REKONTRUKSI TINDAK PIDANA,PEMBUNUHAN DAN PENGANIAYAAN TERSANKA PERAGAKAN 27 ADEGAN

0

REKONTRUKSI TINDAK PIDANA,PEMBUNUHAN DAN PENGANIAYAAN TERSANKA PERAGAKAN 27 ADEGAN

Rote Ndao- GAHARUNEWS- COM.Pada hari ini Sabtu, tanggal 08 Januari 2022, Pukul 11.00 wita, bertempat di Dsn. Rinalolon, Ds. Oenitas, Kec. Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao.

Polres Rote Ndao melakukan kegiatan Rekonstruksi Tindak Pidana “Pembunuhan dan penganiayaan” yang terjadi pada hari Sabtu tanggal 25 Desember 2021 sekira pukul 14.15 wita bertempat di rumah milik korban yang beralamat di RT.015/RW.007, Dsn. Rinalolon, Ds. Oenitas, Kec. Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao.
Sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LP.B/16/XII/2021/NTT/Res.RN/Sek.RB. dengan identitas

Dalam Rekonstruksi tindak pidana MARIA NE’A NALLE, Perempuan, 57 tahun, KP, Tani, Alamat RT.015/RW.007, Dsn. Rinalolon, Ds. Oenitas, Kec. Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao,sebagai korban (Meninggal dunia)

2.WELHELMUS NE’A, Laki-laki, 62 tahun, KP, Tani, Alamat RT.015/RW.007, Dsn. Rinalolon, Ds. Oenitas, Kec. Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao.(Mengalami Luka)

Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam Rekonstruksi Tindak Pidana Pembunuhan tersebut diantaranya :

ELIAS MBURA alias ELI, Laki-laki, 53 tahun, Tani, Alamat Alamat RT.015/RW.007, Dsn. Rinalolon, Ds. Oenitas, Kec. Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, sebagai Tersangka.

B. Saksi-saksi :
SOLEMAN NALLE, YUSUF A. NALLE, SISKA ADU, ARKALAUS NALLE, HABEL MBURA, FENI H. NGGADAS, RAHELIA S. NE’A, ZETH H. NGGADAS, YAPI YANDRI NE’A, FITRI NE’A.

Sebelum anggota melaksanakan pengamanan Rekontruksi terlebih dahulu dilaksanakan apel pengecekan personil yg terlibat dalam sprin pengamanan dilanjutkan dengan APP pelaksanaan tugas pengamanan oleh Kabag Ops Polres Rote Ndao KOMPOL MATEUS CONO, S.H., M.H.

Pelaksanaan giat rekonstruksi dimaksud digelar oleh Pihak Satuan Reskrim Polres Rote Ndao bersama anggota Reskrim Polsek Rote Barat dibawah pimpinan Kasat Reskrim Polres Rote Ndao IPTU YAMES JEMS MBAU S, Sos.

Berikut uraian jalannya rekonstruksi Tindak Pidana Pembunuhan yang direka dalam 27 adegan yakni :

1. Adegan 1 : menerangkan tersangka duduk dikursi rumahnya sambil mengkonsumsi miras Sopi sambil berpikir untuk membunuh korban kemudian tersangka bangun mengambil parang di kolong tempat tidur.

2. Adegan 2 : menerangkan perjalanan tersangka mampir di kios milik Sdr. Soleman Nalle untuk membeli tembakau dengan membawa parang kemudian meminum kopi di kios.

3. Adegan 3 : menerangkan saat tersangka pamit dari kios untuk pergi ke sawahnya sambil memegang parang yg di isi dalam sarungnya.

4. Adegan 4 : menerangkan dalam perjalanan tersangka masih mampir di rumah sdr. Arkalaus Nalle untuk selamat Natal, setelah itu tersangka bersama saksi Arkalaus Nalle mengkonsumsi minuman keras.

5. Adegan 5 : Menerangkan saksi Hebel Mbura dan saksi Feni Hermanus Nggadas duduk di teras rumah saksi Hebel Mbura, kedua saksi melihat tersangka berjalan di jalan raya.

6. Adegan 6 : Menerangkan tersangka tiba di rumah korban II WELHELMUS NE’A kemudian memberi salam selamat Natal, bersalaman dan mencium korban II, selanjutnya tersangka menanyakan keberadaan korban II MARIA NE’A NALLE.

7. Adegan 7 : menerangkan tersangka berjalan menuju belakang rumah kemudian tersangka bersalaman dan mencium saksi Yapi Yandri Ne’a.

8. Adegan 8 : menerangkan korban I MARIA NE’A NALLE keluar dr dalam kamar berjalan menuju dapur untuk menemui tersangka.

9. Adegan 9 s/d 10 : menerangkan adegan kejadian pembunuhan dari awal tersangka mengejar korban hingga tersangka membunuh korban.

10. Adegan 11 s/d 27 : menerangkan aktifitas saksi-saksi yg melihat kejadian pembunuhan

Seluruh adegan rekonstruksi Tindak Pidana Pembunuhan berlangsung pada 8 (delapan) titik lokasi/TKP yakni :
1. Rumah tersangka
2. Kios Soleman Nalle
3. Rumah Arkalaus Nalle
4. Rumah Habel Mbura
5. Rumah Zeth Nggadas
6. Jalan raya depan rumah korban
7. Dalam rumah korban
8. Luar rumah korban

Turut hadir dalam pelaksanaan giat rekontruksi diantaranya Kasi Pidum Kajari Rote Ndao I Nyoman Agus Pradnyana, S.H., Pama Bag ops Ipda Jack Bessie, Pengacara Tersangka serta Masyarakat sekitar TKP.

Pelaksanaan giat rekonstruksi Tindak Pidana Pembunuhan berakhir pada Pukul 15.00 wita dalam keadaan aman dan lancar dengan mendapatkan pengamanan terbuka dan tertutup dari Anggota Polres Rote Ndao dan Polsek Rote Barat.

*III. Catatan :*

A. Motif tersangka melakukan pembunuhan didasari rasa dendam terhadap korban karena menurut tersangka korbanlah yg telah menyebabkan anak kandungnya meninggal dunia dengan cara di santet/suanggi.

B. Pasal yang diterapkan dalam kasus tersebut adalah Pasal 340 KUHP subs Pasal 338 KUHP dan Pasal 351 ayat (1) KUHP. dengan ancaman 20 Tahun penjara.

hal ini di sampaikan oleh Kasi Humas Polres Rote Ndao AIPTU Anam Nurcahyo, S.I.P.*( RM/GN )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here