Kencangnya Fraksi Gerindra Dorong AD Dan PL Kupas Tuntas Aliran Dana Pengadaan Trafo

0
Sufriyance Merison Botu, S.S - Anggota DPRD Sikka Fraksi Gerindra

Maumere,GaharuNews.com – Fraksi Partai Gerindra Mendorong AD dan PL yang saat ini telah ditetapkan jadi tersangka dalam kasus pengadaan trafo untuk mengupas secara tuntas kemana aliran dana tersebut.

Selain itu, Fraksi Gerindra juga mengingatkan agar AD jangan dijadikan tumbal demi menyelamatkan orang lain dalam kasus pengadaan trafo di ruang IGD RSUD TC. Hillers Maumere.

Pernyataan ini disampaikan Fraksi melalui juru bicaranya Merison Botu dalam pemandangan umum Fraksi Dalam Pidato Pengantar Bupati Sikka terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Sikka Tahun Anggaran 2022, Selasa (23/11/2021) malam.

“Fraksi Gerindra memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap kerja-kerja besar dan rumit yang sudah dilaksanakan oleh Kejaksaan Negeri Maumere dimana dalam kurun waktu satu bulan terakhir sukses melakukan penahanan terhadap tiga orang pelaku penyalahgunaan keuangan daerah dengan kasus dan modus yang berbeda,” kata Son Botu.

Fraksi Gerindra sebagai fraksi yang sejak awal berkomitmen dan tetap konsisten kata Son Botu, mendukung upaya-upaya aparat penegak hukum untuk melibas habis dan mengikis sampai ke akar-akarnya modus-modus yang dipakai para pengais rejeki tidak halal, pencuri uang rakyat, penjambret harta masyarakat entah secara perorangan ataupun berjamaah, menggunakan kuasa untuk mengatur juga memperkaya diri dan kelompok.

Mendorong Kejaksaan Negeri Maumere mengupas tuntas kasus-kasus ini agar menjadi terang benderang bagi seluruh elemen masyarakat, tegasnya.

Lanjutnya menyampaikan, sangat disayangkan, wajah Kabupaten Sikka yang tampan, beberapa tahun terakhir ini tercoreng oleh segelintir orang yang tamak, yang rakus, yang matanya terbelalak melihat uang rakyat.

Hati mereka beku tertutup oleh kerakusan sampai-sampai tidak mampu melihat betapa rakyat begitu menderita digempur pandemi Covid 19 yang tak kunjung usai, pungkasnya.
Uang itu jelas Son Botu, mestinya dipakai untuk percepatan penanganan pandemi covid 19. Uang itu senilai 1,8 miliar lebih untuk pengadaan travo IGD RS TC Hillers Maumere.

“Kerugian negara/daerah sudah tercatat. Tersangka sudah dua orang ditetapkan, seorang oknum ASN berinisial AD dan seorang penghubung/calo berinisial PL,” ujarnya sembari berharap agar kasus ini benar-benar terbuka secara terang benderang. (FD-GN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here