Meski Ditengah Pandemi, Usaha Ayam Petelur Suka Maju Nebe Tetap Eksis Dan Produktif

0
NONG LEHAN - PENGUSAHA AYAM PETELUR SUKA MAJU, NEBE, TALIBURA, SIKKA

Maumere,GaharuNews.com – Berbagai peluang usaha menjadi sumber penghasilan saat ini. Terutama ditengah kondisi pandemic, masyarakat dituntut untuk pandai melirik peluang usaha agar bisa bertahan bahkan berkembang meski ditengah kondisi sulit.

Seperti yang dilakukan Nong Lehan dan Isterinya Maria Imakulata, pengusaha ayam petelur Suka Maju, Dusun Blawuk, Desa Nebe, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Diketahui Nong Lehan adalah seorang pegiat LSM sedangkan isterinya Maria Imakulata adalah seorang guru ASN di SMK Negeri 1 Talibura.

Kepada media, Jumat (05/11/2021) di tempat usahanya, Maria Imakulata menyampaikan bahwa usaha ayam petelur ini dimulai dengan ayam kampung super yang ternyata produksinya cukup tinggi dan ditambah lagi dengan adanya permintaan yang cukup tinggi dari kelompok PKH (Program Keluarga Harapan).

“Usaha ini kami mulai dari ayam kampung super, dari situ produksinya cukup tinggi, sehingga dari situ kami termotivasi dan mau tidak mau kami coba dulu. Karena ada permintaan PKH melalui agen BRI Link meminta kami untuk mempersiapkan telur untuk program PKH tersebut, maka kami mencoba memulai usaha ini dengan 300 ekor dulu,” ungkap Imakulata.

Usaha Ayam Petelur Suka Maju Milik Nong Lehan dan Maria Imakulata

Menurutnya, usaha ini mereka geluti hanya dengan memanfaatkan lahan sempit di rumahnya, namun dari lahan yang sempit ini mereka mampu meraih omset hingga Rp. 20 juta.

Usaha yang baru mereka rintis ini, dinilai masih tetap produktif meskipun saat ini masyarakat dilanda kesulitan ekonomi. Selain lahan yang sempit kandang pun masih berukuran kecil dengan jumlah ayam sekitar 300 ekor ini masih cukup mampu untuk menjawan permintaan pasar.

“Saat ini permintaan pasar cukup tinggi, bahkan setiap harinya ada saja pelanggan yang datang langsung ke kandang kita, untuk mengorder telur ayam ini,” Ia mengaku bahwa usaha yang sedang mereka jalani ini diawali dengan modal sendiri senilai Rp. 50 juta,” ucap Maria Imakulata.

Meski ditengah kesulitan ekonomi sat ini, usaha rumahan seperti ternak ayam petelur tersebut dapat menjadi salah satu pilihan usaha sampingan bagi masyarakat. Karena, meski dalam kesulitan ekonomi permintaan pasar akan telur ayam masih cukup tinggi di Kabupaten Sikka.(FD-GN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here