Judith D’Lorenzo, saksi hidup saling adu Jotos Bupati TTU dan rakyatnya sendiri

0
iklan Selamat Natal dan tahun Baru dari Ketua DPD Partai Hanura NTT Refafi Gah

TTU – Judith D’ Lorenzo Taolin sangat menyesalkan kejadian yang dia saksikan dengan mata kepalanya sendiri, dimana Bupati Timor Tengah Utara, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt di masa tenang jelang pencoblosan, pada tengah malam adu jotos dengan rakyatnya sendiri. Menurutnya, sebagai pemimpin wilayah, bapaknya rakyat TTU (dia, red)harus mampu merangkul bukan malah makin memprovokasi dan menciptakan suasana yang semakin mencekam dengan aksi brutal seperti yang terlihat.

Kronologis kejadian Penghadangan Mobil dan saling Adu jotos antara tim Sukses paket calon Pilkada di Kabupaten TTU di alami dan di lihat langsung oleh kontributor TV. One wilayah TTU Belu, Malaka, Judith D’Lorenzo Taolin.

iklan jangan Golput, Ketua LASMURA NTT Indra Wahyudi Erwin Gah, SE, M.Sc

Jude sapaan akrabnya, Ketika dihubungi media ini melalui telepon seluler menjelaskan bahwa awal mulanya ia mendapat informasi bahwa sore itu, pada hari Minggu 6/12/2020 sekitar pukul.18.00 wita Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes S.Pt, yang juga suami dari Calon Bupati TTU Kristiana Muki dari paket Sehati akan membagi beras kepada masyarakat di dua lokasi, dasar informasi tersebut ia meminta masyarakat untuk menghubungi Panwaslu, karena itu merupakan tugas mereka dalam mengawasi jalannya Pilkada.

“Bisa koordinasi dengan pihak Panwaslu”, jawab Jude.

Iklan Selamat natal Dan Tahun Baru dari Ketua komisi 2 DPRD Kota Kupang

Ia melanjutkan, setelah itu tidak ada kabar yang diterimanya lagi dari masyarakat. Namun malamnya, pukul 22.45 wita saya mendapat telepon dari masyarakat bahwa tim sukses paket Fresh sudah mengepung Raymundus Sau Fernandes di desa Oeolo Kecamatan Musi.

“Itu baru sebatas informasi yang saya dengar. Berdasarkan informasi itu, sayapun mengecek kebenarannya. Lewat seorang teman, kami dapat info akurat bahwa Ray masih berada di TKP dan tadinya sempat ribut dengan timses dari salah satu paket.
Mengingat situasi di sana sudah memanas, desanya agak jauh, sudah malam dan sementara huja deras, sayapun menitip diri ikut teman – teman yang akan ke sana agar saya bisa melakukan tugas peliputan. Kamipun berangkat menggunakan mobil Inova.
Ketika hampir tiba di TKP ada informasi bahwa Ray telah keluar dari TKP dan suasana sudah kembali kondusif. Namun karena sudah dekat TKP, saya harus konfirmasi duluan ke tuan rumah tempat pertemuan sesuai informasi yang saya terima. Apakah benar ada pertemuan – pertemuan tertentu di masa tenang ini antara masyarakat, dengan Ray dan tim Paslon Paket Sehati.

Sebelum sempat menemui pemilik rumah, iring – iringan mobil kami di hadang oleh orang tak di kenal. Mereka turun dari mobil, menghampiri mobil APV putih di depan kami, sedangkan saya bersama salah satu keluarga saya dan enam teman lainnya berada di dalam mobil tepat di belakang mobil APV yang dihadang sehingga saya bisa melihat semuanya dengan jelas. Ada teman yang semobil dengan saya yang kenal mereka. Beberapa nama yang dikenal ada bersama Ray malam itu di tempat penghadangan mobil kami yakni, Raymundus Fernandes, Melki Fernandes, Unu Kale, Le Ray, Goris Ukat, Selus Doki, Mikhael Nggadas, Eman (petugas SPBU km 4). Pada saat itu baru saya melihat dengan jelas, betul Ray Fernades terlibat saling adu jotos, bahkan saya merekam dan melihat secara langsung dia memukul Goris Bana. Ada om Charly Baker juga. Om Charly mau ditarik dari bagian leher oleh Selus Doki. Dan masih banyak lagi orang yang merupakan tim sukses paket Sehati di bawah pimpinan Raymundus Sau Fernades yang juga bupati TTU, ungkap kontributor TV One News ini.

iklan Ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru dari Ketua Srikandi Partai Hanura Kab. Rote Ndao

Jude juga sempat melakukan siaran langsung lewat akun facebook selama beberapa menit, namun dihentikan siaran langsung dengan tujuan agar tidak diketahui keberadaannya karena masa mulai beringas.

