PPAS 2022, Banggar Rekomendasikan Bansos Untuk Mahasiswa Ditunda

0
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo saat Menandatangani Nota Kesepakatan PPAS 2022 Didampingi Wakil Ketua DPRD Sikka, Gorgonius Nago Bapa, Selasa (05/10/2021) Malam

Maumere,GaharuNews.com – Badan Anggaran DPRD Sikka merekomendasikan kepada Pemerintah untuk menunda Dana Bantuan Sosial kepada Mahasiswa sebesar Rp. 1,7 Milyard. Selain Dana Bansos kepada mahasiswa, Dana Biaya Tak Terduga (BTT), Dana Penyertaan Modal kepada Perumda Wair Puan, dan Dana Anggaran Bela Beli Sikka juga ditunda.

Sejumlah point rekomendasi tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dewan DPRD Sikka, sebelum penandatangan nota kesepakatan terhadap Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten Sikka tahun 2022, Selasa (05/10/2021).

Untuk dana penyertaan modal kepada Perumda Wair Puan sebesar Rp. 4,5 milyard, Dana Bantuan Sosial untuk Mahasiswa sebesar Rp. 1,7 milyard, Dana Biaya Tak Terduga (BTT) sebesar Rp. 7 milyard dan Dana Bela Beli Sikka sebesar Rp. 200 juta semuanya ditunda. Sementara pagu anggaran untuk Belanja TPP dan Insentif Honor Daerah sebesar Rp. 44 milyard Rupiah.

Selain itu Banggar DPRD Sikka juga merekomendasikan agar Dana Penyertaan Modal ke Bank NTT Cabang Maumere dikurangi dari Rp. 6 milyard menjadi Rp. 3 milyard. Sisa dana penyertaan modal tersebut, dialokasikan untuk menambah belanja TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) dan insentif Honor Daerah.
Pantauan Gaharu News.com, penandatanganan Nota Kesepakatan terhadap PPAS tahun 2022 telah dilaksanakan, Selasa (05/10/2021) malam, antara Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo dan Wakil Ketua DPRD Sikka, Gorgonius Nago Bapa, meskipun dalam penetapan tersebut masih terdapat defisit sebesar Rp. 21 milyard lebih.

Dalam pidatonya, Bupati Sikka menggambarkan struktur PPAS 2022 dengan pendapatan sebesar Rp. 904 milyard lebih belum termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Insentif Daerah (DID) dan juga DAU (Dana Alokasi Umum). (FD-GN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here