Ferdiyanto Sebut Dugaan Tindak Pidana Oleh RKYMG Tak Ada Kaitan Dengan Institusi

0
General Manager Kopdit Obor Mas Leonardus Ferdiyanto Moat Lering Didampingi Pengurus dan Pengawas Ketika Memberikan Klarifikasi Kepada Media, Kamis (11/11/2021)

Maumere,GaharuNews.com – General Manager Kopdit Obor Mas, Leonardus Ferdiyanto Moat Lering menegaskan bahwa dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh oknum RKYMG adalah tindakan pribadi dan tidak ada kaitannya dengan intitusi Kopdit Obor Mas.

“Jika mengikuti pemberitaan dari teman-teman media, bahwa peristiwa ini terjadi pada tengah malam, berarti sudah diluar jam kerja Kopdit Obor Mas. Sehingga sama sekali tidak ada hubungannya dengan institusi Obor Mas,” jelas pria yang biasa disapa Yanto ini kepada media, Kamis (11/11/2021).

Namun, Yanto yang saat itu didampingi para pengurus dan pengawas membenarkan bahwa RKYMG adalah karyawan tetap yang sudah bekerja selama 3 tahun di Kopdit Obor Mas Cabang Pasar Tingkat Maumere.
Demikian juga dengan korban Yohanes Vianey Lidi lanjutnya, tercatat sebagai anggota Kopdit Obor Mas di Cabang Agrobisnis.

Namun demikian Yanto memastikan bahwa antara RKYMG dan korban tidak memiliki hubungan kerja langsung terkait status sebagai karyawan dan anggota, sebab dalam mekanisme kerja Kopdit Obor Mas, setiap karyawan wajib bertanggung jawab melakukan pembinaan terhadap anggota di wilayah kantor cabang masing-masing.

Selain itu tambah Yanto, dari catatan administrasi, korban selama menjadi anggota Kopdit Obor Mas Cabang Agrobisnis diketahui bahwa korban termasuk anggota yang tertib dan tidak ada masalah administrasi keuangan.

“Dari gambaran ini, maka kami menegaskan bahwa antara korban dan pelaku tidak ada hubungan kerja sebagai karyawan dan anggota. Dan dugaan sementara kami bahwa ini adalah persoalan pribadi dan tidak ada urusan dengan Kopdit Obor Mas secara kelembagaan,” ungkap Yanto tegas.

Lebih lanjut kata Yanto, pihaknya mendukung sepenuhnya proses hukum terhadap kasus ini. Secara kelembagaan pihaknya mendukung upaya keluarga dan pihak kepolisian untuk melakukan pengusutan sehingga mendapatkan kejelasan atas peristiwa ini sesuai hukum yang berlaku, tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa terhadap status RKYMG sendiri akan ditetapkan apabila sudah ada keputusan hukum tetap. ”Jika sudah ada putusan inkrah yang menyatakan bahwa RKYMG bersalah, maka kita akan berhentikan sesuai SOP Kopdit Obor Mas, termasuk dengan segala hak dan kewajibannya,” ujar Yanto.

Jadi untuk sementara lanjut Yanto, pihaknya belum bisa memberhentikan RKYMG, karena sekarang yang bersangkutan masih terhitung sebagai karyawan dan masih menerima gaji dan sebagainya.

Kalau sudah ada putusan bahwa yang bersangkutan bersalah maka pihaknya akan memberhentikan yang bersangkutan, terang Yanto.

Sementara itu, terhadap korban yang adalah anggota Kopdit Obor Mas, Yanto mengatakan bahwa, Kopdit Obor Mas berkewajiban memenuhi segala hak korban.

“Semua hak almarhum sebagai anggota seperti sumbangan duka, asuransi Daperma dan lain-lain akan diberikan oleh Kopdit Obor Mas kepada ahli waris. Bahkan kita juga telah mengirimkan karangan bunga sebagai ucapan belasungkawa kepada kelurga almarhum,” pungkasnya. (FD-GN)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here