Fraksi PDIP Sebut ROMA Pemimpin Ditengah “Krisis”

0
Nampak Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan Ambrosius Alfonsus Sedang Membacakan Pemandangan Umum Fraksi, Selasa (02/11/2021)

Maumere,GaharuNews.com – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sikka menyebutkan bahwa ROMA merupakan sosok pemimpin yang selalu hadir di tengah krisis.

Situasi Pandemi Covid 19 yang melanda Dunia dan juga Negara Indonesia kurang lebih selama 2 tahun terakhir ini sungguh terasa dampaknya. Dari dampak Ekonomi, Sosial dan Budaya benar-benar membuat situasi Negara ini seolah-olah berada dalam situasi krisis yang menjurus kearah kebangkrutan.

Demikian pernyataan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sikka saat menyampaikan Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021, Selasa (02/11/2021).

Lebih lanjut, Fraksi PDIP melalui juru bicaranya Ambrosius Alfonsus menyampaikan, Negara dibuat tak berdaya akibat Virus Corona. Penerimaan Negara Menurun Drastis, terjadi Pemutusan Hubungan Kerja terhadap tenaga kerja, Banyak Usaha yang gulung tikar.

Pimpinan Dan Bupati Sikka Dalam Sidang Paripurna Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi

Dunia Pariwisata yang adalah sebagai Penyumbang Devisa Negara terbesar mengalami mati suri, Daya Beli dan Pendapatan masyarakat menurun karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Belanja Pemerintah yang adalah penggerak utama ekonomi masyarakat juga mengalami Penurunan yang berdampak. Potret dua tahun terakhir ini adalah gambaran riil nasib bangsa ini yang mana juga dirasakan oleh kita di daerah.

Di Kabupaten Sikka situasi pandemic Covid 19 juga sungguh sangat terasa, Kemampuan Fiskal Daerah kita semakin sulit untuk dapat mengakomodasi berbagai belanja dan kebutuhan baik yang ada di Pos Belanja Operasi (Pegawai) dan juga yang berada pada pos belanja Modal (Kepentingan Rakyat).

Keterbatasan Fiskal Daerah di Sikka sebagai akibat adanya Pengurangan Dana Transfer Daerah dari Pusat selama 2 tahun terakhir ini membuat banyak item belanja yang ada dalam Pos Belanja Operasi harus mengalami Rasionalisasi seperti TPP, Perjalanan Dinas, Belanja ATK, Biaya Perawatan Kantor, Biaya Perawatan Kendaraan Dinas, Honor-honor Kegiatan dan lain-lain.

Begitu juga di Pos Belanja Modal yang langsung bersentuhan dengan Kebutuhan rakyat juga mengalami rasionalisasi Anggaran, Banyak Program Kegiatan untuk masyarakat belum bisa terjawab hanya karena kondisi keuangan daerah kita terbatas.

Kegiatan –Kegiatan di Pos Belanja Modal untuk kepentingan rakyat sebagaimana untuk menjawabi target RPJMD yang bersumber dari DAU praksis sama sekali tidak ada. Dana DAU yang ada sebagian besar hanya untuk membayar Gaji Pegawai dan Refocusing untuk Penanganan Pandemi Covid.

Ekonomi Rakyat sangat sulit, Penerimaan Daerah belum menujukkan angka yang memuaskan, Belum lagi di tengah Situasi Krisis Akibat Pandemi Covid 19 rakyat Sikka dihadapkan dengan Bencana Alam seperti angin Puting Beliung, Badai Seroja yang mengakibatkan Banjir yang merusak tanaman petani serta Fasilitas Umum milik masyarakat seperti Jalan, bendungan, Saluran Irigasi, Jembatan dan lain-lain.

Selain itu kita hadapkan juga dengan merebaknya Virus Babi Afrika “ ASF” yang mengakibatkan ribuan ternak Babi Milik masyarakat Mati.

Sekali lagi inilah Potret Sikka dua tahun terakhir ini, Ibarat Sudah jatuh tertimpa tangga lagi.

Banyak Agenda pembangunan yang telah direncanakan tidak bisa dieksekusi secara maksimal, karena anggaran yang ada harus digunakan untuk mengatasi dan menangani berbagai dampak yang terjadi akibat bencana-bencana tersebut.

Namun bagi Fraksi PDI Perjuangan meskipun di tengah krisis tersebut Pemerintahan di Bawah Nakhoda Seorang Birokrat Tulen yang juga politisi dan Aktifis Koperasi Sejati dan Politisi, Saudara Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos. M.Si dan Saudara Romanus Woga sebagai Bupati Sikka dan Wakil Bupati Sikka mampu melaksanakan Tugas dan amanah yang diberikan rakyat dengan baik.

Hal ini bisa kita gambarkan dengan berbagai prestasi yang diperoleh dan dirasakan oleh rakyat seperti Meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan NTT selama 5 tahun berturut-turut, Meraih Penghargaan dari Gubernur NTT sebagai salah satu Daerah Kabupaten di NTT yang sukses menekan Angka Stunting.

Selain itu berbagai kerja Pembangunan untuk pemenuhan hak-hak dasar rakyat kabupaten Sikka juga telah dirasakan oleh rakyat seperti pemberian beasiswa bagi anak-anak Sikka yang sementara mengenyam pendidikan tinggi di semua perguruan Tinggi se Indonesia.

Jaminan Kesehatan Gratis bagi masyarakat sikka yang berobat di Puskesmas dan rumah sakit milik pemerintah di wilayah Sikka, Pemberian Beasiswa PIP bagi anak-anak SD, SMP, SMA yang adalah hasil Kerja sama pemerintah Daerah Kabupaten dengan Pemerintah Pusat dan Anggota DPR RI Bapak Dr. Andreas Hugo Pareira.

Dimana Kabupaten Sikka selama 2 tahun terakhir ini selalu mendapatkan Kuota Penerima terbanyak jika dibandingkan dengan daerah kabupaten Kota di NTT.

Nampak Anggota Fraksi Hanura Serius Mengikuti Sidang Paripurna Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi, Selasa (02/11/2021)

Pemasangan Sambungan Rumah Listrik bagi Ribuan masyarakat yang tidak mampu, Program Pengembangan Jaringan Air minum bersih di Desa-Desa yang selama ini mengalami krisis air, Pembangunan Fasilitas Kesehatan yang hampir merata di semua desa dan Kecamatan, Pembangunan Jaringan telekomunikasi untuk wilayah-wilayah yang selama ini Blanc Spot hasil kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Komisi 1 DPR RI.

Perluasan Jaringan Listrik di Kampung-Kampung yang selama ini belum menikmati jaringan listrik dari PLN, Bantuan Alsintan Kepada Para Kelompok Tani yang jumlahnya semakin banyak jika dibandingkan dengan tahun – tahun sebelumnya yang adalah hasil kerjasama Pemerintah Daerah dengan Kementeriaan Pertanian RI dan Juga Anggota DPR RI Komisi IV Ibu Julia Laiskodat, Bapak Ansy Lema serta Bapak Dr. Andreas Hugo Pareira.

Ini kerja-kerja besar karena untuk membangun Sikka di tengah situasi krisis seperti saat ini tidak hanya bisa kita andalkan Anggaran dari APBD II tapi juga butuh kerjasama dengan semua pihak baik pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat melalui Para anggota DPR RI dan juga Pihak Swasta yang penting tujuannya untuk kepentingan rakyat dan daerah yang kita cintai ini. (FD-GN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here