Peningkatan Ruas Jalan FA,A-OEULU Sudah Dikerjakan, Diduga Belum Memiliki Ijin Galian C.

0
papan informasi Proyek Peningkatan Ruas Jalan FA,A-OEULU

Rote Ndao,GaharuNews.com – Pekerjaan peningkatan ruas jalan FA,A OEULU (Lapen) yang sumber dananya dari Dana Alokasi khusus (DAK) reguler transportasi pedesaan yang dikerjakan oleh PT. ANEKA SEJATI UTAMA dengan Konsultan perencana PT.ANEKA SEJATI UTAMA Konsultan dan Konsultan Pengawas CV.Desakon Desain diduga tidak memiliki ijin tambang galian C.

Tidak adanya ijin galian C tersebut terungkap ketika awak media mendapatkan informasi Masyarakat yang mengatakan ada pekerjaan proyek jalan yang menurut pengamatan mereka bahwa galian C berupa sertu diambil disekitar proyek ruas jalan tersebut.

Hal senada dibenarkan oleh pemilik tanah galian C tersebut yakni Mikael Toulai warga RT, 01/RW 01 Desa Hundihopo yang mengatakan, dirinya didatangi Operator Exa dan kepala Desa Faifua dengan maksud menghubungi pihaknya selaku pemilik lahan dengan nama lokasi Lutusekola, desa Faifua untuk pekerjaan peningkatan ruas jalan FA,A-OEULU (LAPEN).

Proses Peningkatan Ruas Jalan FA,A-OEULU

Dirinya mengakui bahwa lokasi galian yang digali mempergunakan alat berat oleh kontraktor PT.ANEKA SEJATI UTAMA sudah berjalan Satu pekan lamanya. Selain itu, adik kandung dari Mikael Toulai, yakni Jakob Toulai, kepada awak media mengatakan kalau sertu yang di ambil oleh PT.ANEKA SEJATI UTAMA itu tanah pusaka dan belum mengantongi ijin galian C

“Mereka menawarkan kepada saya, lalu saya bilang kalau demikian maka na kasi saya 2.500.000.00 rupiah, dan langsung di setujui, jawaban pasti dalam menyanggupi permintaan saya,”kata Mikael Toulai kepada awak media.

Selanjutnya Mikael Toulai Ketika ditanyai awak media soal ijin tambang dan amdal dari Dinas teknis apakah sudah dikantongi pihaknya selaku pemilik tanah atau belum? namun dirinya menjawab bahwa dirinya belum mengantongi ijin.

“Saya tidak mengantongi ijin pak, Karena setau saya kontraktor yang urus ijin bukan pemilik tanah dan sampai dengan saat ini saya tidak tahu mereka sudah ada ijin galian C atau belum tapi proyek sudah dikerjakan lebih kurang hampir satu minggu. Lagi pula lahan galian C yang diminta itupun bayarannya cuma 2.500.000.00 jadi saya pikir mereka yang urus bukan saya,”pungkasnya.

Secara terpisah, pemilik CV. PT ANEKA SEJATI UTAMA ketika dikonfirmasi dikonfirmasi lewat WhatsApp Jumat, (18/6/2021) Pukul 19:12 WITA, alasannya Masi ada urusan jadi belum bisa di hubungi

Untuk diketahui Proyek Penyelenggaraan Jalan/Kegiatan Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota. Pekerjaan, Peningkatan Ruas Jalan FA,A-OEULU /LAPEN yang bersumber dari Dana DAK Reguler Transportasi Perdesaan Tahun Anggaran 2021 dengan lokasinya di Kecamatan ROTE TIMUR. Di papan informasinya tidak di cantumkan nomor kontrak. dan tanggal dengan nilai Kontrak, Rp. 2.793.000.108.90 ( Dua Miliar tujuh ratus sembilan tiga juta seratus delapan rupiah dan sembilan puluh sen ) dan Waktu Pelaksanaan 150 Hari Kalender dengan Kontraktor Pelaksana, PT.ANEKA SEJATI UTAMA Konsultan Perencana CV. Desakon Konsultan serta Konsultan Pengawasnya adalah Cv. Desakon.

Selanjutnya ketua komisi C, DPRD Kab.Rote Ndao Petrus Johanis Pelle.S.pd di konfirmasi media lewat telpon seluler mengatan menyangkut dengan tambang ilegal itu adalah tugas dari pihak keamanan untuk mengamankan dan menertipkan kegiatan pelaksanaan proyek yang tidak mengantongi ijin galian C hal ini di tegaskan oleh ketua komisi C.DPRD Kab. Rote Ndao.

ketua komisi C.petrus Johanis Pelle menegaskan,jika pengambilan material galian C untuk pekerjaan Ruas jalan FA,A- OEULU di lokasi yang tidak memiliki ijin pihak berwajib harus amankan.karna tidak sesuai mekanisme.

Hingga berita ini diturunkan Dinas Teknis yang membinangi ijin tambang dan Amdal belum berhasil di konfirmasi berhasil dikonfirmasi.(RM).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here