Masuk Sikka, Robi Idong Sebut Forest Programme V Kesukaan Besar

0
Bupati Sikka - Fransiskus Roberto Diogo,S.Sos.M.Si

Maumere,GaharuNews.com – Fransiskus Roberto Diogo menyampaikan bahwa masuknya Forest Programme V di Kabupaten Sikka merupakan kesukaan besar dalam sejarah bagi masyarakat Kabupaten Sikka.

Dari empat Kabupaten di Indonesia, salah satunya adalah Kabupaten Sikka dan menjadi satu-satunya di Provinsi NTT.

“Hari ini kami mendapatkan kesukaan besar dalam sejarah di Kabupaten Sikka. Dari empat Kabupaten di Indonesia salah satunya adalah Kabupaten Sikka, dan di NTT hanya Kabupaten Sikka,” ungkap Bupati Robi Idong dalam sambutannya ketika membuka kegiatan sosialisasi Forest Programme V, di Aula Capa Resort, Selasa (16/11/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Robi Idong juga mengapreasi Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang telah memilih Kabupaten Sikka untuk melaksanakan program percepatan perhutanan sosial (Forest Programme V) bersama dengan 3 Kabupaten lainnya di Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Sikka lanjutnya, akan mendukung penuh pelaksanaan program percepatan perhutanan sosial ini.

Untuk itu Ia berharap agar para Camat dan kepala desa yang menjadi lokasi pelaksanaan program Forest Programme V Social Forestry Support untuk mendukung penuh implementasi program perhutanan sosial ini.“Para camat dan kepala desa, mari kita sambut program ini dengan memberikan dukungan yang luar biasa,” ajak Robi Idong.

Koordinator Forest Programme V Provinsi NTT, Ir. Timbul Batubara dalam laporannya mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu skema penguatan implementasi kebijakan perhutanan sosial yang tertera pada Peraturan Menteri LHK Nomor 2 Tahun 2021.

Selain itu lanjut Timbul, sosialisasi ini merupakan kegiatan lintas sektor dalam kaitannya dengan pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan fungsi lahan kawasan hutan dengan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya baik secara geologi, ekonomi dan sosial.

Karena itu, untuk mendukung percepatan program ini diperlukan koordinasi dan sinergi kebijakan lintas sektor yang terpadu dan terarah lanjutnya, guna memperkuat implementasi di tingkat lapangan maka kita bangunlah kerja sama yang strategis dengan berbagai pihak, termasuk dalam rangka kerja sama pemerintah Goverment to Government (G2G).

Timbul mengatakan, kerja sama ini telah terbangun dalam skema tersebut dalam bentuk program project yang disebut Forest Programme V atau Social Forestry Support FP V.

Dengan demikian kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan untuk membangun persepsi yang sama baik kebijakannya maupun operasional dalam konteks bahwa stakeholder terlibat bersama-sama.

Sementara itu, Dirjen PSKL melalui Sekretaris Jenderal PSKL KLHK, Ema Rosdiana menyampaikan bahwa Perhutanan Sosial sebagai salah satu program prioritas nasional yang mendapat perhatian khusus dari Presiden Joko Widodo sebagai salah satu program pemerataan ekonomi nasional, melalui pemberian akses legal kepada masyarakat untuk mengelola hutan dan melakukan peningkatan kualitas lingkungan dan kualitas kesejahteraan rakyat.

Lebih lanjut Rosdiana menyampaikan, pihaknya menyadari bahwa tujuan mulia ini tentunya membutuhkan dukungan para pihak terutama pemerintah daerah dan stakeholder lainnya di tingkat bawah.

Salah satu poin pentingnya adalah kerjasama ini merupakan kegiatan kita bersama, kegiatan didedikasikan khusus sebagai perhatian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk Kabupaten Sikka.
Untuk itu pihaknya mengharapkan peran aktif para camat dan kepala desa yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. (FD-GN)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here