Dua Kali Kunjungi SDN Klatang, Wens Wege Minta Dinas PKO Segera Perbaiki

0

MAUMERE-GAHARUNEWS.com – Dunia pendidikan di Indonesia masih sangat memprihatinkan. Masih ada bangunan sekolah berstatus negeri di Kabupaten Sikka, NTT, kondisinya sangat memprihatinkan. Mirisnya lagi para siswa belajar dengan beralaskan tanah. Dan fasilitas penunjang kegiatan belajar dan mengajar (KBM) masih sangat minim.
Salah satu sekolah yang mengalami kondisi ini adalah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Klatang, yang terletak didaerah terpencil di dusun Watubura, Desa Nebe, kecamatan Talibura, kabupaten Sikka, NTT.


Kepada Media, Senin (06/09/2021), anggota DPRD Sikka dari Fraksi Hanura, Wenseslaus Wege merasa prihatin melihat kondisi bangunan SDN Klatang. Dirinya meminta Dinas PKO Sikka untuk memperhatikan sekolah tersebut.
“Saya berharap segera diperbaiki bangunan sekolah ini. Setidaknya dialokasikan juga anggaran untuk memperbaiki ruang kelas yang masih beralaskan tanah, jendela dan pintu tidak ada. Saya akan perjuangkan itu. Jangan sampai mengganggu kegiatan belajar mengajar peserta didik,” ucap politisi Hanura ini.
Sementara itu, salah satu guru honor daerah (Honda) SDN Klatang, Yasintus Lake menuturkan bahwa SDN Klatang ini didefenitifkan oleh mantan Bupati Yoseph Ansar Rera pada tanggal 11 September 2014.
“Sekolah ini adalah sekolah negeri tetapi kelihatannya seperti bukan sekolah negeri. Karena kami disekolah masih Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2012, ” ujarnya.
Menurut Yasintus, SDN Klatang ini pernah dikunjungi oleh Kepala Dinas PKO bersama staf pada acara perayaan hari ulang tahun sekolah dua tahun yang lalu.
“Waktu Pak Kadis PKO kunjung ke sekolah ini kami minta masuk guru PNS sebanyak 3 orang. Kami juga  sampaikan terkait dengan kondisi gedung sekolah ini tetapi anggarannya tahun kemarin terpangkas karena covid sehingga kami tidak dapat, ” ungkapnya.
Selain Kadis PKO yang berkunjung ke SDN Klatang, lanjut Yasintus Bupati Sikka Bapak Robi Idong juga pernah melewati sekolah kami pada saat kunjungan perdananya ke Desa Persiapan Wai Paar.
Sementara anggota DPR Kabupaten Sikka yang kunjung ke SDN Klatang ini hanya Pa Wens Wege. “Bapak Wens Wege ini sudah dua kali kunjung ke sekolah kami, ” kata Yasintus.
Yasintus berharap kepada pemerintah dan DPR agar bisa memfasilitasi dengan baik sarana dan prasarana bagi penerus bangsa ini untuk menunjang proses belajar dan mengajar.
Menurutnya, penggunaan ruang kelas saat ini memang belum layak untuk melakukan kegiatan belajar dan mengajar setiap hari karena masih beralaskan lantai tanah tanpa pintu dan jendela.
“KBM setiap hari 2 kelas, kami bagi sekat pertama untuk kelas 3 dan kelas 4. Sekat yang ketiganya untuk kelas 1 dan 2. Kelas 6 di gedung sebelah, ” kata Yasintus.
Sementara untuk ruang kepala sekolah dan ruang guru kami hanya memilik 1 ruangan, yang terbagi atas 5 sekat yaitu ruang guru, kepala sekolah, ruang perpustakaan, ruang buku, dan gudang.
Untuk mebeler, jelas Yasintus saya sudah perjuangkan melalui musbangdes tapi belum ada jawaban sampai sekarang. Ke dinas PKO juga kita pernah sampaikan tapi belum terjawab sampai sekarang.
“Selama KBM siswa kami hanya memiliki 4 kursi dan 4 bangku. Jumlah murid setiap kelas paling tinggi 10 orang, Paling sedikit 7 orang. Jadi kalau ada siswa tidak dapat bangku kami minta komite untuk bikin bangku darurat, ” ujarnya.
Ia menyebut, jumlah guru di SDN Klatang ada 10 orang diantaranya 5 orang PNS, 1 orang honor daerah, 3 orang honor komite dan 1 orang operator sekolah. Sementara jumlah siswa ada 56. Jumlah rombel ada 6. *(FD – GN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here