Gelar Simulasi, PMI Kota Kupang Terus Jadi Garda Terdepan Kerja Kemanusiaan

0

Kupang-Gaharunews.com,- Kecelakaan dapat terjadi kapan saja, dimana saja dan pada siapa saja. Agar korban dapat tertolong dengan cepat dan tepat, diperlukan tenaga-tenaga yang terlatih di dalam memberikan pertolongan pertama. Dengan dasar tersebut, PMI Kota Kupang menggelar kegiatan Pelatihan Pertolongan Pertama di Aula Rumah Jabatan Wakil Walikota Kupang, (13/6//22 senin (15/4).

Ketua PMI Kota Kupang, Hermanus Man ketika dikonfirmasi media ini mengatakan, kegiatan pelatihan ini sangat penting, karena tidak semua masyarakat bisa melakukan pertolongan pertama. Untuk itu PMI berharap kepada seluruh peserta agar bisa mengikuti pelatihan ini dengan serius. Selain untuk mempersiapkan tenaga-tenaga yang terlatih, kegiatan ini juga untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan apabila terjadi kecelakaan di lingkungan di tempat kita berada.

Kegiatan simulasi bencana alam ini bertujuan melatih kesigapan relawan PMI Kota Kupang kepada masyarakat agar masyarakat tanggap dalam bencana dan mengajak kepada masyarakat agar peduli lingkungan.

“Kecelakaan atau bencana alam sering terjadi di waktu yang tak terduga, Pertolongan Pertama akan sangat mampu mencegah terjadinya korban jiwa. Karena banyak masyarakat kita yang sering melihat terjadinya kecelakaan, namun pertolongannya bukan membuat korban itu menjadi baik, bahkan sebaliknya karena ketidaktahuan tata cara pertolongan pertama yang benar  maka si korban malah mengalami hal yang tidak baik. Untuk itulah kegiatan yang sifatnya kemanusiaan ini perlu dijalani dengan serius.

Dikatakan, dalam rangkaian acara kegiatan ini para peserta dibekali dengan materi-materi pengetahuan dan berbagai keterampilan mengenai skenario simulasi Pertolongan Pertama serta kesiapsiagaan bencana. Relawan yang tergabung dalam PMI nantinya bersama pihak kepolisian, akan bersama-sama menangani kecelakaan yang terjadi di jalanan. Kemudian menindak lanjuti pengobatan dan penanganan lanjutannya bersama dengan pihak kepolisian.

Pelatihan bersama relawan dan PMI diharapkan bisa mengurangi korban jiwa, dan meminimalisir terjadinya laka lantas di jalanan. “Karena kita PMI, Kepolisian harus selalu bersama dengan masyarakat, untuk menjaga keamanan, ketertiban dan keselamatan di jalanan,” terangnya.

Ia menambahkan PMI Kota Kupang juga sudah ada penandatanganan kerjasama (MoU) dengan Polres Kupang Kota dalam rangka program inovasi pelayanan korban kecelakaan lalu lintas oleh PMI Kota Kupang yang rencananya melalui Tim Ambulance yang akan di bentuk, kemudian akan terpadu dengan bersinergitas antar instansi terkait.
“Sebuah langkah sinergitas dengan instansi terkait penanganan korban kecelakaan lalu lintas secara cepat, yang meliputi proses penanganan korban, pembayaran Jasa Raharja atau BPJS,” katanya.

Dikatakan, diperlukan adanya komitmen bersama dalam mempercepat dan mempermudah layanan tersebut. “Masing-masing instansi mengetahui tugas, sehingga lebih perhatian dan mempercepat pelayanan, ada komitmen sehingga lebih sepaham,” ungkapnya.

Masih Hermanus, kegiatan ini bertujuan untuk menunjukan kepada masyarakat akan pentingnya kesiapan diri masyarakat dan pihak terkait siap tanggap ketika terjadi bencana. “Simulasi ini sebagai tindak lanjut dari pelatihan spesialisasi Pertolongan pertama PMI. “selayaknya masyarakat harus sadar akan pentingnya keahlian pertolongan pertama, baik untuk keluarga maupun orang lain”, jelasnya.

Menurut Dokter Herman Man, sebagai perpanjangan tangan PMI Pusat dan Provinsi NTT di Kota Kupang, akan siap dan selalu menjaga amanah PMI dalam melayani masyarakat sesuai tujuh prinsip dasar gerakan internasional palang merah yakni, kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesatuan, kesukarelaan, dan kesemestaan.

Akhir kata, Hermanus mengatakan, Roh dan jiwa kerelawanan ini adalah jantung organisasi PMI dalam kerja kemanusiaan. Sejak berdiri tahun 1945, saat itu PMI memiliki tugas awal menolong korban perang kemerdekan serta membantu pertukaran tawanan perang. Sampai dengan saat masa pandemi COVID-19, Relawan terus bergerak meringankan beban masyarakat. Saat bencana, krisis kesehatan, dan pada situasi apa pun, mereka adalah garda terdepan kerja-kerja kemanusiaan PMI,”tutupnya.  (Aries Usboko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here