Periode Keemasan Jagung dan Penataan Sistem Agribisnisnya

0

Oleh: Pemerhati Kehidupan Atoen Meto
DR. Tian Liufeto

Jagung dan menanam jagung sebenarnya sudah mengakar, menjadi tradisi dan budaya di Timor daratan. Banyak syair baik lagu, natoni adat maupun tutur menceritakan betapa jagung telah menghidupkan dan memelihara generasi. Para tetua dengan pengetahuan alam dan kearifannya berusaha mengenalkan menanam jagung kepada generasinya untuk mengisi lumbung keluarga.

Dalam guliran waktu dan nilai, jagung tidak hanya menjadi makanan untuk manusia (food) namun permintaannya untuk industri pakan ternak (feed) dan biofuel seolah sedang menawarkan periode keemasan jagung di Timor dan NTT secara umum.
Harga jual dan pangsa pasarnya yang besar menggiring pemanfaatan lahan lahan yang potensial dan menawarkan kenikmatan ekonomis dari menanam jagung.

Semoga sistem agribisnis jagung benar benar dapat terbangun agar produksinya berkelanjutan dan memberikan keuntungan kepada pelakunya.
Sistem pengeringan dan penyimpanan, sistem pembelian dan penjualan lokal patut mendapat perhatian. Kerjasama antara pembeli besar, para enterpreneur, pedagang lokal serta petani perlu dibangun, terutama bagi petani agar mereka mendapat kesempatan untuk dapat menikmati harga jual jagung, ketika mencapai harga yang tinggi.

Pemerintah Propinsi sedang menjadi dirigen dalam upaya menjalankan orkestra sistem agribisnis jagung agar timbul saling percaya dan sinergi antar pelaku, untuk menciptakan keuntungan jangka panjang dalam sistem agribisnis jagung.
Dengan tersedianya offtaker, misalnya melalui dukungan Bank NTT, niscaya periode keemasan jagung itu akan tiba. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here