Demo Cipayung, Murni atau ditunggangi Politisi anti VBL

1

GaharuNews – Kupang, Media sosial hari ini, kamis, 02 september 2021 dihebohkan dengan aksi demo kelompok Cipayung yang digelar di depan Polda NTT, terkait dengan kegiatan pelantikan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) oleh Bapak Gubernur NTT di Desa Otan Pulau Semau Kabupaten Kupang yang dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus 2021 lalu.

Muncul tanggapan terkait dengan aksi kelompok Cipayung tersebut, yang mempertanyakan apakah aksi yang dilakukan merupakan aspirasi murni ataukah telah ditunggangi oleh politisi yang kontra terhadap kepemimpinan Gubernur Nusa Tenggara Timur Victor Bungtilu Laiskodat.

“Soal semau terlalu banyak narasi negatif terhadap apa yang dilakukan oleh Gubernur NTT, padahal kegiatan tersebut sangat positif guna membangkitkan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi NTT, kalau hanya melihat penggalan video dan foto-foto yang beredar di media sosial, maka rusaklah, orang-orang bodoh membangun narasi, coba kalau video dan foto-foto kegiatan tersebut secara utuh maka persepsi mereka akan berbeda pastinya” Ungkap Prof. Alo Liliweri melalui pesan whatsapp kepada Gaharu News.

Hal senada juga di ungkap Ketua Fraksi HANURA DPRD Prov. NTT Bapak Refafi Gah bahwa kegiatan yang dilakukan di Desa Otan pastinya sudah mengikuti aturan PROKES yang berlaku, dan acara yang dilaksanakan itu sangat penting bagi masyarakat NTT, dimana saat ini masyarakat butuh tindakan real dan cepat untuk pemulihan ekonomi di masa pandemi seperti sekarang ini.

Sedangkan menurut Ketua Ormas Garuda Kupang Max Sinlae, “apa yang dilakukan oleh rekan-rekan mahasiswa merupakan wujud dari penyampaian aspirasi yang juga merupakan bagian dari suara rakyat yang tidak tersampaikan kepada Pemerintah dan saya paham itu”, akan tetapi apa yang dilakukan rekan-rekan mahasiswa sebaiknya kita juga melihat maksud dan tujuan dari kegiatan Pemerintah tersebut membantu percepatan dan perbaikan perekonomian di masa pandemi. Selanjutnya Max mempertanyakan “kenapa justru muncul kelompok lain yang sebenarnya tidak perlu hadir karena malah menambah kerumunan di zona merah dan makin memperkeruh suasana aksi demo tersebut, yang seharusnya aksi tersebut menjadi tanggung jawab aparat yang berwenang” tegas Max.(IA/gn/tim)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here