Meridian : Jaksa Agung Harus Segera Pidanakan Kundrat Mantolas

0
Foto Istimewa Advokat Peradi, Meridian Dewanta, SH

Gaharunews.com, Kupang – Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia Wilayah NTT (TPDI-NTT), Meridian Dewanta, SH. Advokat Peradi kembali angkat bicara terkait kasus pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa terhadap pengusaha NTT. Selasa (05/04/2022).

Hal tersebut dibeberkan kepada gaharunews.com, pasalnya mereka menilai wajib hukumnya bagi Jaksa Agung Republik Indonesia Sanitiar Burhanuddin untuk mempidanakan Oknum Jaksa Pemeras yang bertugas di Kejaksaan Tinggi NTT atas nama Kundrat Mantolas yang pada tanggal 20 Desember 2021 ditangkap oleh Tim Satgas 53 Kejaksaan Agung karena melakukan pemerasan terhadap Pengusaha NTT (Kontraktor) Hironimus Taolin.

Oknum Jaksa Pemeras Kundrat Mantolas, pada saat terjadinya peristiwa pemerasan terhadap Hironimus Taolin tersebut, menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Penyidikan Kejaksaan Tinggi NTT, dan pemerasan oleh Kundrat Mantolas itu berkaitan dengan
upaya mengamankan dan membekingi berbagai dugaan penyimpangan dalam proyek pembangunan jalan yang dikerjakan oleh Hironimus Taolin.

Atas perbuatannya memeras Hironimus Taolin, selanjutnya Kundrat Mantolas telah dinyatakan terbukti bersalah menyalahgunakan kewenangan, namun Kundrat Mantolas hanya dijatuhi hukuman disiplin berupa pembebasan dari jabatan awalnya selama satu tahun.

“Kalau hanya dijatuhi hukuman disiplin berupa pembebasan dari jabatan awalnya selama satu tahun dan sama sekali tidak ada proses hukum pidana atas diri Kundrat Mantolas, maka kami layak mempertanyakan komitmen dan konsistensi Jaksa Agung Republik Indonesia Sanitiar Burhanuddin yang secara tegas pernah menyatakan sikapnya untuk memproses pidana dengan instrumen tipikor terhadap para oknum jaksa yang terindikasi melakukan tindak pidana pemerasan,” Jelas Advokat Peradi tersebut.

Lebih Lanjut, Ia memberikan Apresiasi setinggi-tingginya kepada Jaksa Agung Republik Indonesia Sanitiar Burhanuddin, yang sejauh ini sudah memproses secara pidana para Oknum Jaksa Pemeras, yaitu antara lain mantan Kasi Penyidikan pada Aspidsus Kejati DKI Jakarta yaitu Yanuar Reza Muhammad dan mantan Kasubsi Tipikor dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yaitu Fristo Yan Presanto, dimana keduanya telah divonis terbukti bersalah oleh Pengadilan Tipikor karena melakukan pemerasan senilai total Rp. 2,5 Miliar terhadap seorang bernama M. Yusuf yang berkapasitas sebagai saksi dalam perkara tipikor yang saat itu sedang ditangani Kejati DKI Jakarta, yaitu kasus penyimpangan dalam pengelolaan keuangan PT DOK dan Perkapalan Koja Bahari Tahun Anggaran 2012 – 2017.

Lebih Lanjut Ia beberkan modus pemerasan yang dilakukan oleh mantan Kasi Penyidikan pada Aspidsus Kejati DKI Jakarta yaitu Yanuar Reza Muhammad dan mantan Kasubsi Tipikor dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yaitu Fristo Yan Presanto, adalah sama dan sebangun modusnya dengan pemerasan yang dilakukan oleh Kundrat Mantolas terhadap Hironimus Taolin, dimana Hironimus Taolin diperas sebanyak 20 (dua puluh) kali oleh Kundrat Mantolas dengan nilai Rp. 100 juta setiap kali penyetoran, sehingga jika ditotalkan nilainya mencapai Rp. 2 Milyar.

Oleh karena itu sudah sangat cukup alasan hukumnya bagi Jaksa Agung Republik Indonesia Sanitiar Burhanuddin untuk segera mempidanakan Oknum Jaksa Pemeras di Kejaksaan Tinggi NTT atas nama Kundrat Mantolas dengan menerapkan instrumen tipikor terhadapnya, yaitu Pasal 12 huruf B Undang-Undang Tipikor dan Pasal 23 Undang-Undang Tipikor tentang suap dan gratifikasi serta penyalahgunaan wewenang.

Publik saat ini sedang dipertontonkan dengan aksi Kejaksaan Tinggi NTT yang begitu cepat bergerak melakukan penyidikan terhadap Hironimus Taolin selaku Dirut PT. Sari Karya Mandiri (SKM) terkait kasus dugaan korupsi Proyek Pekerjaan Jalan di Desa Eban, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) senilai Rp. 20 miliar, sementara terhadap Oknum Jaksa Pemeras atas nama Kundrat Mantolas yang nyata-nyata memeras Hironimus Taolin guna pengamanan proyek Pekerjaan Jalan dimaksud justru sama sekali tidak tersentuh hukum. (GR/AM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here