Keluar Dari Polres TTU, Wempi Bria Seran salah satu Korban Pemukulan di Desa Oeolo Kec . Musi Kab. TTU beri keterangan Pers

0
Wempi Bria Seran Korban Pemukulan di desa Oeolo
iklan Selamat Natal dan tahun Baru dari Ketua DPD Partai Hanura NTT Refafi Gah

TTU –  Maximus adolfus Wempidius Bria Seran salah satu korban pemukulan yang terjadi dijalan raya desa Oeolo Kecamatan Musi Kabupaten TTU pada  hari minggu, (6/12/2020), tengah malam, sekitar pukul, 23.18 wita, memberikan keterangan kepada media setelah usai memberikan keterangan di Polres TTU, pagi ini, Senin (7/12/2020)

Iklan Selamat natal Dan Tahun Baru dari Ketua komisi 2 DPRD Kota Kupang

Dalam keterangannya kepada media wempi (sapaan akrab Maximus Adolfus Wempidius Bria Seran) menjelaskan kronoligis kejadian yang di alami dirinya “awal mula kejadian adalah ketika dirinya mendengar informasi bahwa ada kejadian money politik di desa Oeolo, kecamatan Mifu Kab. TTU, bersama beberapa teman dengan menggunakan mobil bergegas menuju ke desa Oeolo”. Ujar wempi.Sampai ditengah perjalanan menuju ke desa Oeolo  ada beberapa oto (mobil) yang sudah dihadang di tengah perjalanan, kemudian ada beberapa orang Tim dari Paket SEHATI yang datang menghampiri oto yang saya (wempi) tumpangi, kebetulan mereka mengenal saya dan ada salah satu orang yang mengatakan wempi lu datang buat apa disini, ini kami baru habis kacau disini, yang di jawab oleh saya, “saya tidak tau, saya mau naik keatas” ungkap wempi.

iklan Ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru dari Ketua Srikandi Partai Hanura Kab. Rote Ndao

Selang dua menit setelah itu datanglah 2 orang menuju oto yang saya tumpangi, lalu kedua orang tersebut langsung menghampiri saya dan salah satunya langsung memukul saya di pelipis dan mencekik leher saya, orang yang memukul dan mencekik saya di oto adalah filus Doki, kemudian orang yang satunya yang bernama melky fernandes menegur saya “Hai nyadu lu datang buat apa disini, lu turun ko kita pi katumu bapa tua (ray Sau Fernandes) yang dijawab oleh saya “saya mau pi katumu bekin apa” kemudian Melki Fernandes langung memiting saya di leher dan memaksa saya turun dari mobil dan berkata “lu turun, lu turun” meski saya tidak mau turun, namun karena merasa kesakitan akibat dipiting akhirnya saya turun dari  oto” setelah turun dari oto, kembali saya dicekik oleh filus Doki sambil berkata “lu ceke di piring abis berak kembali di piring” lalu kemudian mereka berdua menyeret saya ke depan pak Ray sau Fernandes.

Sampai di hadapan pak Ray Sau fernandes Nampak beliau begitu gusar dan hendak memukul saya, namun langsung dilerai oleh polisi yang sudah berada di tempat kejadian, kemudian kami di oto memutuskan kembali ke Kota kefamenanu dan langsung menuju Polres TTU untuk membuat laporan, saya dua kali memberikan keterangan tadi malam, dan juga pada pagi hari ini, senin, (7/12/2020)

Ketika ditanyakan lebih lanjut apakah dirinya (@wempy) sempat melihat kalau Ray sau fernandes ada melakukan pemukulan, Wempy menjelaskan bahwa dirinya tidak tau kejadian sebelumnya, dia melaporkan ke Polisi hanya Terkait dengan kejadian yang menimpa langsung kepada dirinya. “soal kejadian lain saya tidak tau, karna begitu mobil terhadang di tengah jalan, saya langsung mengalami kejadian pemukulan” jelas Wempi (gn/tim)

 

Rekaman wawancara dengan Maximus adolfus Wempidius Bria Seran,  ada pada redaksi GaharuNews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here