HERI BOKI : PSU REKTOR UNDANA, SOLUSI TERBAIK.

0
Hermanus Th. Boki, Ketua KNPI Provinsi NTT

Kupang, Gaharunews.com – Hermanus Th. Boki Angkat Bicara terkait proses melihat Rektor Universitas Nusa Cendana Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (28/09/2021).

Pemilihan Rektor Universitas Nusa Cendana Kupang mendapat sorotan penuh dari Hermanus Th.Boki Pasalnya Pemilihan Rektor Undana Kupang, sontak mengagetkan publik NTT. Kekagetan dan keheranan publik tersebut terlihat jelas dari berbagai pikiran dan komentar yang berseliweran di media sosial, karen posisi Undana Kupang yang sangat sgtrategis.

Hermanus Th. Boki – aktivis pergerakan dan Ketua Pemuda/KNPI Provinsi NTT kepada Jurnalis bahwa terkait dugaan penyimpangan yang terjadi dalam Pemilihan Rektor Undana Kupang menuturkan.

“Dinamika yang terjadi di Undana yang berujung pada dilakukannya audit oleh Inspektorat Kemendikbudristek, hal ini merupakan catatan baru yang tak lazim, sungguh mengagetkan publik NTT dan akan menjadi preseden buruk bagi kehidupan dunia kampus sekelas Undana Kupang,” Tutur Hermanus.

Lanjut Heri Boki, atas dugaan penyimpangan yang terjadi dalam Pemilihan Rektor Undana dan kehadiran Tim Inspektorat Kemendikbudristek melakukan audit, menyampaikan 5 point penting dan strategis yang harus menjadi perhatian semua pemangku kepentingan di Undana, yaitu :

Pertama, sebagai Ketua Pemuda/KNPI NTT memberi apresiasi atas respons dan perhatian yang diberikan oleh Kemendikbudristek dengan menurunkan/menugaskan tim Inspektorat untuk melakukan audit. Ini tanda awas bagi kita semua, khususnya para pemangku kepentingan di Undana.

Kedua, Panitia harus mampu dan bisa menjelaskan secara transparan ke publik sebenarnya apa yang terjadi dalam proses Pemilihan Rektor Undana, yang berujung dilakukannya audit oleh Tim Inspektorat Kemendikbudristek. Hal ini penting agar publik tidak dibiarkan berasumsi sendiri, sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban kerja-kerja Panitia yang sifatnya terbuka, jujur dan adil tanpa diskriminasi apapun.

Ketiga, Tim Inspektorat Kemendikbudristek jika dalam audit menemukan pelanggaran-pelanggaran atau penyimpangan-penyimpangan dalam proses Pemilihan Rektor Undana, maka harus disampaikan terbuka ke publik dan merekomendasikan kepada Menteri untuk mengambil Keputusan strategis dilakukannya proses pemungutan suara ulang (PSU) Rektor Undana.
Keempat, siapapun yang terbukti terlibat dalam melakukan penyimpangan-penyimpangan pada Pemilihan Rektor Undana, harus diberikan sanksi tegas dan tidak boleh lagi terlibat dalam proses pemungutan suara ulang agar tidak menciderai proses demokrasi dalam pemungutan suara ulang (PSU) Rektor Undana. Anggota Senat dan Clon Rektor sekalipun jika terbukti terlibat dalam melakukan penyimpangan, harus didiskualifikasi.

Kelima, proses persiapan dan pemungutan suara ulang (PSU) Rektor Undana, harus di ambil alih dan di bawah kendali penuh Kementerian untuk meminimalisir terjadinya penyimpangan-penyimpangan serupa dalam PSU sehingga proses demokrasi berjalan bahkan tumbuh subur dalam kehidupan kampus.(Tim/GR).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here