FASILITAS TERBATAS, SMP KRISTEN AMANATUN UTARA SUKSESKAN GLADI ANBK

0
Pdt.Ivonne N.A Peka, Kepala SMP Kristen 1 Amanatun Utara

Soe,GaharuNews.com _Selama 2 hari berturut-turut, terhitung Senin-Selasa, 13-14/9/2021, SMP Kristen 1 Amanatun Utara sukses menggelar gladi kegiatan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Kegiatan pengganti UNBK yang digelar di ayotupas ini, menghadirkan 72 siswa Kelas 9 yang berasal dari 3 Sekolah, yakni SMP Satap Oeleu (45 siswa), SMP Negeri Noeokan (17 siswa), dan SMP Kristen 1 Amanatun Utara (10 siswa).

Sesuai pantauan media ini, sejak senin 13/9/2021 pagi, terlihat rombongan siswa berseragam putih-biru dalam pelaksanaan Prokes Covid yang ketat mulai memadati halaman SMP kristen untuk mengikuti kegiatan.

Nampak di beberapa sudut halaman dan di ruang guru, terlihat para guru pendamping yang akan mendampingi siswa selama 2 hari.

Sela-sela kegiatan ANBK

Kepala SMP Kristen 1 Amanatun Utara, Pdt. Ivonne N.A Peka, S.Si-Teol yang ditemui disela-sela kegiatan, dengan bersemangat bercerita tentang lika-liku hajatan yang terbilang baru dialami oleh semua peserta.

yah, tentu atas nama SMP Kristen, kami berterima kasih Kepada pihak Dinas P dan K Kabupaten TTS yang mempercayakan SMP Kristen 1 Amanatun Utara, untuk meskipun dengan sarana/prasarana yang terbatas, bisa menjadi fasilitator penyelenggaraan ANBK bagi  3 sekolah” ungkap Pdt. Ivonne mengawali ceritanya.

bahwa memang sejak awal, masalah keterbatasan fasilitas komputer, keterbatasan jaringan internet telah memberi keraguan sendiri bagi pihaknya.

“saya hanya pikir, ini adalah kepercayaan dan tanggung-jawab yang mesti kita sukseskan, dan saya imani bahwa dalam segala keterbatasan, pasti ada jalan keluar ; makanya saya merasa bersyukur dengan peran rekan-guru yang sangat maksimal mengurus kegiatan ini, timpal wanita yang kesehariannya juga sebagai Ketua Klasis Amanatun Utara ini.

Ditanyai seputar apa saja hambatan serius yang dialami selama pelaksanaan kegiatan ini, Pdt. Ivonne spontan menuturkan bahwa sebagaimana yang terjadi, pihaknya mencatat 4 hambatan serius dalam pelaksanaan kegiatan gladi ANBK ini yakni, kekurangan sarana komputer, keterbatasan server, jaringan internet yang labil, dan listrik yang tiba-tiba padam ;

“memang kalau cuma siswa SMP Kristen sendiri, sebenarnya jumlah komputer cukup, tapi karna kami harus memfasilitasi juga 2 sekolah maka terpaksa kami pinjam, dan untuk itu kami berterima kasih kepada sekolah-sekolah yang bersedia meminjamkan sarananya, timpal Pdt. Ivonne.

Dengan digelarnya kegiatan ini, maka pihaknya sangat mengharapkan dukungan pemerintah dalam memfasilitasi Sekolah dengan sarana penunjang IT yang memadai, dan tentunya perlu berkoordinasi dengan para pihak dalam hal ini perusahaan telekomunikasi dan PLN agar saat hari-H jangan sampai terjadi masalah teknis seperti ini.

Di tempat terpisah, Selviana Abuk, SPd sebagai proktor SMP Kristen Amanatun Utara yang berfungsi sebagai operator ANBK mengaku senang, karna meskipun awalnya semua serba terbatas namun akhirnya semua boleh berjalan dengan baik.

“memang sebagai proktor, kita juga ikut belajar banyak hal namun dalam pengalaman ini saya rasa kami butuh semacam pelatihan terlebih untuk urusan tehnisinya, kisah Guru IPA SMP Kristen 1 Amanatun Utara ini.

Sementara itu, Adel Timo salah satu siswa asal SMP Satap Oeleu ketika diminta tanggapannya mengatakan bahwa rata-rata dia dan teman-temannya baru mengenal komputer sehingga butuh lebih banyak belajar, dan berkaitan dengan soal ANBK juga menuntut mereka perlu banyak belajar agar bisa sukses dalam pelaksanaannya nanti.

**[gnTim]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here