Gubernur NTT Buka Rakor Percepatan Penurunan Stunting di Labuan Bajo

0
GUbernur NTT Viktor Bungtillu Laiskodat Saat Membuka Rakor Percepatan Penurunan Stunting se-Prov. NTT di Labuan Bajo

Labuan Bajo, GaharuNews.com – Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL)  membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting tingkat Provinsi NTT di Labuan Bajo Manggarai Barat, Senin (11/10/2021)

 Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting dipimpin langsung oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan dihadiri Para Bupati/ Walikota Se- Provinsi NTT, yang dilanjutkan dengan  Rapat Evaluasi Gizi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) yang dihadiri oleh para Kepala Dinas Kesehatan dan para Kepala Bappeda/Bappelitbangda Kabupaten/Kota se-NTT

Dalam sambutannya, Gubernur NTT menekankan bahwa harus ada gerakan kerja nyata dari Bupati sampai ke tingkat desa mulai dari data ibu hamil. Ibu hamil yg mengalami masalah kesehatan dan ekonomi harus diintervensi segera oleh daerah. “Aksi konvergensi artinya adalah kerja bersama–sama, terintegrasi dan terarah”.

Lebih lanjut, Gubernur Laiskodat menyampaikan bahwa kegiatan operasi timbang dan pengukuran harus diikuti dengan intervensi PMT, sanitasi, air bersih dan intervensi lain yang sesuai dengan masalah di lapangan. Harus ada koordinasi bulanan antara Bupati dan Kepala Desa untuk mengetahui data stunting tiap bulan sehingga intervensinya cepat dan tepat. “Jika angka persentase stunting masih ada artinya masih ada balita kita yang stunting dan butuh perhatian lebih dari kita,”tutupnya.

Dalam rapat Koordinasi tersebut Gubernur NTT juga melakukan dialog bersama para Bupati dan Walikota Kupang tentang percepatan penurunan Stunting di Provinsi NTT untuk mengetahui kemajuan, kendala, dan komitmen 22 kab/kota dalam percepatan penurunan stunting

Usai dialog Gubernur VBL menyerahkan Piagam Penghargaan hasil Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Penurunan Stunting yang telah dilaksanakan pada tanggal 9 – II Juni 2021 yang lalu kepada 10 Kabupaten yang dinilai berhasil dalam Kinerja Aksi Konvergensi Stunting.

Kabupaten Rote Ndao berada di peringkat 1 penilaian dengan mendapat Skor 23, diikuti oleh Kabupaten Manggarai Timur diperingkat ke 2 dengan skor 22, selanjutnya berturut-turut Kab, Belu, Kab. Ngada, Kab, Nagakeo, Kab.Sikka, Kab. Ende, Kab. Flores Timur, Kab. Sumba Timur dan Kab. Timor Tengah Selatan.

Selain menerima Piagam Penghargaan, ke sepuluh kabupaten tersebut masing – masing menerima 1 unit Laptop

 Dalam kesempatan tersebut, Bupati Manggarai Timur yang diwakili Sekda Boni Hasudungan, mengucapkan terima kasih untuk kerja Tim Pokja Stunting Manggarai Timur. Sekda Boni menjelaskan bahwa konvergensi stunting merupakan kerja sama lintas perangkat daerah, kecamatan, desa dan lintas sektor secara terintegrasi dalam rangka menurunkan prevalensi stunting melalui pelaksanaan program dan kegiatan yang telah direncanakan.

 Manggarai Timur peringkatnya meningkat sangat signifikan dari peringkat 17 di tahun 2019 dan peringkat 19 di tahun 2020 menjadi peringkat 2 di tahun 2021. Ini menunjukan peran aktif anggota pokja berjalan baik dan koordinasi juga semakin baik. Langkah strategis yang dilakukan diantaranya:

Rapat koordinasi tingkat Pokja Stunting dilaksanakan setiap bulan untuk melaksanakan persiapan rencana kegiatan dan evaluasi kegiatan yang sudah dilaksanakan;

Pelaksanaan terhadap 8 Aksi Konvergensi Stunting dilakukan secara baik dengan melibatkan semua PD penanggulangan stunting;

Pengumpulan data dan informasi dari PD Pokja Stunting untuk diinput dalam aplikasi Bina Bangda;

PD yang tidak mengirim data atau terlambat mengirim data yang sudah diminta, maka Bappelitbangda selaku koordinator aksi konvergensi mendatangi PD bersangkutan secara langsung untuk mendapatkan data;

Selalu melakukan validasi data yang sudah dikirim PD pokja sebelum diinput di website agar data yang diinput benar – benar valid;

Selalu berkoordinasi dengan Bappelitbangda Provinsi, Tim Pokja Stunting Provinsi, dan Tenaga Ahli Percepatan Penurunan Stunting Regional NTT dari Kemendagri untuk meningatkan Pemahaman tentang aksi konvergensi Stunting dan cara menginput data pada aplikasi Bina Bangda.

Selain konvergensi stunting, angka trend prevalensi stunting Manggarai Timur terendah ke-3 di NTT yaitu 13,7% setelah Ngada 11,7% dan Nagekeo 9,2%.

“Terima kasih atas kerja keras Pokja Stunting sehingga peringkat Manggarai Timur untuk Konvergensi Stunting meningkat sangat luar biasa dari Peringkat 21 ditahun 2020 ke Peringkat 2 di tahun 2021, ini pencapaian yang luar biasa dan tentu hasil kerja kolaboratif dari Kabupaten, Kecamatan sampai tingkat desa,” tutupnya. (IAGN/sumber Prokopimda Mabar dan Prokopimda Matim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here