Curahan Hati Riesta Ratna Megasari usai data dirinya terpublikasi sebagai debitur bermasalah di Bank NTT

0
Riesta Ratna Megasari

*Betul kredit saya bermasalah, namun saya bukan debitur nakal dengan jaminan fiktif*.

Kupang, GaharuNews.com – Riesta Ratna Megasari mengungkapkan Curahan hati usai data dirinya Terpublis sebagai salah satu nasabah bank NTT yang bermasalah, Kamis, (21/10/2021)

Saya mulai mengenal dan menjadi nasabah Bank NTT dari saya memulai usaha di tahun 2007, dan bertumbuh bersama Bank NTT, boleh di cek kondite saya bagus sebelumnya.

Hanya mulai pada tahun 2018 pembayaran angsuran kredit saya mulai terlambat sampai macet diakhir tahun 2019 dan menjadi debitur dengan kredit bermasalah.

Salah berinvestasi dan pandemi covid 19 membuat bisnis saya mati total ( bisnis saya bergerak di bidang event organizer dan wedding organizer 2019 saya tutup cabang dari usaha saya di salah satu kabupaten, 2020 saya tutup juga di kabupaten lainnya dan 2021 saya tutup total seluruhnya karena biaya operasional tetap ada namun tidak ada pemasukkan, karyawan saya berhentikan namun karyawan saya sudah dibekali ilmu menjahit, merias dll sehingga bisa menjadi bekal mereka bekerja ditempat lain atau menjadi usahawan yang mandiri ).

Di tahun 2020 saat mendengar banyak relaksasi dari perbankan saya ingin mengajukan ini namun ternyata ada kriteria kredit tidak boleh macet jika ingin mendapat relaksasi ini, tentunya saya tidak bisa mendapatkan fasilitas ini dari Bank NTT, namun saya tetap dibantu Bank NTT untuk bisa membayar sesuai kemampuan.

Hanya usaha saya benar-benar tidak berjalan, tidak ada pemasukkan dan saya menjadi pengangguran, untuk pemasukkan bertahan hidup dan membayar tagihan lainnya ( saya punya 2 tagihan kartu kredit, dan 1 cicilan motor kemarin-kemarin Puji Tuhan Alhamdulillah sudah sisa 2 jutaan saja saat ini dan beberapa bulan kedepan insyaAllah lunas ) sehingga tawaran dari Bank NTT saya tolak karena saya belum bisa menjanjikan pasti angka berapa yang saya bisa bayarkan pasti dan berapa lama.

Kehidupan saya saat ini hanya bergantung dari pendapatan suami. Oleh suami saya dikasih sedikit uang untuk mengikuti pelatihan bersertifikat BNSP sehingga bisa belajar digital marketing dimana ilmu ini juga saya pakai untuk membantu teman-teman pelaku usaha lainnya.

Saya membuat komunitas UMKM ApasA bersama beberapa teman saat awal pandemi ( anggota saya adalah pelaku usaha yang hampir sama sulit kehidupannya dengan saya, ada yang kesulitan membayar pinjaman, pengangguran karena PHK diakibatkan usaha bangkrut, ada yang baru keluar penjara sulit mendapat kerja, ada yang ibu rumah tangga ingin membantu perekonomian keluarga dll, intinya orang susah yang mau tetap survive dan menjaga kewarasan dalam menjalani kehidupan ini).

Kembali ke kredit bermasalah saya agak terkejut membaca salah satu postingan di media online bahwa saya termasuk 182 debitur Bank NTT ( pikiran saya komunikasi saya dengan teman-teman bagian kredit cukup intens, agunan saya dibank NTT sudah dalam tahap komunikasi untuk persiapan lelang agunan).

Beberapa hari yang lalu saya sudah mendapatkan surat untuk mengosongkan bangunan yang dijadikan agunan sehingga pikiran saya harusnya tidak perlu dipublikasi lagi untuk kredit bermasalah saya, kecuali saya dalam tahap tidak kooperatif dengan pihak Bank NTT.

Tapi ya sudah lah mau bilang apalagi, sudah dipublikasikan dan publik juga sudah tahu mengenai 182 debitur dengan kredit bermasalah di Bank NTT ( baik yang kooperatif dan tidak kooperatif mungkin bisa tetap dipublikasikan saja karena bagian dari prosedur).

Total sisa pokok hutang saya ke Bank NTT dibawah 3M, semoga agunan ( 1 bangunan ruko, 1 rumah tinggal, 2 bidang tanah ) yang akan dilelang bisa segera terjual sehingga hutang saya bisa segera lunas.

Saya saat ini sementara belajar bangkit kembali bukan untuk bisa sejahtera lagi hidup ini, namun yang penting bisa bertahan hidup saja.

Kecewa terhadap Publikasi dari Bank NTT, Yes karena jejak digital dari postingan di media online sampai anak cucu tetap ada dan terbaca. Namun saya juga pernah bangga dengan Bank NTT. (IAGN)
Sumber : *Riesta Megasari*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here