat. Sehingga diharapkan setiap Anggota DPRD mempunyai Hati Nurani dan membangun komunikasi politik yang beretika dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat serta mencarikan solusi yang terbaik dalam menyelesaikan setiap permasalahan.

– Sebagai Ketua DPD Partai HANURA Provinsi NTT saya memberikan teguran keras dan Surat Peringatan (SP) Pertama kepada sdr. Bernadus Nuel. [gn/tim]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here