KBC Waioti Lakukan Uji Kompetensi Desain Grafis Level 3, Akses Beasiswa Vokasi

0
MARIANUS MILO, S.Kom - Pimpinan Karunia Bunda Course Waioti, Maumere

MAUMERE-GAHARU NEWS.com – Seiring dengan adanya Program Beasiswa Pendidikan Kecakapan Kerja dari Dirjen Vokasi Kemdikbud tahun 2021, Lembaga Kursus Karunia Bunda Waioti, melaksanakan Uji Kompetensi Komputer Desain Grafis Level 3 bagi 40 orang peserta.
Pimpinan KBC (Karunia Bunda Course), Marianus Milo, ketika memberikan sambutan dalam acara pembukaan Uji Kompetensi Komputer Desain Grafis, Rabu (22/09/2021), mengatakan, saat ini KBC telah mengembangkan 5 program pelatihan yakni, Aplikasi Perkantoran, Desain Grafis, Video Editing, Digital Marketing dan juga Website.
“Kami fokus hanya pada bidang IT. IT ini sendiri banyak sekali yang bisa kita latihkan. Saat ini di Karunia Bunda ada sekitar 5 program yaitu, Aplikasi Perkantoran (sudah terakreditasi), Desain Grafis, kemudian kami juga masuk ke Video Editing, lalu saat ini sudah ada Digital Marketing, kami juga sudah ada lisensi untuk membuat pelatihan UMKM untuk Market Place atau Desain Produk, atau Packaging produk dan lain-lain,” jelas Nus Milo.
Menurutnya bahwa program tersebut sudah dijalankan hingga saat ini meski belum ada intervensi dari Pemerintah, baik Provinsi NTT maupun Kabupaten Sikka. Ia mengaku, pihaknya menjalankan lembaga kursusnya tersebut dengan caranya sendiri termasuk dalam mengadakan fasilitas pelatihan dan lain-lainnya.
Dikatakan Marianus, pihaknya coba mengikuti standar kurikulum yang ditetapkan pemerintah, kecuali untuk pengembangan, pihaknya melibatkan industri di daerah, seperti Fun Digital, sembari menguraikan bahwa hingga saat ini sudah 80% tenaga kerja yang dilatih sudah terserap dalam dunia kerja di beberapa percetakan di Maumere.
Lebih lanjut pria asal Malapedho, Ngada ini menjelaskan, di tahun 2014 Kemdikbud memberikan akses ke dalam Dapodik, sehingga saat ini semua peserta sudah teregistrasi di dalam Dapodik. Kemudian pihaknya didorong untuk melakukan proses akreditasi dan diikuti. Marianus mengaku bahwa saat ini pihaknya memiliki 2 sertifikat akreditasi dari 2 Kementerian yakni, Kemdikbud dan Kemnakertrans.
Setelah semua proses diikuti lanjutnya, pihaknya diberi kunci untuk bisa mengakses beasiswa dari Kementerian, sehingga peserta pelatihan tidak perlu datang ikut kursus untuk bayar.
Marianus menambahkan, di tahun 2019 pihaknya diberi akses melalui Kartu Prakerja offline dan bahkan Karunia Bunda menjadi satu-satunya yang lolos di daratan Flores dalam program tersebut. Terhadap ini pihaknya sudah menyiapkan diri secara baik untuk menyelenggarakan program beasiswa dimaksud, karena untuk NTT saat itu kuotanya mencapai 14 ribu peserta yang harus dilatih melalui kartu prakerja.
Namun kata Marianus, program tersebut harus dibatalkan karena adanya pandemi Covid-19, sehingga harus diselenggarakan secara online. Sementara waktu itu pihaknya belum menyediakan platform online maka statusnya dicabut dari mitra prakerja.
Kemudian, dari Kemdikbud tetap melirik dengan memasukan program beasiswa melalui pendidikan kecakapan kerja dan pendidikan kecakapan wira usaha, lanjutnya mengatakan yang saat ini pihaknya lakukan adalah program beasiswa pendidikan kecakapan kerja. Menurutnya, kuota untuk seluruh Indonesia yang harus dilatih di tahun 2021 ini sebanyak 51 ribu orang, ujar Marianus.
Marianus menguraikan bahwa dari 51 ribu orang, yang masuk ke NTT tidak mencapai 500 orang dan untuk Kabupaten Sikka sendiri pesertanya hanya 40 orang saja. Sedangkan di Kabupaten lainnya tidak ada, kecuali Manggarai yang pesertanya hanya 1 orang dari kuota yang disiapkan 30, jelasnya.
Dikatakan Marianus, artinya pemerintah sudah memberikan kita akses dengan memberikan akun untuk bisa masuk langsung ke Kemdikbud tanpa melalui Kabupaten atau Provinsi. Disana kita bisa menyelenggarakan beasiswa berapapun, asalkan lembaga menyiapkan fasilitasnya karena pemerintah belum menyediakan bantuan peralatan, pungkasnya.
Terkait mekanisme pelaksanaan, Marianus Milo menjelaskan, para peserta sudah mengikuti pelatihan kurang lebih 38 hari karena waktunya sudah ditentukan. Semua prosesnya dilaksanakan secara online. Buka dan tutupnya kegiatan direkam langsung oleh Kementerian selama 38 hari.
“Hari ini hari terakhir. Mereka akan menyelenggarakan Uji Kompetensi Nasional besok, Kamis (23/09/2021). Standar untuk Uji Kompetensi Nasional ini memang tinggi sekali. Mereka harus lulus dengan nilai terendah 85. Kalau nilainya 84 mereka hanya dapatkan Surat Keterangan Lulus, kalau mereka dapat nilai 85, mereka akan dapatkan Sertifikat Kompetensi Nasional yang levelnya sama dengan D1. Mereka ini ujian desain grafis di level 3,” jelas Marianus Milo.
Ia menambahkan, pada awalnya ada 89 peserta yang mendaftar untuk mengakses program beasiswa ini, namun yang bisa diterima oleh Kemdikbud sebanyak 40 orang karena pihak Kementerian melihat fasilitas lombanya.
Yang kami latih selama ini sudah banyak, lanjut Marianus antara lain, membuat baliho, brosur, spanduk, packaging produk, vector art dan berbagai macam produk yang bisa dibuat. Dirinya meyakini bahwa semua peserta yang ada sudah siap untuk terjun ke dunia kerja.
Lanjut Marianus menyampaikan bahwa Karunia Bunda Course sudah lolos menjadi tempat Uji Kompetensi Nasional. Saat ini tinggal menunggu Bimtek. Setelah Bimtek, Karunia Bunda Course (KBC) akan menjadi satu-satunya Tempat Uji Kompetensi TIK (Komputer) di daerah Flores.
Dengan demikian siapa saja, yang meskipun tidak mengikuti kursus secara langsung di Karunia Bunda ataupun yang tidak kursus tapi merasa mampu di bidang IT dan ingin mendapatkan Sertifikat Kompetensi dari Kemdikbud bisa mengikuti tes di Karunia Bunda Course tetapi soalnya langsung dari Kementerian, ucapnya mengakhiri. *(FD-GN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here