DEMI NASIB KAUM TANI, MAHASISWA TURUN KEJALAN

0
Koordinator Umum Aksi Di Depan Kantor Gubernur NTT, Fransisco Tukan

Kupang,GaharuNews- Dihari Tani Nasional mahasiswa Kota Kupang yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat NTT kembali turun kejalan untuk memperjuangkan nasib tani se-Indonesia, Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat (24/09/2021).

Koordinator Umum Aksi, Fransisco Tukan, ketika dijumpai Jurnalis Gaharu setelah aksi Mimbar bebas didepan Kantor Gubernur NTT, Ia beber kan kepada Jurnalis bahwa masa aksi mimbar bebas yang tergabung dalam Front Peduli Rakyat NTT adalah dari berbagai kelompok orang muda yang ada di Kota Kupang.

“Yang tergabung dalam masa aksi hari ini adalah terdiri dari 4 Organisasi Yaitu, Front Mahasiswa Nasional (FMN), Ikatan Mahasiswa Nusa Lontar (IKMAR-NTT), Serikat Perempuan Indonesia (SERUNI) dan HIPANARA, serta keterlibatan pribadi rekan – rekan mahasiswa lainnya,” tutur Korlap.

Lanjutnya menjelaskan bahwa mereka yang tergabung dalam FPR NTT memiliki tujuan yang sama sesuai Thema Aksi bahwa untuk “Menyatuhkan Perjuangan Seluruh Sektor Rakyat, Menentang Monopoli dan Perampasan Tanah”.

“Kami punya tujuan yang sama, bahwa untuk Menyatuhkan Perjuangan Seluruh Sektor Rakyat, Menentang Monopoli dan Perampasan Tanah,” tuturnya.

Tak hanya itu Fransisco, sapaan akrab Fren juga memberkan poin – poin tuntutan Mereka.

Satu ; Batalkan pembangunan Geothermal di Sanonggoang, Manggarai Barat.

Dua; Pemerintah propinsi harus bertanggung jawab atas penggusuran sepihak
terhadap masyarakat Pubabu.

Tiga; Segera Sahkan UU penghapusan Kekerasan Seksual.

Empat; Wujudkan reforma agraria sejati dan industrialisasi nasional.

Lima; Hapus UU cipta kerja.

Enam; Cabut UU no. 12 tentang pendidikan tinggi.

Tujuh; Stop kriminalisasi aktivis dan petani yang berjuang.

Delapan; Hentikan Upaya Relokasi terhadap masyarakat Papela, Kabupaten Rote Ndao.

Sembilan; Sahkan RUU PKS.

Sepuluh; Sahkan RUU Masyarakat adat.

Sebelas; Wujudkan pendidikan yang ilmiah dan mengabdi pada rakyat.

Dua Belas; Naikan harga komoditi pertanian.

Tiga Belas; Bebaskan 8 masa aksi FPR Nasional sekarang tanpa syarat.

Fren Berharap adany itikad baik dari pemerintah terhadap poin – poin tuntutan yang ada.

“Kami berharap pemerintah memiliki itikad baik untuk segera memperhatikan nasib – nasib kaum Tani seluruh Indonesia khususnya di NTT dan hentikan Pemerasan tanah milik rakyat Jelata serta memperhatikan secara baik poin – poin tuntutan yang ada,” harap Fren Sekaligus menutup pembicaraannya. (GR/AM).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here