Ben Isidorus ,Kunjungan DPRD NTT di SMAN I Nekamese untuk melihat langsung aset pemerintah NTT.

0

Kupang, GaharuNews.Com-Komisi III DPRD NTT melakukan kunjungan di SMAN I Nekamese Kabupaten Kupang beberapa pekan lalu untuk melihat secara jelas persoalan perselisihan aset Provinsi Antara tuan tanah dengan pemerintah provinsi NTT.

Menurut Ben Isidorus saat ditemui Gaharu News.com di kediamannya, Liliba Senin(24/8/2021) mengatakan hasil kunjungan yang dilakukan oleh Komisi III DPRD NTT untuk meninjau langsung lokasi dan menjelaskan secara baik duduk persoalan penyerahan tanah kepada pemerintah Provinsi NTT untuk dibangun sekolah SMAN I Nekamese Kabupaten Kupang

Menurut Ben proses penyerahan tanah untuk pembangunan sekolah SMAN I Nekamese merupakan kesepakatan masyarakat adat dengan pemerintah Kabupaten Kupang. Dengan Menyerahkan tanah seluas 1,7 ha
untuk pembangunan sekolah namun dalam perjalan setelah disertifikasi tanah berkurang menjadi 1,1 ha3.

Lanjut Ben Masalah yang kedua adalah Perjanjian pemilik lahan dengan pemerintah Kabupaten Kupang (Camat) pada waktu itu agar anak-anak dari pemilik lahan diangkat menjadi pegawai Negeri sipil (PNS).

Bagi Ben perjajian ini tidak mungkin dijalankan sebab menjadi PNS itu tidak mudah untuk saat ini karena pengangkatan PNS harus mengikuti proses seleksi CPNS yang panjang sehingga kesepakatan ini otomatis bertolak belakang dengan regulasi.

Keingin tuan tanah untuk anak anak mereka menjadi PNS yang mendorong mereka untuk datang ke dinas Pendidikan provinsi NTT untuk mempertanyakan kesepakatan pada waktu itu .Namun kedatangan mereka juga sudah dijelaskan secara baik oleh dinas pendidikan NTT terkait mekanisme pengangkatan PNS.

Dari dua persoalan tersebut “kita sudah mendorong kepala sekolah dan dinas pendidikan NTT untuk segera lakukan langkah langkah persuasif dengan tuan tanah, tokoh adat dan tokoh agama agar masalah tersebut dapat diselesaikan sehingga proses belajar di SMAN I Nekamese berjalan secar kondusif”kata Ben

Sedangkan permintaan dari para orangtua/pemilik lahan agar anak-anaknya diangkat menjadi PNS. Saat ini pihak sekolah telah mengangkat 6 orang menjadi tenaga kontrak seperti penjaga malam, tenaga administrasi dan security sebab pengangkatan menjadi PNS harus mengikuti mekanisme seleksi CPNS sehingga yang bisa dilakukan hanya bisa diangkat menjadi Tenaga kerja provinsi NTT Ujar Ben(Che)

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here