POLDA NTT DIMINTA PENUHI PETUNJUK JAKSA DAN UMUMKAN TERSANGKA BARU ATAS SKANDAL BAWANG MALAKA

0

Kupang, Gaharu News.Com – Petunjuk yang diminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum dipenuhi Penyidik Polda NTT, berkas 9 orang tersangka bawang merah Malaka dikembalikan yang kedua kalinya ke penyidik Polda NTT Tertanggal 9 Juli 2020.

Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAKSI) NTT meminta kepada Polda NTT untuk secepatnya melengkapi petunjuk jaksa sehingga segera P21.

“Berkas tersangka P19 ini sudah bolak balik dua kali mestinya penyidik Polda NTT dan Kejati NTT harus ada ekspos internal untuk mengetahui kekurangan apa yang harus dilengkapi,” terang Ketua Araksi NTT, Alfred Baun, SH kepada sepangindonesia.co.id via seluler (Selasa, 14/07/202).

Dikatakan, secara profesional penyidik Polda NTT harus secepatnya melengkapi petunjuk yang diminta Jaksa Penuntut Umum dan segera mengumumkan tersangka baru skandal bawang Malaka.

“Dengan 8 orang tersangka dibebaskan demi hukum, banyak isu liar bahwa kasus bawang akan SP3 dengan alasan bukti tidak memenuhi. saya secara pribadi tidak yakin, pasalnya penyidik itu sangat profesional tidak mungkin mereka tahan tersangka tanpa bukti yang kuat,” ucap Alfred.

Ia menambahkan, jika JPU masih berpatokan dengan punya petunjuknya dan tidak searah dengan penyidik berkas akan dibolak balik terus.

“Kita berharap untuk penyidik Polda NTT harus berani melengkapi petunjuk jaksa, sebenarnya tidak sulit kok! hanya mungkin saja penyidik tidak berani,” kata Ketua Araksi.

Menurut informasi yang dihimpun Araksi ada sejumlah nama tersangka yang keterangannya belum dilampirkan dalam P19 sehingga belum bisa P21. Sampai saat ini penyidik polda NTT belum melampirkan nama nama tersebut.

“Siapa saja yang di Malaka bisa menjadi petunjuk Jaksa periksa saja ko, kenapa sih harus sili (menghindari) orang orang itu? sehingga secepatnya P21 sebab tersangka sementara berkeliaran karena dibebaskan demi hukum,” pungkasnya.

Sementara itu, Kejati NTT melalui Kasie Penkum, Abdul Hakim, saat dikonfirmasi wartawan, mengatakan, berkas perkara Bawang Malaka sudah diteliti selama 14 hari dan dikembalikan lagi ke penyidik Polda NTT untuk dilengkapi karena belum lengkap.

“Benar berkas perkara dikembalikan 9 Juli 2020 kemarin dulu untuk dilengkapi lagi,” ujar Abdul, Selasa (14/07/2020).

Ketika ditanya apa saja yang belum dilengkapi, Abdul mengatakan, itu materi Jaksa jadi tidak bisa diungkapkan.

“Sesuai petunjuk jaksa peneliti belum lengkap jadi dikembalikan ke penyidik, jika sudah dilengkapi baru P21, untuk naik pada sidang perkara,” tutup Kasie Penkum mengakhiri pembicaraan.

Ditempat terpisah Kabid Humas Podal NTT, Johanes bangun, dihubungi beberapa kali via seluler, belum berhasil memberi keterangan terkait bolak baliknya berkas tersangka Bawang Malaka. [gn/tim]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here