KISAH KETUA DPD PARTAI HANURA PROVINSI NTT LOLOS DARI SERANGAN COVID-19

0
Drs. Refafi Gah,SH.MPd Ketua DPD Partai HANURA Prov. NTT

Gaharu News.com – Ketua DPD Partai Hanura Provinsi NTT, Refafi Gah adalah contoh salah satu pejabat publik di NTT yang sejak awal mau terbuka kepada publik tentang statusnya yang positif Covid-19. Pria asli sumba dengan perawakan murah senyum ini enggan menutup diri bahwa terpapar Covid-19, agar pihak lain yang pernah kontak erat dengannya bisa lebih cepat melakukan pemeriksaan. Kini, Refafi  telah sembuh dari Covid-19. Selama menjalani masa isolasi mandiri selama 14 hari ditambah lima hari pemulihan, ia mengaku cemas.

Saya telah melewati masa Karantina 14 hari sejak saya terserang Covid 19, sejak 14 Januari 2021 lalu. Selama karantina melawan Covid 19 ini saya merasa hidup dalam kegelisahan karena hari-hari saya penuh dengan kecemasan, apalagi kalau setiap kali saya mendengar bunyi sirene ambulance,kata refafi.

Banyak teman serta saudara-saudara saya yang tidak dapat tertolong nyawanya,karena ganasnya Covid 19,jadi jangan main-main dengan virus ini,bahaya sekali tambah refafi.

Lanjut Ketua Fraksi Partai Hanura Provinsi NTT ini, kecemasan saya menambah karena faktor umur saya yang sudah mencapai enam puluh (60) tahun membuat saya kekuatiran makin tidak karuan lagi,tapi saya percaya Tuhan maha besar tidak meninggalkan saya sendirian, selama menjalani karantina mandiri saya mengalami pergumulan yang luar biasa bersama isteri,anak dan cucu-cucu,mereka berupaya dengan segala macam cara untuk menyembuhkan serangan covid 19 yang hampir merengut nyawa saya.

selama menjalani pengobatan dan karantina banyak sekali dukungan dari berbagai pihak baik teman anggota DPR,teman-teman Pengurus Partai HANURA seluruh NTT dan dari Pegurus DPP yang dimonitor langsung oleh Ketua umum Bapak DR.Oesman Sapta yang selalu tidak henti-hentinya memberikan support dan penguatan pada saya.ucap refafi

Covid 19 hampir benar-benar merenggut nyawa saya,sehingga saya secara pribadi menganjurkan kepada semua masyarakat agar tetap mengikuti prosedur tetap kesehatan yang telah di tetapkan oleh pemerintah yakni; selalu pakai masker,rajin cuci tangan,jauhi kumpul-kumpul masa dan jaga jarak.

Setelah menjalani karantina selama empat belas hari (14) hari ditambah lima hari pemulihan pada tanggal 04/02/2021 saya menjalani SWAB PCR di Laboratorium Prodia Kupang,dan syukur puji tuhan saya dinyatakan sembuh dan negatif.

Hasil Tes SWAB PCR

Refafi Gah mengatakan, saat ini angka peningkatan Covid-19 di kota Kupang sangat tinggi sehingga ia menyarankan kepedulian dari pemerintahan Kota Kupang dan Provinsi NTT agar bisa berkoordinasi dengan baik antara Dinkes dan Puskesmas.

“Ada pasien yang sudah positif, lapor ke Puskesmas namun ditolak karena belum ada surat dari Dinkes dan ketika mereka sudah negatif mereka minta surat keterangan negatif Covid, juga tidak dikasih dengan alasan belum ada surat rekomendasi dari Dinkes. Saya melihat relasi antara Dinkes dan Puskesmas itu kurang bagus,” sebutnya.

Refafi mengaharapkan agar ada koordinasi yang maksimal sehingga tidak terjadi bolong. “Kalau modal pelayanan seperti ini, kita berpikir untuk memutuskan mata rantai Covid-19 itu agak sulit karena yang sudah kena dan positif saja tidak pernah dihubungi untuk dikasih obat. Baik kalau yang kena adalah masyarakat yang punya uang, tetapi kalau masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi maka akan lebih sulit apalagi dia dikarantina mandiri di rumah,” katanya.

Menurut Refafi, jika menginginkan agar pandemi Covid-19 berakhir maka jangan hanya mengharapkan pemerintah saja, apalagi dengan penanganan yang seperti dialaminya. “Mari kita berkumpul dan kita saling membantu, karena kalau model penanganan yang seperti dilakukan Pemerintah sekarang ini yang saya alami sendiri, maka tidak akan hilang Covid-19 ini karena yang sudah terpapar saja tidak dilayani apalagi yang tidak tercatat. Oleh karena itu, saya himbau kepada tokoh-tokoh agama mari kita semua berkumpul sama-sama untuk bisa membantu mencegah Covid-19. Jika ada tetangga, umat kita yang sakit maka kita saling membantu cari obat dan cari vitamin untuk bisa menyembuhkan,” Tutup Wakil Ketua Komisi IV DPRD Prov.NTT.**[gn/tim]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here