Gubernur NTT,Gereja Harus Dorong Masyarakat Untuk Berdayakan Lahan Kosong

0

Kupang,Gaharu News.Com_Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta gereja untuk terlibat aktif dalam upaya pemberdayaan jemaat atau masyarakat. Termasuk mendorong dan memotivasi masyarakat untuk mengoptimalkan lahan kosong.

“Saya terus dorong gereja untuk berkontribusi bagi pembangunan ekonomi masyarakat. Salah satunya adalah bagaimana memanfaatkan lahan-lahan yang kosong agar jemaat bisa diberdayakan secara lebih baik. Sehingga ekonomi umat semakin membaik dan bisa berkontribusi bagi pembangunan gereja,” jelas Gubernur VBL saat menerima audiensi Pendeta Ani Is Florida Nepa Fahik bersama beberapa utusan dari GMIT Jemaat MIZPA Tetebudale Desa Pukdale Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Rabu (9/2) di Ruang Kerja Gubernur.

Menurut Gubernur VBL, Gereja tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan gedung gereja yang megah, semntara ekonomi jemaat masih terbelakang dan miskin. Pemerintah siap memfasilitasi pemanfaatan lahan kosong ini.

“Benihnya kita siapkan. Begitu juga dengan pupuknya. Pengusaha juga kita datangkan. Bayangkan saja misalnya satu hektar tanah ditanami jagung dan hasilkan misalnya enam ton. Kita ambil harga satu kilogram misalnya Rp. 3.000 saja maka akan hasilkan Rp 18 juta. Dipotong biaya operasional, petani bisa dapatkan untung bersih sekitar Rp. 14 juta dalam 100 hari. Tentu ini akan berdampak juga bagi pengembangan gereja kalau masyarakat sejahtera,” jelas Gubernur Viktor.

Lebih lanjut Gubernur Viktor mengungkapkan saat musim penghujan begini, air pasti melimpah. Tidak ada alasan untuk tidak mengolah lahan.

“Banyak tanah yang masih dibiarkan kosong saat musim begini. Harusnya orang bisa panen banyak. Saya minta semua harus terlibat. Gereja harus motivasi dan dorong masyarakat untuk optimalkan lahannya supaya hidup mereka terangkat. Silahkan berkoordinasi dengan dinas pertanian, peternakan dan perikanan agar semuanya bisa berjalan baik,” kata Gubernur VBL.

Mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu mengungkapkan diperlukan kerja kolaboratif untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Bank NTT kita libatkan, pengusaha kita datangkan, lembaga pendidikan kita libatkan, gereja serta lembaga keagamaan kita dorong untuk terlibat aktif. Kerja kolaborasi seperti ini merupakan kekuatan kita untuk memberdayakan masyarakat,” pungkas Gubernur VBL.

Sementara itu, Pendeta Ani Is Florida Nepa Fahik mengungkapkan GMIT Jemaat MIZPA Tetebudale mengundang Gubernur untuk hadir pada acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Gereja pada 24 April mendatang.

“Kami membangun gedung gereja baru karena gedung yang lama sudah sangat tua dan mulai rusak serta tidak dapat menampung jumlah jemaat yang semakin banyak, ” jelas Pendeta Ani.

Terkait dengan pemberdayaan ekonomi jemaat, pihak gereja dalam sidang gereja telah menegaskan hal ini.

“Kita sudah mulai menggerakan kelompok-kelompok tani karena hampir 99 persen jemaat gereja berprofesi sebagai petani. Rekomendasi hasil sidang gereja juga menegaskan pentingnya pemberdayaan umat.Kami juga akan melaksanakan arahan bapak Gubernur terutama dalam pemanfaatan lahan kosong,” pungkas Pendeta Ani.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Staf Khusus Gubernur, Imanuel Blegur, pejabat dari Biro Pemerintahan dan perwakilan dari Jemaat GMIT Jemaat MIZPA Tetebudale.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta gereja untuk terlibat aktif dalam upaya pemberdayaan jemaat atau masyarakat. Termasuk mendorong dan memotivasi masyarakat untuk mengoptimalkan lahan kosong.

“Saya terus dorong gereja untuk berkontribusi bagi pembangunan ekonomi masyarakat. Salah satunya adalah bagaimana memanfaatkan lahan-lahan yang kosong agar jemaat bisa diberdayakan secara lebih baik. Sehingga ekonomi umat semakin membaik dan bisa berkontribusi bagi pembangunan gereja,” jelas Gubernur VBL saat menerima audiensi Pendeta Ani Is Florida Nepa Fahik bersama beberapa utusan dari GMIT Jemaat MIZPA Tetebudale Desa Pukdale Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Rabu (9/2) di Ruang Kerja Gubernur.

Menurut Gubernur VBL, Gereja tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan gedung gereja yang megah, semntara ekonomi jemaat masih terbelakang dan miskin. Pemerintah siap memfasilitasi pemanfaatan lahan kosong ini.

“Benihnya kita siapkan. Begitu juga dengan pupuknya. Pengusaha juga kita datangkan. Bayangkan saja misalnya satu hektar tanah ditanami jagung dan hasilkan misalnya enam ton. Kita ambil harga satu kilogram misalnya Rp. 3.000 saja maka akan hasilkan Rp 18 juta. Dipotong biaya operasional, petani bisa dapatkan untung bersih sekitar Rp. 14 juta dalam 100 hari. Tentu ini akan berdampak juga bagi pengembangan gereja kalau masyarakat sejahtera,” jelas Gubernur Viktor.

Lebih lanjut Gubernur Viktor mengungkapkan saat musim penghujan begini, air pasti melimpah. Tidak ada alasan untuk tidak mengolah lahan.

“Banyak tanah yang masih dibiarkan kosong saat musim begini. Harusnya orang bisa panen banyak. Saya minta semua harus terlibat. Gereja harus motivasi dan dorong masyarakat untuk optimalkan lahannya supaya hidup mereka terangkat. Silahkan berkoordinasi dengan dinas pertanian, peternakan dan perikanan agar semuanya bisa berjalan baik,” kata Gubernur VBL.

Mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu mengungkapkan diperlukan kerja kolaboratif untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Bank NTT kita libatkan, pengusaha kita datangkan, lembaga pendidikan kita libatkan, gereja serta lembaga keagamaan kita dorong untuk terlibat aktif. Kerja kolaborasi seperti ini merupakan kekuatan kita untuk memberdayakan masyarakat,” pungkas Gubernur VBL.

Sementara itu, Pendeta Ani Is Florida Nepa Fahik mengungkapkan GMIT Jemaat MIZPA Tetebudale mengundang Gubernur untuk hadir pada acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Gereja pada 24 April mendatang.

“Kami membangun gedung gereja baru karena gedung yang lama sudah sangat tua dan mulai rusak serta tidak dapat menampung jumlah jemaat yang semakin banyak, ” jelas Pendeta Ani.

Terkait dengan pemberdayaan ekonomi jemaat, pihak gereja dalam sidang gereja telah menegaskan hal ini.

“Kita sudah mulai menggerakan kelompok-kelompok tani karena hampir 99 persen jemaat gereja berprofesi sebagai petani. Rekomendasi hasil sidang gereja juga menegaskan pentingnya pemberdayaan umat.Kami juga akan melaksanakan arahan bapak Gubernur terutama dalam pemanfaatan lahan kosong,” pungkas Pendeta Ani.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Staf Khusus Gubernur, Imanuel Blegur, pejabat dari Biro Pemerintahan dan perwakilan dari Jemaat GMIT Jemaat MIZPA Tetebudale.(GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here