PERCEPAT ELIMINASI MALARIA, “TAHUN 2023, BELU 0 KASUS MALARIA”

0
Bupati Belu Taolin Agustinus saat membuka Rapat koordinasi Pencegahan dan pengendalian Malaria
Atambua, GaharuNews.com – Harapan ini disampaikan Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM saat membuka Rapat Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Malaria dalam rangka Percepatan Eliminasi Malaria di Aula Hotel King Star Atambua, Kamis (7/10/2021).
Bupati Belu menyampaikan bahwa malaria merupakan salah satu penyakit infeksi dan dapat menyebabkan kematian. Sampai saat ini angka kesakitan dan angka kematian akibat malaria di Kabupaten Belu sudah menurun dari 261 kasus pada tahun 2018 menjadi 24 kasus pada tahun 2020.
“Salah satu penyebab kasus Malaria adalah mobilitas masyarakat sangat berpengaruh, jadi perhatikan bahwa mobilitas masyarakat makin tinggi penyakit pun menular makin tinggi,” ujar Bupati Agus Taolin.
Lanjutnya, kasus Malaria menjadi tantangan karena secara nasional, Provinsi NTT 75 sampai 80 persen kasus malaria dan sangat berpengaruh terhadap tingkat produktivitas dan kesehatan masyarakat.
“Ini tantangan bagi kita semua dan sudah dibuat SK Bupati serta komitmen dari Pemerintah Provinsi NTT dengan Kemenkes agar tahun 2023 tidak ada lagi kasus malaria, artinya selesai, nol kasus, itu harapan kita” harap Bupati Agus Taolin.
Lebih lanjut, hal ini hanya mungkin terlaksana dengan partisipasi aktif dari masyarakat dengan menggunakan kelambu serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar dengan cara melaksanakan 3 M (Menguras, Menutup, Mengubur).
Kepada Camat, Lurah dan semua stakeholder Bupati juga mengharapkan partisipasi aktif di lapangan.
Kasie Penyakit Menular Bidang P2P Dinkes Kabupaten Belu, Maria R. Anok dalam laporan mengatakan menurut data Kemenkes secara nasional Nusa Tenggara Timur memiliki jumlah kasus Malaria tertinggi kedua di Indonesia. Sampai dengan September 2021, kasus malaria yang dilaporkan di Provinsi NTT terdapat 2.393 kasus sedangakan di Kabupaten Belu terdapat 1 kasus malaria impor dari Papua yang ditemukan di Puskesmas Nualain.
Dilaporkan juga bahwa kasus malaria dengan angka Annusi Parasite Incidence (APT) 3 Tahun terakhir adalah untuk tahun 2019 : 0,24, tahun 2020 : 0.12, tahun 2021 : 0.01.
“Berdasarkan data ini, maka Kabupaten Belu saat ini berada pada tahap Pra Eliminasi. Mohon dukungan dari semua pihak pada proses eliminasi yang akan diraih pada tahun 2023,” pungkasnya.
Untuk diketahui, tujuan dilaksanakan kegiatan ini agar terwujudnya masyarakat Kabupaten Belu bebas dari Penyakit Malaria serta untuk meningkatnya peran serta lintas sektor, lintas program dalam upaya percepatan Elimnasi Malaria di Kabupaten Belu.
Hadir pada Rapat koordinasi ini Forkopimda Kabupaten Belu, Plt. Kadis Kesehatan, Kadis Pertanian dan perwakilan OPD terkait lainnya. (IAGN/prokompimbelu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here