Ketua GAPENSI Sikka Minta Jangan Ada By Desain Dalam Persyaratan Pelelangan Pekerjaan

0
Foto
Ketua GAPENSI Sikka, Paulus Papo Belang

MAUMERE-GAHARUNEWS.com – Ketua GAPENSI (Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia) Sikka, mengatakan jangan ada by desain dalam memasang persyaratan pelelangan pekerjaan hanya untuk kepentingan tertentu.

Ditemui dikediamanya, Minggu (29/08/2021), Ketua GAPENSI Sikka, Paulus Papo Belang, mengatakan, soal alat, soal penggunaan peralatan dalam pelaksanaan pekerjaan itu, Perpres tidak menuntut bahwa harus milik. Yang Perpres tunjuk itu, ketika menyusun KAK (Kerangka Kerja Acuan), persyaratan minimal untuk pekerjaan itu harus ada.

Ia menegaskan, apakah itu milik, ataukah itu sewa tidak masalah yang penting dalam pengerjaan itu, persyaratan minimalnya harus ada. Menurutnya, hal itu sudah diatur dalam Perpres terbaru nomor 12 tahun 2021.

Papo Belang lantas mengambil contoh dalam pembangunan Bendungan Napung Gete, dimana pihak pelaksana pekerjaan yakni PT. Nindya Karya (NK), satupun tidak ada milik, semuanya sewa termasuk mobil, eksa, doser, dan untuk pengerjaan hotmix pihak NK menyewa miliknya PT. Nusa Tenggara, pungkasnya.

Karena itu, kata Paulus Papo Belang, jangan juga membuat persyaratan macam-macam yang memberatkan, harus milik, harus milik. Itu adalah trend untuk menseting karena ada kepentingan tertentu, lalu memasang persyaratan yang sulit-sulit untuk memberatkan rekanan lokal. “Jangan ada by desain,” tegasnya.

Berdayakan Kontraktor Lokal Terhadap Proyek yang akan dikerjakan melalui dana pinjaman daerah, Ketua GAPENSI Sikka ini menegaskan untuk tidak boleh menggunakan kontraktor luar.

Hal ini tentunya didasari oleh beberapa alasan yakni pertama, dana pinjaman tersebut akan dikembalikan dengan bunga dan bebannya itu ada pada Pemda Sikka.

Kedua, dana pinjaman itu dari program PEN untuk masyarakat Sikka. Jika pekerjaan ini dilakukan oleh kontraktor luar, maka itu berarti tidak ada pemulihan ekonomi bagi masyarakat Sikka, belum lagi uang hasil kerja ini dibawa keluar dan bangun diluar, ujarnya

Yang ketiga lanjut Papo, ini dana khusus, dana pinjaman, ada beban pengembalian dengan bunga. Yang enak orang luar dan yang beban orang dalam, itu bagaimana. Ia mengingatkan bahwa dengan adanya pinjaman ini, selama 8 tahun banyak proyek yang kosong dan resikonya selama 8 tahun tersebut kontraktor lokal hampir tidak punya pekerjaan.

Karena itu, Ketua GAPENSI Sikka ini meminta agar dalam pekerjaan proyek yang bersumber dari dana pinjaman daerah ini mesti diberdayakan pada kontraktor lokal, pintanya.
*(FD-GN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here