Aura Ibrahim Generasi Milenial Kagumi Sosok Ketua DPD Hanura NTT

0

Kupang-Gaharunews.com,- Sosok Ketua DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Drs. Refafi Gah, SH. M.Pd banyak dikagumi kalangan muda, termasuk Aura Ibrahim, warga Kalimantan Barat, Kelahiran, 20 Mei 1995, Lulusan Stikes Nusantara Kupang. Kekaguman terhadap Refafi Gah pun ia ungkapkan dalam status akun media sosialnya.

“Saya mengagumi sosok Ketua DPD Partai Hanura. Beliau rela menghabiskan waktunya untuk turun mengunjungi dan melihat realitas sosial masyarakat,” ujar Aura dalam rilis yang diterima media ini, Senin (6/6).

Dalam tulisannya, Aura mengatakan, selain figur publik, Refafi juga dikenal sebagai politikus, pengusaha, dan seorang pemimpin.

“Aspek-aspek tersebut juga menjadi pertimbangan mengapa warga tertarik untuk masuk Hanura, karena sosok Refafi intens selalu mengunjungi setiap daerah dengan keikhlasan, kerja keras, dan semangat,” ujarnya.

Sosok itulah yang membuat Aura bergabung menjadi kader Partai Hanura. Ia menambahkan, sosok ketua DPD juga bisa memberikan hal-hal yang selama ini belum pernah masyarakat dapatkan.

ia menulis, Generasi milenial saat ini cenderung mengidolakan atau mengagumi figur atau sosok yang berkecimpung di dunia hiburan. Namun, jika berbicara mengenai sosok pemimpin negara, saya rasa jumlahnya belum sebanding dengan sosok yang saya sebutkan sebelumnya. Memang itu dalam kacamata saya pribadi. Tentu, anda bisa setuju atau bisa juga tidak.

Akan tetapi, perihal mencari figur yang menjadi panutan bagi kaum milenial, saya rasa sosok Ketua Dewan Pimpinan Daerah  (DPD) Hanura Provinsi NTT, Drs. Refafi Gah., SH.,M.Pd adalah orangnya.

Tak bisa dimungkiri bahwa sosok Refafi nyatanya masih melekat di hati dan sanubari masyarakat NTT. Ia tetap dipandang sebagai bapak Nusantara yang kharismatik, punya prinsip, berpengaruh, dan punya wawasan serta pengetahuan yang sangat luas.

Kekaguman dan kerinduan masyarakat terhadap beliau nyata tercermin ketika ia berkunjung ke daerah. Ia selalu disambut meriah dan dikerubungi masyarakat. Rakyat rindu dengan Refafi, meski bisa diungkapkan dengan sekadar ingin berfoto, namun bagi mereka tidak ternilai harganya.

Kembali lagi soal generasi milenial, kesimpulan mengenai kekaguman generasi milenial itu saya tarik, ketika suatu hari saya bertemu sekelompok anak muda yang tergabung dalam Partai Hati Nurani Rakyat NTT.

Komunitas ini diprakarsai atas dasar satu rasa dan kagum terhadap figur Refafi Gah.

Tak sampai di situ, kaum milenial ternyata juga melakukan kegiatan positif. Tak hanya mengikuti perjalanan Refafi dan keluarga, kaum milenial ini juga melakukan aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas, seperti penggalangan bantuan untuk korban bencana, pelayanan kesehatan.

Jauh dari hingar bingar politik, kumpulan anak muda ini bersinergi untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Kembali lagi ya, kita itu mengagumi bapak Refafi. Sosok beliau menjadi teladan buat kita semua, sehingga yang kita lakukan di tengah masyarakat harus sesuatu yang bermanfaat dan pastinya tidak terikat pada langkah politik,” ujarnya.

Maka dari itu, seyogyanya dari kita bisa memetik pelajaran bahwa menjadi pengagum tak harus menutup mata dan telinga. Mengagumi sosok yang kita rasa pantas menjadi panutan harus diiringi dengan akal sehat. Tak melulu soal politik, ada hal yang lebih penting yaitu keteladan dan menyebarkan keteladanan itu kepada masyarakat luas.

Sosok Refafi memang sampai saat ini masih melekat dalam pikiran dan hati masyarakat NTT bahkan Indonesia. Dikaguminya beliau oleh generasi milenial sudah semestinya, karena beliaulah sumber inspirasi akan lahirnya generasi baru yang mampu berkontribusi bagi bangsa dan negara. ( Aries Usboko )

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here