Sahabat Sehat Jadi Strategi Penurunan Stunting, AKI Dan AKB Di Sikka

0
PETRUS HERLEMUS - KADIS KESEHATAN SIKKA

Maumere,GaharuNews.com – Dalam rangka menekan angka stunting, angka kematian ibu dan bayi, dan juga masalah kesehatan lainnya, Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Kesehatan mencari formulasi atau strategi terbaik melalui Pendekatan Sahabat Sehat.

Strategi ini dilakukan setelah adanya  kesepakatan saat Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Stunting tingkat Provinsi NTT beberapa waktu lalu di Labuan Bajo yang menyepakati adanya upaya penurunan angka stunting secara signifikan hingga 10 persen pada tahun 2022 mendatang.

Kadis Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus kepada media, Jumat (29/10/2021) mengatakan program Sahabat Sehat bisa menjawab semua permasalahan kesehatan yang ada sampai ke tingkat keluarga dengan strateginya yakni mengoptimalkan para Nakes untuk memelihara dan memantau masyarakat.

“Kita punya KK di Kabupaten Sikka ada 78.518, dengan jumlah Nakes 1.758 orang. Sehingga strukturnya yakni penanggung jawab ada pada Kadis Kesehatan, kemudian Kordinator Wilayah ada di Puskesmas, Kordinator Desa adalah Bidan dan Nakes di Desa, dan Bidan Desa berkoordinasi dengan Kades untuk menunjuk Kordinator Dusun, sampai di dusun tim nakes akan ditugaskan 1 orang 70 KK,” jelas Pet Herlemus usai Launching Sahabat Sehat di Aula Sikka Convention Center (SCC).

Dari struktur koordinasi dan penanganan diatas, Pet Herlemus lanjut mengatakan bahwa manfaat dari Sahabat Sehat ini yakni Nakes menjadi “Sahabat Sehat” sehingga bisa menggali permasalahan dari dekat yakni dari keluarga, kemudian didiskusikan di tingkat dusun, dilanjutkan ke Desa dan ke Kecamatan atau Puskesmas dan ke Kabupaten untuk dievaluasi, ujar Herlemus.

Herlemus melanjutkan, metode yang digunakan untuk pemulihan stunting yaitu dengan menggunakan Metode Kolombia atau Rumah Pemulihan atau “Lepo Gahar Naha Bisa”. Di situ sudah merumuskan komposisi keseimbangan gizi, karena bicara stunting maka bicara soal Gizi, ungkap Kadis Herlemus.

Dalam metode ini yang ditekankan adalah Asupan Protein dari Telur Ayam lanjutnya, karena tingkat absorpsinya tinggi dibandingkan dengan sumber protein lainnya terutama untuk anak-anak Balita dibawah 2 tahun.

“Untuk beberapa wilayah yang tidak bisa konsumsi telur ayam, bisa memodifikasi ke Ikan, tapi yang diutamakan adalah Telur Ayam,” ujar Petrus Herlemus.

Sumber anggaran yang digunakan, Herlemus mengharapkan agar Pemerintah Desa dapat mengalokasikan anggaran untuk penanganan stunting tersebut. Menurutnya, selama ini ada anggaran desa untuk stunting tapi tidak efektif dan tidak memadai dalam penggunaanya.

Kadis Kesehatan pun menyampaikan bahwa program “Sahabat Sehat” ini efektif mulai berjalan sejak tanggal 01 November 2021 dan akan dilakukan evaluasi per bulan di tanggal 11.

Pantauan media, kegiatan Peluncuran dan Launching program Sahabat Sehat ini dibuka oleh Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo dihadiri oleh para Camat, Para Kepala Puskesmas dan tamu undangan lainnya. (FD-GN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here