Ali Oemar Fadag Angkat Bicara Soal Video Orasi di Kaliuda

0
Ketua DPRD Kab. Sumba Timur - Ali Oemar Fadaq

Waingapu,Gaharu News.Com – “ Saya berbicara di kaliuda dalam kapasitas saya sebagai Ketua Harian Golkar Sumba Timur, untuk memberikan Klarifikasi Kepada masyarakat perihal pertikaian Internal Partai Golkar Sumba Timur”, ucap Ali Oemar Fadag (AOF) ketika dihubungi GaharuNews.com melaluli sambungan telephon. Minggu (5/6/20) sore.

Ali Oemar Fadag (AOF) yang juga Menjabat Sebagai Ketua DPRD Kab. Sumba Timur menjelaskan bahwa “ itu pernyataan biasa biasa saja, tidak ada masalah apa – apa, semua aman – aman saja, biasalah dalam panggung politik seperti itu, bahwa kemudian ada yang menggiring bahwa saya hantam Bupati, ya itu pendapat dia, saya tidak pernah kritik kebijakan Bupati kok. Saya dan Pak Bupati baik baik saja, kemarin kami masih sama – sama menerima tamu, tidak ada masalah apa – apa, media saja yang terlalu membesar besarkan, saya berbicara mengenai Gideon dan partai Golkar, Bukan dalam Kapasitas Gideon sebagai Bupati”. Ujar AOF, seraya menambahkan “Kan ada Rekaman video itu, silahkan di dengar rekaman nya” Pungkas Anggota DPRD Kabupaten Sumba Timur enam (6) Periode ini.

Pantauan Media ini mengenai video yang telah beredar luas dimasyarakat melalui aplikasi facebook, tampak politisi partai Golkar Sumba Timur ini tengah melakulan orasi untuk mendukung pasangan ULP – YHW di Kaliuda. Dalam orasi nya ali Oemar Fadaq menceritakan soal kisah kemelut pergantian ketua Golkar Sumba Timur.

Yang menjadi sorotan dari pengguna media sosial adalah saat AOF menceritakan tentang “saya sering dampingi pak Gideon Ke Singapura karna ibu Gideon ini harus periksa rutin di dokter di singapura setiap tahun dua kali April dan august, kebetulan saya yang sering mendampingi beliau, 2017, 2016 paket ini baru dilantik bulan februari, 2017 april baru satu tahun dua bulan, itu beliau di singapura sudah bicara, aba pilkada kedepan kita harus cari paket yang menarik untuk kita dukung, saya pikir mungkin ada kles, ini omong lagi emosi nanti kalau sudah netral kembali lagi…. (… Suara tidak jelas)”
Dilanjutkan “saya pikir begitu atau mungkin lagi mabok wine atau apa begitu, ini kita sama sama tau pak, politisi kalau sudah tidak pegang komitmen itu Sampah, tempatnya sampah (tepuk tangan) saya enam periode dan saya punya komitmen saya pegang komitmen walupun saya dihujat kiri kanan tapi saya punya komitmen itu yang membuat saya survive atau mampu bertahan, tapi kalau sudah tidak punya komitmen kau tidak lebih dari sampah”,(jeda) “sampah betul orang bilang lalat memang, hinggap di tempat sampah pak, tapi dia walaupun ada apa, ada bunga atau apa di sana dia lebih suka sampah itu sudah mulai bapak ibu, setiap pertemuan golkar di provinsi, ah, kemudian ada Musda golkar, musda golkar itu umbu lili ditarik sama, (terputus), jadi abis konflik kita di 2015 kita lakukan musda, kita lakukan musda itu pak gideon terpilih bapak ibu, dia singkirkan pak, pak palulu padahal ini orang ini anak tidak tau apa apa, beliau geser pak palulu beliau duduk sebagai ketua juga tidak minta tidak pasang pak palulu sebagai dewan penasehat kek, apa kek di partai golkar, tidak ada” (dikutip dari rekaman video yang beredar di Facebook, dan lanjutan sisa yang berikutnya).

Diberbagai grup media social Facebook nampak Beragam komentar baik yang pro maupun yang kontra menanggapi Orasi AOF di desa Kaliuda Kecamatan Pahunga Lodu Kabupaten Sumba Timur.

Seperti Akun @Miryam Penanti yang pada intinya menyatakan kecewa dan sangat menyesal seraya menyatakan bahwa “ini pembelajaran poltik yang tidak bagus apaalgi sampai mengungkit masalah privasi dari Pak Bupati”
Ada juga @Suminto Umbu Djawaray yang menyatakan Bahwa “Sekarang Masyarakat tau mana sampah dan mana tong sampah, dan siapa yang jadi sampah, dan siapa yang buang sampah. Berarti Sumba Timur harus butuh pemimpin baru untuk bisa bersihkan sampah itu”.

Akun @kornelis Tawang menyatakan bahwa “Kegetiransang orator yang terlanjur diorasikan di atas panggung sandiwara, menepuk air didulang kena muka sendiri”
Sementar itu akun @Ali Oemar Fadaq pun turut memberikan komentar “Hanya Luruskan saja, 2015 waktu pemberhentian pak palulu sebagai ketua Golkar itu langsung diganti oleh pak Gidion (tanpa melakukan musda) 1 tahun kemudian tahun 2016 baru dilakukan musda”.

Akun @Yudi Umbu Rawambaku mengatakan bahwa “HEBAT PAK Ali Oemar Fadaq sampai jadi Ketua DPRD Kalian Jadi apa..??
Dan masih banyak postingan dan komentar lainnya di grup media social Facebook.

Sementara itu ketua Bawaslu Kabupaten Sumba Timur Anwar Engga, SE yang dihubungi media ini mengharapkan agar semua pihak dapat saling menjaga dan menghargai serta tidak melakukan tindakan tindakan provokasi yang berlebihan yang dapat menimbulkan perpecahan dimasyarakat agar, serta mengingatkan Para ASN di Kabupaten Sumba Timur Agar Bekerja melaksanakan Tugas sesuai fungsi dan kewenangan tidak perlu ikut ikutan terlibat politik Praktis Karena sanksi nya jelas bagi ASN yang terbukti terlibat dalam politik praktis dapat dikenakan sanksi di pecat dari ASN.[gn/tim]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here