KADES TEBOLE GANTI NAMA PENERIMA BLT DENGAN IBU KANDUNG TANPA ALASAN TEPAT

0

Rote Ndao, GaharuNews.com – Senin 13/09/2021 . Merejuk pada surat edaran Menteri Desa,pembangunan daerah tertinggal dan tranmisgarasi Repoblik Indonesia nomor 11 Tahun 2020,tentang perubahan atas surat edaran Menteri Desa,pembangunan daerah tertinggal dan Transmigrasi nomor 8 Tahun 2020,tentang Desa tanggap Covid 19,dan penegasan padat karya tunai Desa pada angka 2 ( dua ) huruf A poin 2 ( dua ) yaitu mendata penduduk rentan sakit, seperti orang tua, belita, serta orang yang memiliki penyakit menahun,penyakit tetap,dan penyakit kronis lainnya.serta mendata keluarga yang berhak mendapat manfaat atas berbagai kebijakan terkait jaring pengaman sosial dari pemerintah pusat maupun pemerintah Daerah baik yang telah maupun belum terimah.

Artinya dari aturan tersebut sudah jelas soal aturan main Desa lakukan pendataan masyarakat miskin yang terdampak Covid 19 bahkan dalam regulasi tersebut juga sudah di jelaskan pada semua Desa bahkan dalam regulasi tersebut juga sudah di jelaskan pada semua Desa bahwa masing – masing membentuk relawan Covid 19 tingkat Desa,yang salah satu tugasnya melakukan pendataan,varifikasi dan falidasi data calon penerima BLT – DD yang bukan penerima PKH,dan penerima BST yang berbasis RT, RW sehingga kemungkinan sedikit terjadi permasalahan dobel data.

Akan tetapi, fakta di lapangan masih di temukan masalah, salah satu nya di Desa Tebole, kecamatan Rote Selatan Kabupaten Rote Ndao provinsi Nusa Tenggara Timur

ada pun nama penerima BLT – DD digantikan oleh ibu kandung kades Tebole yang dengan alasan tidak jelas.

hal ini di sampaikan oleh Dedi Sanu ketika media menemuinya di Desa Tebole, Dusun Daeki  RT 004,RW 002 kecamatan Rote Selatan.

Dedi menjelaskan sejak adanya tanggap Covid 19  yang mana program BLT- DD dari Tahun 2020 sampai dengan awal bulan Januari dan Februari tahun 2021 saya Masi terimah BLT tetapi mulai bulan Maret sampeh dengan bulan Agustus nama saya di ganti oleh ibu kandung dari kades Tebole Messak Yeferson Ndun dengan alasan yang tidak masuk akal.

maka dengan keadaan seperti ini saya merasa kades Tebole mengelapkan hak saya,dan dalam waktu cepat saya akan tempuh jalur Hukum, supaya hal ini jangan menjadi polimik di masyarakat Desa Tebole.

hal ini juga di tambahkan oleh mantan PJ Desa Tebole Keprianus, I.Saudale ketika media penemui di rumahnya membenarkan bahwa Dedi Sanu adalah penduduk asli Desa Tebole bahkan waktu saya PJ Desa Tebole Tahun 2020 dia SK penerima BLT jelas bahkan baru – baru Dedi Sanu ini Masi salah kandidat calon BPD Desa Tebole nah dari mana dia bukan penduduk Desa Tebole maka dari itu saya beranggap Kades Desa Tebole Mesak Yeferson Ndun sudah salah mengambil keputusan.

di benarkan juga oleh kaur keuangan Desa Tebole , Mesri jeferson Sanu bahwa dari Tahun 2020 sampai dengan awal 2021 bulan Januari dan Februari Dedi Sanu namanya Masi ada di SK penerima BLT tetapi mulai bulan Maret sampai dengan Agustus nama Dedi Sanu tidak ada dan di gantikan oleh Orpa Johanis yang mana ibu kandung dari kades.

maka dengan itu saya sebagai kaur keuangan  pertanyakan hal tersebut ke kepala Desa Tebole,karna nama Penerima BLT baru Orpa Johanis tidak ada berita acara tetapi jawaban dari  kades itu hak kepala Desa.

Hingga berita ini turunkan Kades Kades Tebole belum berhasil di konfirmasi.( RM )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here