Penuhi Standar Pelayanana PKB Online, Dishub Ngada Sambangi Sikka

0

MAUMERE-GAHARU NEWS.com – Dalam rangka memenuhi standar dalam pelayanan PKB (Pengujian Kendaraan Bermotor) secara online, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ngada, Dominikus Bobi Isu, menyambangi Dinas Perhubungan Sikka untuk melihat secara lansung proses dan mekanisme PKB Online, karena saat ini, Sikka merupakan satu-satunya Kabupaten yang ada di daratan Flores yang sudah layak melakukan pengujian kendaraan bermotor secara online.
Bobi Isu, ketika ditemui Gaharu News.com, di gedung pengujian kendaraan Dinas Perhubungan Sikka, Rabu (22/09/2021), mengatakan, sejak dikeluarkannya surat penghentian pengujian KIR secara manual oleh Kementerian Perhubungan pada tanggal 23 Juli 2018, Dinas Perhubungan Ngada hingga saat ini sudah menghentikan proses pengujian kendaraan bermotor secara manual.
“kami di Ngada, disaat surat dari Kementerian itu tanggal 23 Juli tahun 2018, penghentian KIR secara manual, kami di Ngada hentikan. Jadi di Ngada itu dari tanggal 23 Juli 2018 kita hentikan secara manual,”jelas Bobi Isu.
Dalam proses sampai dengan saat ini lanjut Bobi Isu, pihaknya sedang melakukan program dan kegiatan untuk menjawabi tuntutan sesuai dengan regulasi, tahun ini pihaknya sementara melakukan pembangunan gedung pengujian. Selanjutnya tahun depan pengadaan peralatan pengujiannya. Sementara SDM nya sudah disiapkan 3 orang, ungkap Bobi mengakui.
Lebih lanjut Bobi Isu mengatakan, dengan adanya penghentian pengujian kendaraan ini otomatis semua sumber-sumber lain kita tertutup semua. Ia pun mengatakan alasannya datang di Sikka karena ada beberapa sumber yang bisa diterima setelah numpang uji kendaraan di Sikka.
Namun dirinya menegaskan bahwa yang paling penting dari pengujian kendaraan bermotor ini adalah bukan soal sumber PAD yang bisa didapatkan, tetapi memastikan kelayakan kendaraan untuk beroperasi di jalan. Sehingga penumpang, pemilik kendaraan, sopir dan penggunan jalan lain yang tidak menggunakan alat transportasi juga merasa nyaman.
Setelah itu, kata Bobi Isu, ketika pengujian KIR selesai baru bisa dilakukan ijin trayek dan juga ijin insidentil, maka sumber pertama yang harus dilakukan adalah ijin KIR ini. Sehingga saat ini Dishub Ngada sementara membangun gedungnya, lalu tahun 2022 punya peralatan dan berharap akhir tahun 2022 atau awal 2023 bisa ajukan Kalibrasi dan Akreditasi dari Kementerian Perhubungan, ujarnya.
Selama proses penghentian pengujian kendaraan secara manual, Kadis Perhubungan Ngada, Bobi Isu, menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Lantas Polres Ngada untuk melakukan operasi gabungan setiap 2 bulan, namun tidak untuk menindak mereka yang tidak ada pengujian tetapi menyampaikan kewajiban pemilik kendaraan, sopir dan kernet untuk memastikan bahwa kendaraanya layak untuk beroperasi sambil menunggu Ngada punya alat uji secara elektronik, pungkasnya.
Dengan demikian, lanjut Bobi, masyarakat tidak terlalu berharap bahwa pemerintah yang punya kewajiban, tetapi masyarakat juga harus turut serta untuk itu supaya kepastian kelayakan kendaraan untuk beroperasi dijalan menjadi perhatian bersama antara pemerintah dan juga masyarakat khususnya pemilik kendaraan itu sendiri.
“Jadi kita hentikan pengujian, tapi setiap dua bulan kita lakukan operasi gabungan dan juga sosialisasi di terminal-terminal serta di kecamatan-kecamatan kita sampaikan kepada masyarakat. Memang kita hentikan ini sudah tiga tahun,” tuturnya menambahkan.
Bobi Isu juga mengatakan bahwa selama ini pihaknya belum bisa mengurus ijin trayek karena regulasi sudah menyatakan bahwa kendaraan itu kalau belum dinyatakan layak beroperasi maka tidak bisa keluarkan ijin trayeknya. Untuk itu dirinya berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sikka karena di daratan Flores baru ada di Sikka. Dengan demikian pihaknya berharap agar kendaraan masyarakat Ngada bisa numpang uji di Sikka, sehingga setelah proses pengujian tersebut pihaknya sudah bisa mengeluarkan ijin trayek, ucap Bobi Isu, pria asal Aimere ini.
Sementara itu disaat yang sama, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Sikka, Hilarius Rangga Mesa kepada Gaharu News.com mengatakan, hingga saat ini pihaknya tetap membangun komunikasi dengan semua Kabupaten yang ada di daratan Flores untuk bisa melakukan Uji Kelayakan Kendaraannya di Sikka. Ia pun mengaku bahwa selain Kabupaten Ngada, sudah ada beberapa Kabupaten lainnya yang siap untuk melakukan uji kendaraan di Sikka, jelas Hila Rangga Pria asal Bajawa Utara ini. *(FD-GN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here