Konyol,Pemilik lahan tambak garam Malaka tidak dilibatkan saat pengukuran lahan  

0

Kupang,GaharuNews.Com_Warga Masyarakat Desa Rabasa, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Nyaris adu jotos dengan salah seorang Karyawan PT IDK Malaka saat pertemuan membahas klarifikasi persoalan luas lahan tambak garam dengan PT IDK. Hal tersebut disampaikan salah satu masyarakat kepada media ini Kamis, (17/02/2022)

Menurutnya kejadian bermula ketika terjadi adu mulut warga (Pemilik Lahan) tambak garam dengan pihak PT IDK terkait luasan lahan yang tidak sesuai dengan keingin masyarakat setempat.

Ia menambahkan, Kejadian adu mulut-pun mulai ricuh ketika beberapa warga pemilik lahan mendengar hasil luasan lahannya dibacakan oleh salah seorang staf Desa Rabasa yang berinisial AL. Tendensi warga pemilik lahan mulai memanas ketika mendengarkan hasil luasan lahan yang dibacakan berbeda jauh dari hasil pengukuran sebelum.Terlihat wajah kesal dan kecewa sebagai warga pemilik lahan tidak tahu atas peristiwa pengukuran lahannya sebelumnya

“Ini kejadian sangat konyol. Kenapa saya katakan konyol? Ya karena kami sebagai pemilik lahan tidak dilibatkan waktu pengukuran. Padahal kita tahu bersama bahwa lahan itu adalah lahan kami”Ungkapnya Vinus Kehi pemilik lahan saat di konformasi media ini

Ia pun menegaskan bahwa ketika pengukuran lahan, dirinya ataupun dari pihak keluarga tidak dilibatkan sehingga menjadi masalah di kemudian hari.

“Saya tambahkan bahwa persoalan pengukuran, Pihak PT IDK Segera cari tahu oknum yang telah berani

mengatasnamakan Keluarga kami. (Dya, Red) dengan berani mengukur tanah kami. Siapa dalang dibalik ini semua”. Katanya

Ditegaskannya lagi bahwa, sebelum diserahkan kepada PT IDK enam tahun lalu,tanah tersebut bukan dalam bentuk hutan atau lahan tidur sehingga ia benar mengetahui tanah tersebut lantan tanah itu adalah tambak ikan yang produktif.

“Untuk Ukuran Luas Lahan Itu Saya Tahu Persis karena tanah itu ketika diserahkan kepada PT IDK dalam bentuk tambak Ikan. Artinya lahan tersebut merupakan lahan Produktif. Bukan lahan tidur atau dalam bentuk hutan Sehingga saya tidak tahu”. Katanya

Penuh rasa kecewa, Dirinya meminta pada management PT IDK untuk segera lakukan pengukuran ulang atas lahannya dan beberapa lahan yang masyarakat yang mengalami nasib yang serupa. Dan ia pun meminta agar pihak perusahaan agar urusan tanda tangan akta notaris yang sudah dijadwalkan pada hari (Jumat 18/02/2022) di hotel Ramayana Manumuti – Betun ditunda sambil menanti klarifikasi dan pengukuran ulang lahan – lahan yang ukurannya tidak sesuai.

Ia pun menambahkan bahwa, pada saat rapat bersama pimpinan PT IDK Malaka, Putu Mahardika, terlihat sangat santai menyikapi persoalan yang dipersoalkan masyarakat.

Lanjutnya, Pada saat pertemuan tersebut Staf PT IDK Malaka, Putu Mahardika Tidak Banyak Berkomentar. Dirinya hanya sepakat dengan apa yang disampaikan para pemilik lahan agar persoalan tersebut diselesaikan baru dijadwalkan ulang untuk penandatanganan Akta Notaris sekaligus penerbitan sertifikat atas tanah oleh BPN malaka.

Pejabat Desa Rabasa, Stefanus Edi Seran Ketika Dimintai Keterangannya oleh awak media, Dirinya Mengatakan Pihak Pemerintah Desa Pada Prinsipnya Mendukung Segala Bentuk Kegiatan Yang Positif Bagi Warganya.

“Untuk penundaan penandatanganan akta notaris, kami selaku Pemerintahan Desa dipercayakan PT. IDK dan Pemilik Lahan untuk melakukan koordinasi lagi dengan Pemda Malaka untuk urusan selanjutnya.Dan Saya selaku Pj. Desa Rabasa akan segera melakukan koordinasi itu demi mendukung Program SN-KT Dan demi kebaikan bersama”,Ucap Stefanus.

Ia menambahkan, Pada Prinsipnya Pemerintah Desa, Sangat Mendukung Upaya Pemda Malaka dalam masa kepemimpinan SN – KT Untuk Mendatangkan Investor Asing Demi Kemajuan Daerah.Namun,terkait point – point pertemuan hari ini, pihak desa tidak banyak berkomentar karena tidak memiliki wewenang. Ini persoalan perusahaan dengan warga pemilik lahan. Namun sebagai bentuk dukungan dari Pemerintah Desa, telah mendampingi masyarakat dalam Kegiatan Ini Hingga Selesai Pada.

“Terkait Penundaan Tanda Tangan Akta Notaris Di Hotel Ramayana Betun, Kami Dari Pihak Desa Akan Segera Tindak Lanjut Ini Dengan Koordinasikan Bersama Pemda Malaka Untuk Urusan Selanjutnya”.Ujarnya.(Tyo/GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here