Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia Nyatakan Benar Bupati Sabu Raijua terpilih warga Negara AS, Bawaslu minta Kemendagri tidak melantik Orient P. Riwu Kore

0

Nasional – Ratna Dewi Petaloto, Anggota sekaligus Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran pemilu Bawaslu RI, mengungkapkan pada awak media di jakarta bahwa benar Bawaslu telah mengirimkan Surat Rekomendasi kepada Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) untuk tidak melantik Orient P. Riwu Kore sebagai Bupati Kabupaten Sabu Raijua, selasa (16/02/2021)

Surat Rekomendasi tersebut dibuat dan dikirimkan ke Kemendagri setelah Bawaslu RI menerima Surat Dari Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) Nomor 02992/PK/02/2021/64/10 tertanggal 10 Februari 2021 dan surat dari Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) Nomor 00709 tertanggal 10 Februari 2021 yang dalam isi surat tersebut menyatakan bahwa benar Orient P. Riwu kore adalah warga negara AS.

Menurut Ratna, “Bawaslu berkesimpulan, secara hukum Orient tidak memenuhi syarat menjadi calon bupati setelah ditemukannya status kewarganegaraan ganda (Orient) dari rangkaian hasil pengawasan Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua,”

Ratna mengatakan, “meskipun penetapan pasangan calon (paslon) terpilih telah dilaksanakan berdasarkan Keputusan KPU Kabupaten Sabu Raijua Nomor 25/HK.03.1-Kpt/5320/KPU-Kab/I/2021 tertanggal 23 Januari 2021 lalu, namun adanya keadaan fakta hukum baru tentang Status kewarganegaraan tersebut membuat syarat pencalonan Orient tak lagi terpenuhi”.

“Hal ini sesuai Pasal 7 ayat (1) UU Pemilihan jo. Pasal 4 ayat (1) Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2020, sebagai syarat fundamental bahwa Calon Kepala Daerah harus Warga Negara Indonesia (WNI),” katanya.

Perlu diketahui, Orient sendiri sebelumnya telah ditetapkan sebagai paslon Bupati Kabupaten Sabu Raijua berpasangan dengan Thobias Uly yang diusung Partai Demokrat dan PDI Perjuangan serta telah mendapatkan suara terbanyak sebesar 48,3 persen.

Oleh karena sudah adanya Kepastian dari Kementrian Luar Negeri dan Kedutaan Besar AS “Untuk itu, Bawaslu minta Mendagri tak melaksanakan pengesahan dan pengangkatan Orient sebagai Bupati Kabupaten Sabu Raijua lewat Keputusan Mendagri atas adanya temuan fakta hukum kewarganegaraan ganda tersebut,” ungkapnya.

Ratna juga menambahka, keputusan penetapan paslon terpilih Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sabu Raijua 2020 telah disampaikan kepada Ketua DPRD Kabupaten Sabu Raijua yang telah diteruskan kepada Mendagri melalui Gubernur NTT untuk memperoleh pengesahan pengangkatan dengan Keputusan Mendagri yang hingga kini belum di laksanakan.

Dalam analisa Bawaslu, Ratna mengungkapkan, sesuai Pasal 23 huruf a, b, h atau i UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, jo Pasal 31 ayat (1) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2007, menegaskan apabila seseorang WNI memperoleh kewarganegaraan lain, maka yang bersangkutan dengan sendirinya (otomatis) kehilangan kewarganegaraan, sehingga status sebagai WNI tidak ada lagi. (Gn-Tim)

 

Artikel ini telah tayang di BINATA.ID dengan judul “Bawaslu surati mendagri untuk tidak melantik Orient menjadi Bupati Sabu Raijua”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here