FADMMAB – KUPANG Menolak Eksploitasi Geothermal Di Kabupaten Manggarai Barat

0

Kupang,Gaharu News.Com_Sejumlah mahasiswa menamakan diri Forum Advokasi Mahasiswa Manggarai Barat (FADMMAB) menggelar aksi demonstrasi di kantor DPRD provinsi NTT Rabu (09/02/2022). Dalam rilis yang diterima Gaharu News.Com FADMMAB setidaknya mengemukakan Alasan Penolakan Secara keseluruhan, proyek geothermal yang saat ini dibagun di desa Wae sano, kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat.

Bagi mereka geothermal yang dibagun saat ini dapat membahayakan keutuhan ruang hidup masyarakat desa Wae Sano.Sebab proyek geothermal Setelah mendapat penolakan dari warga kampung Nunang karena salah salah satu titik sumur pengeboran berada dalam ruang hidup masyarakat (Well Pads B), PT. Geo Dipa Energi selaku pihak penyelenggara menggeser lokasi pengeboran ke kampung Lempe (Well Pads A) namun Selaku pihak penyelenggara, PT. Geo Dipa Energi bersama dengan pemerintah daerah Kabupaten Manggarai Barat berusaha untuk meyakinkan masyarakat terdampak dengan menjelaskan titik pengeboran di Well pads A jauh dari pemukiman warga Lempe.Jelas FADMMAB

Berdasarkan data berupa peta Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Wae Sano, ada lima (5) sumur pengeboran yang tersebar di 3 kampung yakni Nunang, Lempe, dan Dasak. Di kampung Nunang, lokasi pengeboran berjarak 15 meter dari rumah warga, dan berjarak 30 meter dari rumah adat (Compang). Kampung Lempe, titik pengeboran berjarak 10-300 meter dari rumah warga dan berjarak 20 meter dari mata air. Kampung Dasak, lokasi pengeboran berjarak 5-50 meter dari rumah warga Jelas FADMMAB.

FADMMAB juga melanjutkan berdasarkan yang dikumpulkan tersebut proyek geothermal dapat merusak ruang hidup warga dan Sumur-sumur panas bumi ini akan menghancurkan semua tatanan sosial, ekonomi, dan spiritual masyarakat hingga turun temurun.

Aksi tersebut terdapat 5 tuntutan yakni

1. Mendesak DPRD Provinsi NTT agar mengambil peran lebih aktif dalam penyerapan aspirasi penolakan warga sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat.

2.Mendesak DPRD Provinsi NTT agar mengajukan surat kepada Presiden dan Bank Dunia terkait aspirasi penolakan warga Desa Wae Sano terhadap pembangunan geothermal.

3.Mendesak Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan juga Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk berpihak kepada masyarakat setempat yang menolak kegiatan proyek geothermal ini sebagai bentuk tugas pelayanan.
Menuntut dan mendesak pemerintah pusat untuk menghargai terkait pemberian jaminan kebebasan dari masyarakat setempat sesuai dengan amanat konstitusi.

4.Mendesak Bank Dunia agar tidak mengucurkan dana terhadap pembangunan geothermal Wae Sano.
Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli dan tidak membenarkan segala upaya yang berusaha menimbulkan konflik di tengah-tengah masyarakat.

5.Mendesak Pemda Mabar agar memberdayakan Kawasan Danau Sano Nggoang sebagai destinasi pariwisata alam sesuai amanat konstitusi.(GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here