“Saya hentikan siaran langsungnya di menit ke tujuh lewat beberapa detik kalau tidak salah. Karena sudah banyak yang datang memukul – mukul kaca mobil depan, samping kiri kanan dan memaksa kami turun. Kaca depan mobil kami retak.

Mereka terus memaksa kami membuka pintu mobil. Kami tetap diam di dalam mobil. Kami berusaha mundur dan keluar dari TKP. Mobil kami mundur perlahan dan mencari tempat untuk bisa keluar. Dalam kecepatan tinggi kami bergerak di tengah hujan yang mulai deras, sampe menyebabkan mobil yang saya tumpangi masuk dalam selokan saat mundur.

Gelap sekali malam itu, entah bagaimana sampai mobil belakang kanan masuk dalam selokan. Saat itu sudah ada beberapa polisi di TKP. Tapi ada beberapa pemuda dari pihaknya Ray terus berlari mengejar kami. Karena ban mobil sudah dalam selokan, teman lain berusaha turun dan bantu mengangkat mobil dari belakang. Saya tidak mungkin sendiri di sana jadi saya berusaha menyelamatkan diri masuk ke pekarangan rumah warga di sekitar TKP. Saya melihat beberapa pemuda mulai brutal menuju mobil kami sambil teriak – teriak. Ya, sayapun turun dari mobil, berlari menuju salah satu rumah warga mau minta bantuan karena mereka (beberapa pemuda)sudah semakin dekat ke arah kami. Disitulah saya terjatuh dan menyebabkan kaki saya mengalami keseleo berat. Ada satu pemuda, kulitnya hitam, berambut keriting panjang sebahu yang terus mengikuti mobil kami dan berjalan mondar mandir mengitari mobil kami tapi saya tidak kenal dia. Saya hanya tau dia tergabung dengan timnya Ray”, kisah Jude.

Lanjut dikisahkannya, selang beberapa menit mobil sudah berhasil dikeluarkan dari dalam selokan dan. Mereka dapat menyelamatkan diri kembali ke Kota Kefamenanu.
Sampai di kota mereka langsung menuju Polres TTU, dan beberapa saat berada disana Judepun sempat membuat postingan video live di facebook yang menunjukan suasana keadaan di kantor polres yang sangat ramai.
Dan karena merasa kurang sehat akibat kaki yang keseleo maka saya memutuskan pulang, hingga saat ini ia belum memberikan keterangan ke pihak kepolisian karena kondisi tidak memungkinkan.

Iklan Himbauan Partai Hanura untuk Pilkada Damai 9 Desember 2020

“Sementara saya masih koordinasi, jika pihak kepolisian bisa ambil keterangan di rumah saya siap memberikan keterangan sesuai fakta di lapangan”, ungkap Jude.

Jude juga menyatakan bupati Raymunduslah yang bertanggungjawab penih atas keributan di TKP.

“Atas semua masalah yang terjadi di TKP, baik itu Kekerasan fisik maupun psikis yang dialami tim sukses dari paket Desa Sejahtera dan Fresh maupun wartawan, yang harus bertanggungjawab adalah Ray. Karena dibawah pimpinannya Ray lah iring – iringan mobil kami dihadang diikuti tindakan kekerasan fisik lainnya. Pengikut – pengikutnya Ray tidak berani bertindak lebih jauh sampai merusak kaca mobil orang jika tidak ada Ray di TKP. Ray memukul orang ditonton tim nya, tim nya merusak mobil orang. Tegas Jude kepada GaharuNews.com, selasa (08/12/20) (JQ/gn/tim)

Rekaman wawancara dengan Jude D’Lorenso Taolin ada pada Redaksi GaharuNews.com

Sebelumnya telah diberitakan media ini :

http://https://gaharunews.com/2020/12/07/diduga-telah-terjadi-tindakan-kekerasan-oleh-oknum-pejabat-di-kab-ttu-di-jalan-raya-desa-oeolo-kec-musi-kab-ttu/

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here