DPRD NTT Minta Panitia Pilkades Kembali ke Jalan yang Benar

0
Refafi Gah, Ketua DPD Partai Hanura NTT

*Jawaban Tak Sesuai SE Asisten I Setda Sumba Timur

KUPANG, GaharuNews-Kasus dugaan pelanggaran dalam tahapan Pemilihan Kepala Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur mendapat sorotan dari DPRD NTT.

Dalam surat balasan panitia pilkades atas protes yang dilayangkan bakal calon kepala desa Palakahembi Lodoweyk Dima Lulu, panitia dinilai tidak berdasar. Dalam jawabannya, panitia menyebut, Lodoweyk dicoret dari bakal calon karena tidak memenuhi syarat administrasi, yakni SK Pensiun dari ASN.

Padahal menurut Lodoweyk, dalam Surat Edaran (SE) Asisten I Setda Sumba Timur huruf (l) sudah jelas terkait syarat untuk balon kades. Yakni, bagi ASN yang mengajukan pensiun dini untuk mendaftar sebagai bakal calon kades, dapat meminta surat keterangan dari BK&PSDMD Kabupaten Sumba Timur yang menyatakan sedang proses SK Pensiun (karena proses penerbitan SK Pensiun oleh Badan Kepegawaian Negara kurang lebih enam bulan).

Menanggapi polemik yang terjadi di Sba Timur tersebut, Anggota DPRD NTT Refafi Gah angkat bicara. Menurut politikus Partai Hanura itu, panitia pilkades harus jujur dan adil dalam setiap tahapan pilkades.

Refafi yang terpilih dari daerah pemilihan Sumba itu menegaskan, ketua panitia pilkades Palakahembi Abraham Bureni harus bekerja sesuai aturan dan menunjukkan contoh yang baik, apalagi Abraham Bureni adalah pendeta yang masoh aktif. Apalagi, lanjut dia, Lodowyk juga bagian dari jemaat yang dilayani Pdt.Abraham Bureni.

“Dia juga harus berkata sangat jujur. Kalau tidak jujur, pasti sebagian dari jemaatnya bisa murka pada Pak Pdt.Abraham Bureni. Mengapa? Dodi (Lodoweyk) juga minimal pernah berbuatlah di jemaat itu, tetapi karena beliau (panitia) menjunjung tinggi demokrasi dan harus jurdil, makanya panitia mengambil keputusan menggugurkan saudara Lodoweyk Dima Lulu tanpa beban, itu luar biasa. Dan, Lodowiek Dima Lulu mengambil sikap untuk menyelesaikan lewat jalur hukum itu tepat, agar bisa dibuktikan kejujuran panitia, terutama ketua panitia dalam memutuskan itu, betul-betul tidak ada intervensi oknum-oknum dari luar,” tandas Refafi.

Anggota Komisi IV DPRD NTT itu tegaskan lagi, harusnya semua pihak tenang dan netral. Tidak perlu mengkambinghitamkan satu sama lain. Apalagi semua mendukung Penguasa yg ada. Jangan memecah belah kebersamaan yang ada.

“Harapan saya semua pihak harus bisa selesaikan dengan kepala yang dingin.  Semua kita bersaudara. Jangan ada oknum yamg merasa super karena semua ada waktunya. Mari kita mendidik masyarakat agar jurdil tapi jangan memberikan contoh yang buruk pada masyarakat,” ajak Refafi yang juga Ketua DPD Hanura NTT itu.

Dia contohkan, pemimpin-pemimpin kita yang selalu berada pada keseimbangan semua suku agama, telah mewariskan contoh yang baik pada kita semua. Mari kita berbuat yang jujur seperti mereka. Jangan kita merusak citra mereka. Siapapun yang tidak adil, tidak jujur, pasti dibenci masyarakat,” tegas dia

“Marilah kita kembali ke jalan yang benar, dengan mengatakan ya di atas yang ya, tidak di atas yang tidak. Masyarakat harus bisa bersuara dan pasti didengar pemimpinnya,” imbuh dia.

Sebelumnya diberitakan media ini, panitia pilkades Palakahembi menetapkan calon kades pada 21 Juli 2021. Namun keputusan tersebut mendapat sanggahan dari Lodoweyk sebagai balon yang tidak diloloskan sebagai calon. Padalah dalam tahapan seleksi administrasi dan seleksin tambahan, Lodoweyk mendapat poin tertinggi ketiga dari enam balon.

Merasa tidak adil, Lodoweyk mengajukam surat keberatan ke panitia, polisi, DPRD dan pemda Sumba Timur.(gr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here