LAHAN PERSAWAHAN HANCUR AKIBAT BANJIR, WARGA AEBUBU MINTA PERHATIAN SERIUS PEMERINTAH

0
Adrianus Ria Ratu - Salah satu tokoh muda Dusun Aebubu 1

Maumere,GaharuNews.Com – Pasca Banjir Februari 2021 lalu, sebagian warga Aebubu, Kecamatan Paga memilih untuk merantau. Hal ini terpaksa dilakukan karena lahan persawahan yang selama ini menjadi mata pencaharian mereka hancur akibat banjir.

Bahkan hingga saat ini mereka tak lagi memiliki lapangan pekerjaan, karena keseharian mereka bergantung pada bertani sawah. Untuk itu mereka meminta perhatian serius dari pemerintah.

Salah satu tokoh pemuda, Adrianus Ria Ratu, Kepada media, Rabu (15/09/2021), mengatakan, akibat dari tidak adanya lagi lahan persawahan yang bisa dikerjakan banyak warga yang memilih untuk merantau karena mereka kehilangan pekerjaan.

“Setelah peristiwa banjir pada bulan Februari 2021 lalu, banyak warga yang memilih merantau karena memang mereka tak lagi memiliki lapangan pekerjaan lain selaian bertani sawah,” ungkap Arjun.

Hal ini terpaksa dilakukan karena hingga saat ini tidak ada perhatian dari pemerintah untuk mengamankan lokasi persawahan tersebut. Bahkan sampai sekarang warganya merasa terancam ketika memasuki musim hujan ini, lanjut Arjun dan disaksikan warga lainnya.

Sementara itu, Oskar Gare, tokoh masyarakat Aebubu mengatakan, saat ini sebanyak 85 Kepala Keluarga di RT 03, Desa Persiapan Aebubu, Kecamatan Paga  merasa terancam akibat dari adanya bencana banjir, apalagi mulai memasuki musim hujan. “Dari tahun ke tahun, dari periode ke periode, wilayah saya ini sangat terancam akibat dari adanya bencana banjir,” kata Oskar.

Dikatakan Oscar bahwa, setiap tahun ketika ada banjir maka lokasi tersebut akan terkikis sampai dengan 5 meter dan bahkan saat ini tinggal beberapa langkah lagi sudah berada persis di belakang pemukiman warga.

Dan jika ini dibiarkan terus lanjutnya, maka sekitar 3 sampai dengan 5 tahun kedepan wilayahnya akan habis terkikis oleh banjir. Menurut Oscar yang mereka butuhkan saat ini adalah tanggul pengaman wilayah.

“Areanya sekitar 500 meter. Kami butuh bronjong, sehingga kami bisa aman. Karena setiap kali musim hujan kami harus tunggang langgang lari. Dan kalau sudah terkikis banjir kami mau bangun rumah dimana lagi, ini lokasinya untuk kami bangun rumah. Kami tidak mungkin bangun rumah dimana-mana lagi,” tutur Oscar Gare disaksikan warga lainnya.

Dijelaskan Oscar, terhadap permintaan warga untuk membangun bronjong sudah dilakukan bertahun-tahun dan selalu menjadi prioritas utama. Ia pun mengakui bahwa permintaan itu sudah sejak pemerintahan bupati-bupati sebelumnya.

Terhadap semua persoalan yang dihadapi warga Aebubu tersebut, Silvester Weto, tokoh pemuda asal Aebubu meminta kepada pemerintah untuk segera menyelesaikannya dengan membangun bronjong pengaman wilayah pemukimannya.

“Yang kami butuhkan saat ini adalah perhatian yang serius dari pemerintah dengan membangun turap atau bronjong pengaman wilayah. Karena sejujurnya memasuki musim hujan ini warga Aebubu merasa terancam jika nanti terjadi banjir lagi,” tutur Sil Weto.

Lebih lanjut dikatakan Sil, saat ini sudah banyak warga yang pergi merantau akibat dari kehilangan puluhan hektar sawah yang selama ini menjadi mata pencaharian andalan warga. Untuk itu sekali lagi dirinya meminta dan berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan secara serius persoalan yang dihadapi warga Dusun  Aebubu, Desa Persiapan Aebubu tersebut.  **(FD-GN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here