Digrebek polisi wartawan lari pontang panting

0

Rote Ndao – Gaharu News, Seorang wartawan media cyber terpaksa harus lari, disaat polisi melakukan penggrebekan Rabu (24/3). Pasalnya, oknum wartawan berinisial HG, disinyalir sedang bermain judi poker di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rote Ndao.

Penggrebekanya bermula dengan adanya informasi yang diperoleh oleh anggota Kepolisian Resort (Polres) Rote Ndao. Yang menyebutkan bahwa, di dalam gedung tersebut sedang berlangsung permainan judi, antara beberapa orang, yang salah satunya adalah oknum wartawan tersebut.

Tim gabungan yang terdiri dari Buru Sergap (Buser), Reserse dan Kriminal (Reskrim), serta intelkam langsung mengepung gedung yang digunakan untuk memperjuangkan nasib rakyat. Tak ayal, oknum wartawan itu langsung lari ketakutan dengan sepeda motornya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, sekira pukul 20.43 wita, saat hendak kepergok anggota polisi, oknum tersebut berhasil kabur. Rupanya, dia sudah mengetahui akan digrebek.

“Waktu polisi datang beta (saya) tidak tau apa-apa. Karena posisi waktu itu beta (saya) sedang tidur di mobil,” kata Geri Polin, seorang sopir yang katanya ditanya polisi di seputaran gedung DPRD.

Informasinya, oknum wartawan tersebut berlagak seolah sedang melakukan kegiatan peliputan terhadap aktifitas penggrebekan. Yang kemudian, dari lagaknya itu, dia berhasil mengelabuhi polisi dan berhasil kabur, dengan sepeda motornya.

Berselang beberapa saat, aknum tersebut akhirnya dibekuk polisi, di seputaran kampung biru, tak jauh dari gedung DPRD. Yang diketahui, dihubungi oleh salah seorang anggota polisi.

Di kantor polisi, beberapa pelaku sedang menjalani pemeriksaan, yang dilakukan secara terpisah di beberapa ruang. Jumlahnya sekitar empat terduga.

Di kantor Polisi pun, HG, seolah ingin menepis keterlibatan dirinya dalam penggrebekan itu. Dia malah berjalan mondar-mandir, yang sesekali bercanda-gurau dengan anggota Polisi yang sedang piket.

Bahkan, menurut penuturan salah seorang rekan wartawan, HG, mengaku kalau dirinya tidak tahu menahu dengan peristiwa penggrebekan. Dan ingin membalikan kenyataan, seolah dirinya tidak terlibat di dalamnya, sewaktu berpapasan dengan HG, di salah satu ruang di Mako Polres Rote Ndao.

“Saya tidak tahu, karena saya juga baru datang,” kata wartawan itu, meniru ungkapan HG, yang tak ingin disebutkan identitasnya.

Di kantor Polisi, diketahui ada yang menjalani pemeriksaan di ruang Administrasi dan Tata Usaha (Mintu), di ruang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan ruang Pidana Umum (umum). Dan pemeriksaanya dilakukan hingga pukul 01.05 wita, Rabu (25/3) dini hari.

“Belum, saya belum dapat laporan, karena anggota masih lakukan pemeriksaa. Dan saya mau laporkan ke Pak Kapolres,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Rote Ndao, IPTU James Mbau, langsung masuk ke dalam mobilnya.

Walau belum ada keterangan resmi yang disampaikan pihak kepolisian, terkait penggrebekan tersebut, namun, telah beredar luas bahwa, sebanyak 5 orang yang dibekuk polisi. 3 diantaranya merupakan anggota DPRD, satu ASN dan oknum wartawan. **(TB)/gn.tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here