POTRET TANTANGAN DAN PELUANG TRANSFORMASI PENDIDIKAN ERA REVOLUSI 4.0 DI PROVINSI NTT

0
Webinar diskusi serial

Nasional, GaharuNews.com  – Serikat Pemuda Nusa Tenggara Timur (SP NTT) Jakarta gelar webinar serial 02 dengan tema umum meneropong polemik Nusa Tenggara timur dan sub tema Potret Tantangan dan Peluang Transformasi Pendidikan di Era Revolusi 4.0, webinar ini dilaksanakan pada rabu 11 Agustus 2021.

Ketua Panitia, Trian Walem mengatakan webinar tersebut diselenggarakan untuk mengali informasi dengan lembaga Otoritas yang bertanggung jawab mengentaskan berbagai masalah sektor pendidikan di Nusa Tenggara Timur. Yang kemudian akan dilakukan upaya bedah secara seksama melalui webinar yang diselenggarakan.

Diskusi ini untuk membuka cakrawala berpikir generasi muda , Masyarakat, dan pemerintah untuk sinergi dan kolaborasi secara konsep maupun program strategis untuk mewujudkan pendidikan NTT yang maju, berkualitas dan berdaya saing. Selama ini isu persoalan pendidikan menjadi perkerjaan rumah yang tak kunjung diselesaikan.”Tuturnya.

Ia melanjutkan, semoga dalam webinar yang diselenggarakan dapat menjadi saluran untuk mendiskusikan dengan solutif. Dimana dalam webinar yang dilakukan ini SP NTT menghadirkan narasumber yang berkompeten dibidang yang berhubungan dengan potretan tema umum ataupun sub tema yang kami usungkan.

Webinar tersebut di moderatori oleh Putri Sukmaniara dan diisi oleh narasumber yang memiliki peran untuk mengusut tuntas masalah dasar, teknis dan administrasi tentang pendidikan, yakni Paristiyanti Nurwardani perwakilan Kemendikbud RI, Linus Lusi Making Selaku Kadis Pendidikan NTT dan Philip Gobang selaku Staf Khusus Menteri Kominfo RI.

Putri Sukmaniara sebagai Anggota SP NTT Jakarta. Dalam pembukaannya, Putri mengutarakan pendidikan NTT sebagai biang kerok citra pendidikan nasional hingga selalu dikatakan terburuk, tertinggal dan tak mampu bersaing dengan negara lain.

Potret masalah pendidikan NTT diketahui terjangkit pada tiga faktor yakni SDM, Infrastruktur dan manajemen birokrasi pendidikan yang masih carut marut. Kondisi ini diakibatkan oleh kurang serius perhatian Pemerintah Pusat (Kemendikbud RI) , Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah kabupaten atau kota di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Lalu kurangnya partisipasi masyarakat, Generasi muda dan pemerintah untuk berkeja sama. Sehingga sangat diharapkan setiap narasumber mampu memproyeksi solusi atas masalah pendidikan NTT., tegasnya.

Linus Lusi Making selaku kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan NTT dalam materinya menyinggung soal apakah sektor pendidikan di Provinsi NTT objektif jika dikatakan tak berkualitas dan tidak maju-maju. Pertanyaan ini diuraikan untuk mereferensikan dan memantik arah diskusi agar menjadi berkualitas.

Kondisi keterpurukan pendidikan memang jadi masalah penting untuk ditindaklanjuti. Kondisi pendidikan NTT ditengah situasi dan kondisi kemajuan industri 4.0 menjadi tantangan tersendiri. Dimana masalah yang dihadapi adalah akses jaringan internet yang tak stabil diberbagai wilayah seperti kabupaten Manggarai Timur, Rote, Belu dan berbagai wilayah 3 Tak disejumlah titik di Provinsi NTT.

Jadi sangat diharapkan agar kesempatan diskusi ini jadi peluang untuk kominfo RI dan Kemendikbud RI untuk mendengarkan keluhan NTT dan menindaklanjuti. Ia juga mengucapkan terimakasih atas webinar yang diselenggarakan SP NTT dengan mengangkat sektor pendidikan NTT sebagai topik yang didiskusikan., terangnya.

Lebih lanjut, Staf khusus Menteri Kominfo RI Philip Gobang menerangkan bahwa kominfo RI berkomitmen untuk membenahi secara tuntas masalah keterpurukan jaringan di sektor pendidikan di Provinsi NTT. Menteri Komunikasi dan informatika republik Indonesia, yakni Jonny G. Plate berharap agar kemajuan teknologi informasi dan komunikasi di NTT menjadi peluang NTT untuk maju.

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi jangan menjadi distrupsi generasi muda NTT dan masyarakat di Provinsi NTT. Dukungan dan sinergitas semua pihak baik generasi muda, masyarakat dan pemerintah serta swasta harus dilakukan di sana.

Generasi muda NTT harus mengambil peran utama dalam kemajuan teknologi informasi dan komunikasi ini. Kominfo RI akan siap mendukung dan memfasilitasi jika generasi muda NTT berinisiatif dalam mengadakan pelatihan -pelatihan untuk menjadikan platform digital untuk trobosan kemajuan.

Paristiyanti Nurwardani sebagai bagian Kemendikbud RI mengatakan sinergitas program dan peluncuran kendaraan trast 3T sebagai transportasi belajar akan dimaksimalkan di NTT. Kendaraan itu dirancang untuk mendukung kemajuan SDM khusus daerah-daerah tertinggal, terpinggir dan terluar. Hal itu juga untuk memudahkan proses belajar mengajar yang terintegrasi dengan memanfaatkan teknologi yang canggih.

SP NTT mengharapkan agar perluasan diskusi mengenai masalah keterpurukan pendidikan di NTT sangat urgent dilakukan. Hal ini dalam rangka untuk mendapatkan perumusan dan metode yang tepat dalam mengambil jalan keluar atas masalah sektor pendidikan.

Lalu diharapkan juga agar posisi Keterlibatan Mahasiswa, pemuda dan masyarakat harus dijadikan komponen cadangan untuk mendukung sekaligus memajukan sektor pendidikan agar berdaya saing. Pemerintah Provinsi NTT dan kabupaten/kota yang ada di NTT segera memfasilitasi dan mendampingi secara SDM, Infrastruktur dan tata kelola kebijakan yang berkualitas untuk menyokong keterlibatan masyarakat dalam memajukan pendidikan.

Kualitas sektor pendidikan wajib ditopang dengan SDM tenaga pengajar yang profesional, Infrastruktur yang layak dan manajemen tata kelola birokrasi sekolah yang berbasis pada nilai-nilai kearifan lokal serta kebangsaan Indonesia. Sebab selama ini sistem pendidikan hanya bergulat pada teori yang absurd hingga membuka ruang terjadi kemunduran kualitas kemajuan sektor pendidikan.

Ini adalah perkerjaan selanjutnya yang menjadi tugas pemerintah provinsi NTT beserta sekolah-sekolah disana serta masyarakat dalam membenahi sektor pendidikan. (IAGN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here