Kasasi Ditolak MA, Peluang GM Obor Mas Lakukan PK Sangat Kecil

0
Anton Johanes Bala,S.H - Praktisi Hukum dan Pemerhati HAM NTT

Maumere,GaharuNews.com – Praktisi Hukum Sikka, Anton Johanes Bala,S.H menilai peluang Obor Mas melakukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan MA sangat kecil.

Ini disampaikannya menyusul ditolaknya upaya kasasi GM Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering dalam perkara gugatan Perbuatan Melawan Hukum terhadap wartawan Karel Pandu dan media lintasnusanews.com.

Ditemui media ini di kediamannya, Jumat (26/11/2021), John Bala menjelaskan, PK hanya terjadi karena dua hal yaitu bila hakim melakukan kesalahan dan bila ditemukan bukti baru atau novum.

“Penilaian saya ini tentunya subjektif. Tapi kan putusan Mahkamah Agung ini menguatkan putusan Pengadilan Tinggi. Di dalam amar putusan pengajuan banding itu menyatakan bahwa putusan Pengadilan Negeri harus dibatalkan,” tegasnya.

Menurutnya permohonan banding dikabulkan karena dalil dan bukti-bukti yang diajukan oleh tergugat dinilai kuat.

Salah satu yang disentil John adalah surat Dewan Pers yang menyatakan persoalan tersebut dinyatakan telah selesai.

“Keputusan Dewan Pers tersebut dapat dimaknai bahwa si wartawan dan media atau para tergugat tidak melakukan kesalahan,” tandasnya.

Putusan Dewan Pers menjadi penting dalam perkara ini lantaran Dewan Pers sebagai wadah yang mengatur insan pers.

Dewan Pers mempunyai kewenangan hukum yang bisa melakukan eksekusi terhadap anggotanya.“Dia itu kan Lex Spesialis, ada mekanisme Lex Spesialis kepada anggotanya,” ujarnya menambahkan.

Dengan adanya putusan itu maka perdata tidak bisa diajukan, kecuali ada kerugian. “Anda dinyatakan bersalah terus implikasi kesalahan anda itu ada mengakibatkan kerugian immaterial atau kerugian lain yang disebabkan oleh perbuatan melawan hukum anda yang diputuskan oleh Dewan Pers bahwa anda melanggar, kalau tidak ada maka selesai, ” ujarnya.

Artinya putusan hakim itu benar, sehingga menjadi sulit untuk mencari alasan yang menyatakan putusan hakim salah.

Terkait novum John Bala berpendapat agak sulit menemukan novum.

“Silahkan mereka mencari novum itu. Tapi bagi saya sulit sekali dalam kasus ini untuk mencari novum, bukti-bukti baru atau saksi-saksi baru yang menunjukkan bahwa apa yang disampaikan oleh wartawan ini adalah berita bohong. Karena sumber beritanya ada, dan sumber beritanya juga termasuk yang dijadikan tergugat,” pungkasnya.

Oleh karenanya, John Bala mengapresiasi putusan MA terutama kecerdasan kuasa hukum tergugat saat mengajukan banding.

Dalam permohonan banding, para kuasa hukum, Lorens Welin dan Alfons Ase, mempertahankan dalil bahwa berita yang diajukan adalah produk jurnalistik yang diatur berdasarkan UU Pers dengan membuktikan dalilnya dengan Surat Keputusan Dewan Pers.

Sementara itu, Kuasa Hukum GM Obor Mas, Marianus Laka mengaku belum bisa berkomentar.

Dikutip dari VoxNtt.com, Kamis (25/11), Marianus menyatakan untuk melakukan PK atau tidak bergantung pada keputusan Frediyanto. (FD-GN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here