Kasus Pembunuhan 1 Tahun Yang Lalu Di Desa Oelasin || Pelaku Berhasil Di Bekuk Satreskrim Polres Rote Ndao

0
Press Release Polres Rote Ndao

Rote Ndao, Gaharunews.com – Kasus pembunuhan terhadap Zakarias Nalle pada satu tahun yang lalu di Desa Oelasi kecamatan Rote Barat Daya akhirnya berhasil di ungkap oleh jajaran Reskrim Polres Rote Ndao.

Walaupun laporan polis nomor : tutup /x/2020/SPKT/Sek RBD/ RS RN/ Polda NTT tanggal 1 Oktober 2020 , sudah satu tahun namun akhirnya para pelaku berhasil di bekuk oleh Satreskrim Polres Rote Ndao.

Sesuai Press Release, yang di tanda tangani oleh kapolres Rote Ndao AKBP Felly Hermanto S.IK M.si yang di terima media ini, kronologis kejadian pembunuhan terjadi pada hari Kamis 1 Oktober 2020 sekitar pukul 24: 00 WITA ketika korban Zakarias Nalle pulang dari tempat Mete di rumah nya Johan Pandi Langga bersama dengan saksi Dedi Hariyanto Bessi saat dalam perjalanan pulang ke rumah tepat ketika berada di TKP yang terletak di jln dusun Fau Timur Desa Olelasi, kecamatan Rote Barat Daya, kabupaten Rote Ndao.

Lalu dari arah belakang korban datanglah tersangka Junus Pandi alias Ivan langsung membacok/ Potong kepala bagian belakan korban sebanyak 1 ( satu ) kali menggunakan parang yang membuat korban terjatuh dengan posisi berlutut, korban sempat berkata Beta salah lu apa, lalu tersangka berkata bahwa selama ini lu yang suanggi ( santet ) Beta punya bapa dengan Beta punya adik jadi Katong baru dapat lu.

kemudian tersangka Gotlif Bessi langsung menikam atau menusuk korban dengan Piso sebanyak satu kali dan mengenai bagian belakang korban, pada waktu itu juga tersangka Gotlif mengatakan bahwa lu yang suanggi ( santet ) Beta punya anak.

Dan saat itu korban terjatuh ke samping kanan dan posisi tubuh korban terlentang dan setelah itu tersangka Isboset Liu alias Is mengunakan pisau menyayat atau melukai dahi korban sebanyak satu kali, setelah kondisi korban sudah tidak bergerak lagi atau sudah meninggal Dunia dan langsung tersangka isboset Liu,Gotlif Bessi dan Junus PANDI mengangkat tubuh korban ke bagian dalam sisi kiri jalan raya agak menurun di tempat korban di temukan meninggal dunia kemudian para tersangka meninggalkan korban, dan mengancam saksi Dedi Haryanto Bessi kemudian tersangka Gotlif Bessi menyuruh Yudit Bessi mengambil sepeda motor untuk mengantar saksi Dedi Haryanto Bessi kembali ke rumahnya.

Dari hasil penyelidikan modus yang di lakukan para tersangka menghampiri korban di jalan raya kemudian menghabisi nyawa korban dengan cara membacok kepala korban di bagian belakan mengunakan parang, menusuk korban di bagian belakan dan menyayat korban di bagian dahi korban karena korban di duga sebagai suanggi ( santet)

Para tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHP yang berbunyi barang siapa yang dengan sengaja merampas nyawa orang lain,
sub pasal 351 ayat ( 3 ) KUHP Jo pasal 55 ayat (1 ) ke- 1 KUHP. dengan ancaman hukuman pidana paling lama lima belas Tahun ( 15 THN )

Adapun barang bukti yang berhasil di temukan di TKP berupa :
a.tas pinggang 1 buah
b.uang tumai pecahan seratus ribu rupiah dua lembar.
c.kain sarung satu lembar
d.topi satu buah
e.Henphone Merek Nokia satu buah
f.gelang stenlis warna silfer satu buah
g.senter kepala satu buah
h.akar Bahar satu batang
i.sendal jepit warna biru satu pasang
j.pisau satu bilah
k.baju kemeja satu lembar
l.celana pendek satu lembar
m.1 ( satu ) unit sepeda motor Yamaha Mio JT dengan nomor polisi DH 4935 KC.

Secara terpisah Kasad Reskrim Polres Rote Ndao, Iptu Yanes Jems Mbau.S.Sos mengatakan penangkapan pelaku Gotlif Bessi di tangkap di kantor lantas Polres Rote Ndao ketika mendampingi saudara nya mengurus mobil yang di tilang oleh anggota Sat Lantas Polres Rote Ndao.

Sedangkan tersangka Junus Pandi dan tersangka Isboset Liu di lakukan penangkapan di rumah atau kediaman mereka masing- masing.( Humas Res.RM/ GN )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here